Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Quote:
Kalau kita ditanya, siapa perempuan yg paling luar biasa, tentu kita akan menjawab "ibu". Selain ibu, mungkin ya entah itu nenek, atau kakak atau adik perempuan kita. Namun, di luar sana, ada banyak juga para perempuan yg luar biasa, yg dapat kita jadikan role model, contoh bagi kita untuk jadi manusia yg bermanfaat bagi sesama.
Dalam rangka Hari Kartini pada tanggal 21 April 2022, TS harap turut berbagi tentang para "Kartini Modern", yaitu para perempuan di Indonesia yg turut tampil ke depan mengabdikan dirinya bagi masyarakat. Mereka mematahkan stigma patriarkal yg menganggap bahwa yg berhak dominan di masyarakat hanyalah laki-laki & para wanita cuma boleh diam di rumah.
Quote:
Spoiler for Greysia & Apriyani:
Pada Olimpiade 2020 yg berlangsung di Tokyo, Jepang, Greysia Polii & Apriyani Rahayu berjaya mengharumkan nama negara Indonesia dengan meraih medali emas. Perjalanan keduanya untuk meraih medali tersebut tidak mudah. Mereka sudah bertanding di berbagai lomba sejak muda. Bahkan keluarga Apriyani yg berasal dari Konawe, Sulawesi Tenggara & tergolong kurang sanggup ini rela mengantarkan putri mereka cuma berbekal uang Rp 300.000 untuk masuk ke pelatihan di Jakarta.
Greysia & Apriyani yg umurnya berbeda 10 tahun ini mulai jadi sebuah regu pasangan sejak tahun 2017 & memulai lomba mereka berdua di Sudirman Cup. Sebelumnya mereka sempat berpasangan dengan atlet bulutangkis lainnya, tetapi duet inilah yg kemudian berhasil membanggakan nama Indonesia di Olimpiade 2020 dengan medali emas.
Quote:
Spoiler for Elisha:
Tidak banyak perempuan yg jadi dalang wayang kulit. Salah satunya adalah Elisha Orcarus Alasso, yg selama ini sudah terkenal sebagai sinden yg kerap tampil dalam pagelaran wayang kulit Ki Seno Nugroho. Suaranya yg unik & melengking, serta tingkah lakunya yg lucu, menciptakan nama Elisha turut populer.
Elisha lahir di Sulawesi Tengah dari keluarga blasteran Sulawesi, Perancis & Venezuela. Lulus SMA, ia memilih melanjutkan pendidikan di Program Studi Pedalangan ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. Setelah itu ia juga melanjutkan pendidikan S2 psikologi di Universitas Mercu Buana.
Ki Seno sering mendorongnya untuk berani tampil sebagai dalang, & memulai pentasnya dalam sebuah lakon berjudul "Abimanyu Karma". Dan ketika Ki Seno meninggal dunia pada tahun 2020, ia pun mulai tampil sebagai dalang "penerus" Ki Seno dalam menjaga tradisi wayang kulit yg adiluhung ini. Saat ini ia juga sedang melanjutkan pendidikan doktor (S3) di sebuah perguruan tinggi.
Quote:
Spoiler for dr. Maria / Mia:
dr. Maria Louisa Rumateray, atau lebih akrab disapa "Mia", mengabdikan dirinya untuk menolong warga di pedalaman Papua yg sakit & butuh pengobatan. Bersama dengan yayasan Baliem Mission Center (BMC), dr. Mia mengelilingi berbagai tempat di pelosok Papua dengan helikopter & pesawat terbang.
Awalnya Mia tidak bercita-cita jadi dokter, tetapi lebih harap jadi perawat. Namun, pada saat bersekolah di Jayapura, pengasuh di asrama tempat tinggalnya berkeharapan supaya kelak ada dokter yg peduli kepada kesehatan warga Papua. Karena itulah, Mia pun memilih melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta. Setelah lulus, ia pun kembali ke Papua & berkeliling ke pelosok-pelosok.
Totalitas dr. Mia melayani warga masyarakat pun terbukti pada saat ayahnya meninggal dunia. Ketika ia harus mempersiapkan pemakaman jenazah ayahnya bersama keluarganya, ia tiba-tiba mendapat panggilan dari seorang ibu yg membutuhkan pertolongan karena melahirkan bayi kembar. Ia pun meninggalkan jenazah ayahnya & masuk ke pedalaman untuk menolong ibu tersebut.
