Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jika kau cuma harap berkata tentang sayang disini,
maka menyingkirlah. Sebab kebodohanmu,
hanya tentang efeksi bisu dalam balutan syair tanpa temu.
Jika kau cuma cakap mengucap rindu,
berkubang dalam pusara kehidupan yg tak bertuju.
Silahkan pergi tanpa kuminta kau kembali.
Sebab fananya bumi tak akan mengijinkan tentang kau yg sunyi berazazkan pikat embesil meratapi
Dunia ini 'lah dipenuhi lacur waktu dengan segudang kekejaman tiada akhir.
Dibudakan melalui segenap luka & duka dari sumber segala celah.
Dimana kita dipaksa mengikuti arus tanpa pikir bagaimana lakunanya terseok iringi sirkulasi menuju mengatakan abadi. Sekedar menang dalam mengais sesuap nasi. Semata-mata hidup diatas kucuran padi yg tak berhenti.
Dan jangan lupa,
bekas-bekas kenistaan rezim turut memparodi jalannya keutuhan ideologi.
Tak dapat kau leha-leha lantas dijejali makanan enak pun tidur nyaman beralaskan kasur empuk dibubuhi wewangian alam membuai indra penciumanmu yg tajam.
Tak akan dapat kau duduk tenang tanpa kerja kalau harapmu melebihi titisan dewa yg abadi dipuja orang.
Lagi, bagi kau para pendosa kehidupan.
Bekalmu yg dangkal cuma akan jadi buih-buih sengsara & penghambat laju perkembangan.
Bangkit!
Lantas Hadapi.
Tugasmu takan usai cuma dengan berdiri terus mendecih. Disana ada penantian panjang yg harus kau tekuni.
Bukan malah menghindar & hidup bersama rongrongan kaum hina.
Bukan malah menghilang supaya pertanggung jawaban tak perlu kau usaikan & dirimu dilengkapi mengatakan kondusif tiada gempil. tentang kau dengan sikap buruk terus memperteruk.
Lelahlah menjalani main kucing-kucingan dengan waktu.
Sebab gunamu tak akan ada bila ringkih jiwamu mendasari sangganan pilar aktivitas bani Adam yg pemikirannya tangguh.
Enyah lah !!!
Mati lah !!!
Hari ini 01:12
maka menyingkirlah. Sebab kebodohanmu,
hanya tentang efeksi bisu dalam balutan syair tanpa temu.
Jika kau cuma cakap mengucap rindu,
berkubang dalam pusara kehidupan yg tak bertuju.
Silahkan pergi tanpa kuminta kau kembali.
Sebab fananya bumi tak akan mengijinkan tentang kau yg sunyi berazazkan pikat embesil meratapi
Dunia ini 'lah dipenuhi lacur waktu dengan segudang kekejaman tiada akhir.
Dibudakan melalui segenap luka & duka dari sumber segala celah.
Dimana kita dipaksa mengikuti arus tanpa pikir bagaimana lakunanya terseok iringi sirkulasi menuju mengatakan abadi. Sekedar menang dalam mengais sesuap nasi. Semata-mata hidup diatas kucuran padi yg tak berhenti.
Dan jangan lupa,
bekas-bekas kenistaan rezim turut memparodi jalannya keutuhan ideologi.
Tak dapat kau leha-leha lantas dijejali makanan enak pun tidur nyaman beralaskan kasur empuk dibubuhi wewangian alam membuai indra penciumanmu yg tajam.
Tak akan dapat kau duduk tenang tanpa kerja kalau harapmu melebihi titisan dewa yg abadi dipuja orang.
Lagi, bagi kau para pendosa kehidupan.
Bekalmu yg dangkal cuma akan jadi buih-buih sengsara & penghambat laju perkembangan.
Bangkit!
Lantas Hadapi.
Tugasmu takan usai cuma dengan berdiri terus mendecih. Disana ada penantian panjang yg harus kau tekuni.
Bukan malah menghindar & hidup bersama rongrongan kaum hina.
Bukan malah menghilang supaya pertanggung jawaban tak perlu kau usaikan & dirimu dilengkapi mengatakan kondusif tiada gempil. tentang kau dengan sikap buruk terus memperteruk.
Lelahlah menjalani main kucing-kucingan dengan waktu.
Sebab gunamu tak akan ada bila ringkih jiwamu mendasari sangganan pilar aktivitas bani Adam yg pemikirannya tangguh.
Enyah lah !!!
Mati lah !!!
Hari ini 01:12