• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Para Serdadu Rendahan yg Jadi Pemimpin Dunia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Para Serdadu Rendahan yg Jadi Pemimpin Dunia

Para Serdadu Rendahan yg Jadi Pemimpin Dunia

Beberapa tokoh penting dunia yg berpengaruh punya pengalaman sebagai serdadu berpangkat rendah.

Saat masih berpangkat sersan, diktator Kuba Fulgencio Batista, bergerak dalam Sergeants' Revolt (Pemberontakan Sersan) pada tanggal 4-5 September 1933. Setelah itu, dia jadi orang yg berpengaruh di Kuba meski tak langsung mengambil alih kursi kepresidenan.



Dengan dukungan Pemerintah Amerika Serikat, Batista menjadikan dirinya orang kuat di Kuba. Dari 1934 hingga 1940, dia [hanya] menjabat Kepala Angkatan Perang, sementara itu orang-orang sipil silih berganti menduduki kursi kepresidenan, tulis Jorge I Dominguez dalam artikel "The Batista Regime in Cuba" yg dihimpun di buku Sultanic Regimes (1998:114).


Di Amerika Latin kontemporer, bekas serdadu rendahan yg jadi negarawan tanpa harus mengerjakan kudeta adalah Evo Morales. Menurut Andrew Canessa dalam Race, Sex, and History in the Small Spaces of Andean Life (2012:221), Morales pernah berdinas sebagai polisi militer dengan pangkat rendah pada pengujung 1970-an hingga awal 1980-an.




Bekas Kopral & Sersan Bertarung dalam PD II

Ketika Perang Dunia I (1914-1918) meletus, Benito Mussolini menampilkan diri sebagai seorang yg sayang perang. Menurut Robert T. Elson dalam buku Menjelang Perang (1986:84), terjemahan dari Prelude to War terbitan Time-Life Books, Tahun 1915, ia (Mussolini) masuk tentara & ditugaskan di front Alpen, meskipun pangkatnya tak lebih dari sersan.

Setelah keluar dari militer, Mussolini mendirikan surat kabar Il Popolo yg dipakai untuk kepentingan politiknya. Kaum fasis Italia pimpinan Mussolini mulai bersinar pada tahun 1921.




Industriawan & tuan tanah kini terbuka mendukung mereka, tulis Elson (1986:88).



Dalam pemilu yg digelar pada bulan Mei 1922, 35 orang fasis termasuk Mussolini terpilih masuk parlemen. Pada bulan itu juga 50 ribu anggota squadrismo mengambil-alih balai kota & menuntut diadakannya proyek padat karya. Di Bologna, Parma, & Ravenna juga terjadi hal yg sama.

Pada 27 Oktober 1922, 14 ribu orang bergerak. Namun bukannya mengerahkan tentara untuk menekan orang-orang fasis yg akan rusuh itu, Perdana Menteri Luigi Facta malah tawar-menawar dengan Mussolini. Raja Italia Victor Immanuel III pun akhirnya meminta Mussolini membentuk pemerintahan sebagai Perdana Menteri.



Sementara itu, ketika Perang Dunia I dimulai, seniman gagal Adolf Hitler bergabung dalam Resimen Bavaria Jerman. Menurut John Frank Williams dalam Corporal Hitler and the Great War 1914-1918: The List Regiment (2005:63), Hitler ditempatkan di kompi infanteri & jadi kurir. Kemudian dipromosikan jadi kopral & menerima medali Salib Besi.

Tahun 1919 dalam usia 30 tahun, Adilf Hitler adalah seseorang yg tidak berarti. Ia tinggal di Munchen dalam barak batalion cadangan resimennya pada masa perang. Ia tidak punya tempat tinggal lain [...] Pengabdiannya sebagai tentara Jerman ternyata merupakan masa paling bahagia dalam hidupnya yg sebelumnya tanpa tujuan, tulis Elson (1986:84).

Selepas perang, Hitler mulai merintis jalur baru di dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Buruh Jerman. Hitler memperlihatkan diri sebagai organisatoris, karena talenta terpendamnya memang terletak dalam kemampuan yg sangat berguna dalam propaganda yaitu berpidato.

Setelah memimpin Partai Buruh, ia mengubah partai tersebut jadi Partai Buruh Jerman Nasionalis Sosialis atau Nationalsozialistche Deutche Arbeiterspartei, yg diketahui sebagai NAZI. Partai itu kemudian identik dengan lambang swastika rancangan ulang Hitler.



Sebagai politikus, ia jadi pemimpin dalam menuntut berbagai isu yg sangat populer: dibatalkannya Perjanjian Versailles yg sangat merugikan Jerman, pembagian keuntungan industri kepada buruh, kenaikan pensiun & penghapusan kewarganegaraan orang-orang Yahudi. Dari sanalah Hitler menuai popularitas & jadi kesayangan bangsa Jerman yg sedang terpuruk.

Para Serdadu Rendahan yg Jadi Pemimpin Dunia





Setelah belasan tahun berpolitik di jalanan, diselingi terbunuhnya kawan-kawan politiknya, ia pun mencicipi dharapnya lantai penjara. Di dalam sel itulah ia menulis Mein Kampt. Situasi mulai bersinar baginya memasuki dekade 1930-an & memuncak pada 1933 saat ia jadi kanselir Jerman.



Terdapat kesamaaan antara Mussolini dengan Hitler dalam merekrut mantan tentara dalam kelompoknya. Jika Hitler merekrut bekas tentara & preman jalanan dalam Sturm Ableitung (SA), maka Mussolini merekrut bekas punggawa gerak cepat Italia, Arditi, dalam paramiliter bernama Fascio di Combattimento.

Dalam Perang Dunia II, Musolini & Hitler membawa negara mereka dalam kubu yg sama. Keduanya bahu-membahu berhadapan dengan negara-negara Sekutu, termasuk melawan Uni Soviet.

Bekas Sersan yg Menentang Hitler

Di Balkan, Hitler punya musuh yg punya kesamaan latar belakang. Sebuah kelompok Partisan yg memimpin perlawanan kepada Jerman dipimpin seorang Kroasia yg merupakan bekas sersan Tentara Austro Hongaria: Josip Broz Tito.



Menurut Ronald Bailey dalam buku Partisan & Gerilyawan (1986:75), waktu Perang Dunia I, Tito pernah ditawan Rusia. Lalu akrab dengan orang Bolshevik & jadilah dia komunis.

Partai Komunis Yugoslavia sempat ditekan polisi & Tito dipenjara. Meski demikian, Tito pada akhirnya berhasil jadi Sekretaris Jenderal Partai komunis pada 1939. Dan ketika fasis Jerman datang ke tanah airnya, dia memimpin perlawanan.



Setelah Jerman kalah & negara-negara Balkan bersatu dalam Yugoslavia, Josip Broz Tito pun jadi pemimpinnya. Dia meninggal pada 4 Mei 1980, tepat hari ini 41 tahun lalu. Kiwari, Yugoslavia sudah bubar.

==========


Sumber :


Bagi yg berminat dengan informasi militer,strategi,berita,sejarah dunia dapat bergabung dengan forum militer dunia di forum militer dunia kaskus


Forum Militer Dunia
#ForumKaskus via @kaskus
Hari ini 00:26
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.