Atas jasanya, ia mendapat penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI tahun 2021, & juga penghargaan Kick Andy Heroes tahun 2020.
Quote:
Spoiler for Siti Sumiati:
Siti Sumiati lahir di Madiun, Jawa Timur tahun 1952, tetapi sejak 1971 ia sudah berada di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta sebagai bidan yg menolong para ibu di sana supaya proses persalinan mereka dapat berjalan lancar. Ia tak kenal letih berkeliling ke satu pulau ke pulau lain yg jaraknya dapat memakan waktu hingga lebih dari 7 jam, untuk menjalankan misi tersebut.
Pengabdiannya di Pulau Seribu berbuah manis. Angka kematian ibu melahirkan di daerah ini terus menurun setiap tahunnya. Atas jasanya, bidan ini pun menerima penghargaan dari WHO tahun 2008 sebagai "Penyelamat Ibu Melahirkan" pada saat ia diundang untuk hadir dalam kongres bidan sedunia di Glasgow, Skotlandia. Ia juga menerima piagam dari negara Kuba.
Quote:
Spoiler for Suster Zita:
Suster Zita adalah biarawati Katolik yg tergabung dalam kongregasi CB (Carolus Borromeus). Ia pernah melayani masyarakat dalam bidang kesehatan & sosial di berbagai tempat di Indonesia, mulai dari Jawa, NTT, hingga ke Papua.
Ketika hingga di Sorong, Papua, suster yg berasal dari Yogyakarta ini menemukan fakta yg menyedihkan yaitu tingginya angka penularan virus HIV AIDS di sana, khususnya di kalangan Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi, panti pijat, & kafe-kafe. Ia pun berkeliling ke tempat-tempat praktek prostitusi tersebut untuk turut mengangkat para pekerja di sana supaya mereka dapat hidup layak, & dengan begitu perlahan-lahan mereka dapat pindah ke pekerjaan yg lebih baik. Ia juga tidak segan-segan mendekati para penderita AIDS yg membutuhkan pertolongan, & memakamkan jenazah mereka yg tak dijemput oleh keluarganya.
Beberapa tahun terakhir, Suster Zita berkarya di Flores. Ia berkeliling dengan berjalan kaki puluhan kilometer, mengunjungi kaum difabel, lansia, & orang-orang sakit yg memerlukan pertolongan.
Quote:
Spoiler for Annette:
Annette Holschmann berasal dari Jerman, & pada masa mudanya ia banyak menghabiskan waktu untuk mengelilingi berbagai negara di dunia. Namun, ketika hingga di Danau Toba, ia benar-benar jatuh sayang dengan danau ini & masyarakat Batak di sekelilingnya, sehingga ia pun memilih untuk menetap di Pulau Samosir & mendirikan penginapan bernama Tabo Cottage di kawasan Tuktuk, Samosir.
Di pulau ini juga ia menemukan jodohnya, seorang pria Batak bermarga Silalahi, & ia pun diangkat oleh keluarga setempat sebagai orang Batak setelah diberi marga Siallagan.
Kesayangannya kepada Danau Toba juga ia wujudkan ketika ia melihat kondisi lingkungan yg cukup memprihatinkan di sekitar penginapan yg ia miliki. Ia membersihkan sendiri sampah-sampah yg anda di sekitar danau, & berusaha untuk mengurangi konsumsi plastik, mendaurulang sampah & mengelola sampah jadi kompos. Ia juga turut jadi konsultan pengembangan pariwisata Danau Toba beberapa tahun terakhir.
Quote:
Spoiler for Nila:
Nila Tanzil yg lulus S2 dari Belanda ini awalnya sudah punya karier mapan di sebuah perusahaan akbar di Jakarta. Hobinya berjalan-jalan keliling Indonesia & dunia pun membawanya ke Indonesia Timur, ketika ia melihat minat baca anak-anak di sana yg ternyata tinggi, tetapi tidak didukung oleh fasilitas yg memadai.
Atas dasar itulah, Nila pun mendirikan Taman Bacaan Pelangi yg saat ini sudah terdapat di 81 tempat di kawasan Indonesia Timur. Ia pun meninggalkan pekerjaannya & memilih untuk jadi sociopreneur & konsultan wisata, sembari tetap menjaga taman bacaan yg ia dirikan sendiri & juga sesekali mengajar anak-anak yg ada di sana. Taman bacaan ini ia buka gratis bagi masyarakat setempat, tanpa dipungut biaya.
Quote:
Spoiler for Ines:
Ines Atmosukarto adalah peneliti perempuan perdana dari Indonesia. Setelah menempuh pendidikan sarjana hingga doktor (S3) di The University of Adelaide, Australia, ia pun jadi CEO di sebuah perusahaan bernama Lipotek yg juga berbasis Australia. Di sini ia memfokuskan diri dalam penelitian biokimia & biologi molekuler.
Kedua bidang yg ia ceburi tersebut menciptakan ia juga berperan dalam pengembangan vaksin dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ia turut bertanggung jawab dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi untuk menghadapi wabah penyakit menular.
Atas dedikasinya di dunia sains, Ines mendapat penghargaan UNESCO LOreal Fellowship for Women in Science pada tahun 2004.
Quote:
Itulah 8 perempuan inspiratif yg TS coba perkenalkan kepada kalian dalam post kali ini.
Silakan berbagi dengan reply thread ini, tentang perempuan inspiratif lainnya yg mungkin kalian ketahui.
Quote:
Quote:
SUMBER:
www.orami.co.id
jogja.tribunnews.com
trustmedis.com
mediaindonesia,com/weekend/280170/zita-cb-sadarkan-psk-untuk-kembali-pulang
Hari ini 20:38
Hello everyone!! Welcome to my thread!!
Quote:
Kalau kita ditanya, siapa perempuan yg paling luar biasa, tentu kita akan menjawab "ibu". Selain ibu, mungkin ya entah itu nenek, atau kakak atau adik perempuan kita. Namun, di luar sana, ada banyak juga para perempuan yg luar biasa, yg dapat kita jadikan role model, contoh bagi kita untuk jadi manusia yg bermanfaat bagi sesama.
Dalam rangka Hari Kartini pada tanggal 21 April 2022, TS harap turut berbagi tentang para "Kartini Modern", yaitu para perempuan di Indonesia yg turut tampil ke depan mengabdikan dirinya bagi masyarakat. Mereka mematahkan stigma patriarkal yg menganggap bahwa yg berhak dominan di masyarakat hanyalah laki-laki & para wanita cuma boleh diam di rumah.
Quote:
GREYSIA POLII & APRIYANI RAHAYU
Atlet bulutangkis peraih medali Olimpade 2020
Atlet bulutangkis peraih medali Olimpade 2020
Spoiler for Greysia & Apriyani:
Pada Olimpiade 2020 yg berlangsung di Tokyo, Jepang, Greysia Polii & Apriyani Rahayu berjaya mengharumkan nama negara Indonesia dengan meraih medali emas. Perjalanan keduanya untuk meraih medali tersebut tidak mudah. Mereka sudah bertanding di berbagai lomba sejak muda. Bahkan keluarga Apriyani yg berasal dari Konawe, Sulawesi Tenggara & tergolong kurang sanggup ini rela mengantarkan putri mereka cuma berbekal uang Rp 300.000 untuk masuk ke pelatihan di Jakarta.
Greysia & Apriyani yg umurnya berbeda 10 tahun ini mulai jadi sebuah regu pasangan sejak tahun 2017 & memulai lomba mereka berdua di Sudirman Cup. Sebelumnya mereka sempat berpasangan dengan atlet bulutangkis lainnya, tetapi duet inilah yg kemudian berhasil membanggakan nama Indonesia di Olimpiade 2020 dengan medali emas.
Quote:
ELISHA ORCARUS ALASSO
Dalang perempuan wayang kulit Jawa asal Sulawesi
Dalang perempuan wayang kulit Jawa asal Sulawesi
Spoiler for Elisha:
Tidak banyak perempuan yg jadi dalang wayang kulit. Salah satunya adalah Elisha Orcarus Alasso, yg selama ini sudah terkenal sebagai sinden yg kerap tampil dalam pagelaran wayang kulit Ki Seno Nugroho. Suaranya yg unik & melengking, serta tingkah lakunya yg lucu, menciptakan nama Elisha turut populer.
Elisha lahir di Sulawesi Tengah dari keluarga blasteran Sulawesi, Perancis & Venezuela. Lulus SMA, ia memilih melanjutkan pendidikan di Program Studi Pedalangan ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. Setelah itu ia juga melanjutkan pendidikan S2 psikologi di Universitas Mercu Buana.
Ki Seno sering mendorongnya untuk berani tampil sebagai dalang, & memulai pentasnya dalam sebuah lakon berjudul "Abimanyu Karma". Dan ketika Ki Seno meninggal dunia pada tahun 2020, ia pun mulai tampil sebagai dalang "penerus" Ki Seno dalam menjaga tradisi wayang kulit yg adiluhung ini. Saat ini ia juga sedang melanjutkan pendidikan doktor (S3) di sebuah perguruan tinggi.
Quote:
MARIA LOUISA RUMATERAY
"Dokter Terbang" yg mengobati warga pedalaman Papua
"Dokter Terbang" yg mengobati warga pedalaman Papua
Spoiler for dr. Maria / Mia:
dr. Maria Louisa Rumateray, atau lebih akrab disapa "Mia", mengabdikan dirinya untuk menolong warga di pedalaman Papua yg sakit & butuh pengobatan. Bersama dengan yayasan Baliem Mission Center (BMC), dr. Mia mengelilingi berbagai tempat di pelosok Papua dengan helikopter & pesawat terbang.
Awalnya Mia tidak bercita-cita jadi dokter, tetapi lebih harap jadi perawat. Namun, pada saat bersekolah di Jayapura, pengasuh di asrama tempat tinggalnya berkeharapan supaya kelak ada dokter yg peduli kepada kesehatan warga Papua. Karena itulah, Mia pun memilih melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta. Setelah lulus, ia pun kembali ke Papua & berkeliling ke pelosok-pelosok.
Totalitas dr. Mia melayani warga masyarakat pun terbukti pada saat ayahnya meninggal dunia. Ketika ia harus mempersiapkan pemakaman jenazah ayahnya bersama keluarganya, ia tiba-tiba mendapat panggilan dari seorang ibu yg membutuhkan pertolongan karena melahirkan bayi kembar. Ia pun meninggalkan jenazah ayahnya & masuk ke pedalaman untuk menolong ibu tersebut.
Atas jasanya, ia mendapat penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI tahun 2021, & juga penghargaan Kick Andy Heroes tahun 2020.
Quote:
SITI SUMIATI
Bidan yg mengabdi di Pulau Seribu sejak 1971
Bidan yg mengabdi di Pulau Seribu sejak 1971
Spoiler for Siti Sumiati:
Siti Sumiati lahir di Madiun, Jawa Timur tahun 1952, tetapi sejak 1971 ia sudah berada di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta sebagai bidan yg menolong para ibu di sana supaya proses persalinan mereka dapat berjalan lancar. Ia tak kenal letih berkeliling ke satu pulau ke pulau lain yg jaraknya dapat memakan waktu hingga lebih dari 7 jam, untuk menjalankan misi tersebut.
Pengabdiannya di Pulau Seribu berbuah manis. Angka kematian ibu melahirkan di daerah ini terus menurun setiap tahunnya. Atas jasanya, bidan ini pun menerima penghargaan dari WHO tahun 2008 sebagai "Penyelamat Ibu Melahirkan" pada saat ia diundang untuk hadir dalam kongres bidan sedunia di Glasgow, Skotlandia. Ia juga menerima piagam dari negara Kuba.
Quote:
SUSTER ZITA CB
Biarawati yg dekat dengan para PSK & penderita AIDS
Biarawati yg dekat dengan para PSK & penderita AIDS
Spoiler for Suster Zita:
Suster Zita adalah biarawati Katolik yg tergabung dalam kongregasi CB (Carolus Borromeus). Ia pernah melayani masyarakat dalam bidang kesehatan & sosial di berbagai tempat di Indonesia, mulai dari Jawa, NTT, hingga ke Papua.
Ketika hingga di Sorong, Papua, suster yg berasal dari Yogyakarta ini menemukan fakta yg menyedihkan yaitu tingginya angka penularan virus HIV AIDS di sana, khususnya di kalangan Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi, panti pijat, & kafe-kafe. Ia pun berkeliling ke tempat-tempat praktek prostitusi tersebut untuk turut mengangkat para pekerja di sana supaya mereka dapat hidup layak, & dengan begitu perlahan-lahan mereka dapat pindah ke pekerjaan yg lebih baik. Ia juga tidak segan-segan mendekati para penderita AIDS yg membutuhkan pertolongan, & memakamkan jenazah mereka yg tak dijemput oleh keluarganya.
Beberapa tahun terakhir, Suster Zita berkarya di Flores. Ia berkeliling dengan berjalan kaki puluhan kilometer, mengunjungi kaum difabel, lansia, & orang-orang sakit yg memerlukan pertolongan.
Quote:
ANNETTE HOLSCHMANN SIALAGAN
Orang Jerman yg turut membersihkan Danau Toba
Orang Jerman yg turut membersihkan Danau Toba
Spoiler for Annette:
Annette Holschmann berasal dari Jerman, & pada masa mudanya ia banyak menghabiskan waktu untuk mengelilingi berbagai negara di dunia. Namun, ketika hingga di Danau Toba, ia benar-benar jatuh sayang dengan danau ini & masyarakat Batak di sekelilingnya, sehingga ia pun memilih untuk menetap di Pulau Samosir & mendirikan penginapan bernama Tabo Cottage di kawasan Tuktuk, Samosir.
Di pulau ini juga ia menemukan jodohnya, seorang pria Batak bermarga Silalahi, & ia pun diangkat oleh keluarga setempat sebagai orang Batak setelah diberi marga Siallagan.
Kesayangannya kepada Danau Toba juga ia wujudkan ketika ia melihat kondisi lingkungan yg cukup memprihatinkan di sekitar penginapan yg ia miliki. Ia membersihkan sendiri sampah-sampah yg anda di sekitar danau, & berusaha untuk mengurangi konsumsi plastik, mendaurulang sampah & mengelola sampah jadi kompos. Ia juga turut jadi konsultan pengembangan pariwisata Danau Toba beberapa tahun terakhir.
Quote:
NILA TANZIL
Pendiri 81 taman bacaan di Indonesia Timur
Pendiri 81 taman bacaan di Indonesia Timur
Spoiler for Nila:
Nila Tanzil yg lulus S2 dari Belanda ini awalnya sudah punya karier mapan di sebuah perusahaan akbar di Jakarta. Hobinya berjalan-jalan keliling Indonesia & dunia pun membawanya ke Indonesia Timur, ketika ia melihat minat baca anak-anak di sana yg ternyata tinggi, tetapi tidak didukung oleh fasilitas yg memadai.
Atas dasar itulah, Nila pun mendirikan Taman Bacaan Pelangi yg saat ini sudah terdapat di 81 tempat di kawasan Indonesia Timur. Ia pun meninggalkan pekerjaannya & memilih untuk jadi sociopreneur & konsultan wisata, sembari tetap menjaga taman bacaan yg ia dirikan sendiri & juga sesekali mengajar anak-anak yg ada di sana. Taman bacaan ini ia buka gratis bagi masyarakat setempat, tanpa dipungut biaya.
Quote:
INES ATMOSUKARTO
Peneliti perempuan perdana dari Indonesia
Peneliti perempuan perdana dari Indonesia
Spoiler for Ines:
Ines Atmosukarto adalah peneliti perempuan perdana dari Indonesia. Setelah menempuh pendidikan sarjana hingga doktor (S3) di The University of Adelaide, Australia, ia pun jadi CEO di sebuah perusahaan bernama Lipotek yg juga berbasis Australia. Di sini ia memfokuskan diri dalam penelitian biokimia & biologi molekuler.
Kedua bidang yg ia ceburi tersebut menciptakan ia juga berperan dalam pengembangan vaksin dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ia turut bertanggung jawab dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi untuk menghadapi wabah penyakit menular.
Atas dedikasinya di dunia sains, Ines mendapat penghargaan UNESCO LOreal Fellowship for Women in Science pada tahun 2004.
Quote:
Itulah 8 perempuan inspiratif yg TS coba perkenalkan kepada kalian dalam post kali ini.
Silakan berbagi dengan reply thread ini, tentang perempuan inspiratif lainnya yg mungkin kalian ketahui.
Selamat Hari Kartini!
Spoiler for Ibu Kartini:
Spoiler for Ibu Kartini:
Quote:
Thanks for reading !!!
Quote:
SUMBER:
Oops... | Orami - One Stop Solution for Parents
Tribunjogja.com - Berita dan video terkini seputar peristiwa, sepak bola, selebriti, kesehatan, travel, hiburan dan wiki dari Jogja dan sekitarnya
Tribunjogja.com menyajikan berita dan video terkini seputar peristiwa, sepak bola, selebriti, kesehatan, travel, hiburan dan wiki terkini dari Jogjakarta dan sekitarnya
Bidan Apung Penakhluk Kepulauan Seribu
Bidan Apung Penakhluk Kepulauan Seribu - Trustmedis
Hari ini 20:38