smart-brain
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 4
- Sejak
- 20 Mar 2006
- Pesan
- 2.801
- Nilai reaksi
- 15
- Poin
- 38
Berikut forward 'BREAKING-NEWS' dari Papua:
Bendera Belanda pekan lalu di Gunung Jaya Wijaya sudah
mulai
berkibar.
Ini sungguh kejadian yang menjengkelkan. Satu bentuk
pelecehan
nasionalisme kita. Siapapun terusik. Bendera Belanda
pekan lalu di Gunung Jaya Wijaya sudah mulai berkibar.
Campur tangan asing makin kentara.
Sekjen Dewan Papua Thoha Al Hamid menceritakan kepada
saya
semalam. Tentu berkibarnya bendera Belanda membuat
aparat polisi
meradang. Maka satu peleton polisi pun dikirmi ke
sana. Mereka
merayap, siaga penuh. Sambil mengendap-endap, senjata
laras
panjangpun mulai terkokang. Sang komandan sesekali
berkomunikasi melalui HT.
Dalam jarak 100 meter mereka mengepung rumah itu.
Semuanya
siaga penuh. Wajar saja. Mereka geram, karena tidak
hanya bendera OPM yang sering berkibar di sana. Kini
malah bendera Belanda.
Papua memang ibarat kubangan tambang emas. Baik
Amerika maupun
Uni Eropa semua berebut menambang kekayaan alam di
sana. Diam-diam,
perang kepentingan sudah berkecamuk keras. Meski
sebenarnya pemerintah
Indonesia masih adem ayem saja.
Lima polisi kemudian menggebrak rumah itu. Para
penghuni histeris.
Jhon Mambo, pemilik rumah, meski dikepung dua peleton
polisi tetap tenang
saja.
Ia yang berprofesi pengacara tentu tahu prosedur.
Katanya, "Ada apa ini?"
Polisi pun nyaut, "Anda mengibarkan bendera Belanda,
Anda kami
tangkap, Ayo ke markas" satu polisi menarik keras
Jhon. Tapi
tangan kekar Jhon menampiknya. Ia tidak kalah
galaknya.
Katanya, "Bapak ini kurang kerjaan, apa? Saya memang
mengibarkan
bendera Belanda. Karena saya pendukung kesebelasan
Belanda. Lihat
tuh...!!!" Jhon menunjuk kepala suku yang rumahnya
berjarak 200 meter ke
arah bawah.
"Itu bendera Brasil berkibar..."
Dari milis tetangga.
Bendera Belanda pekan lalu di Gunung Jaya Wijaya sudah
mulai
berkibar.
Ini sungguh kejadian yang menjengkelkan. Satu bentuk
pelecehan
nasionalisme kita. Siapapun terusik. Bendera Belanda
pekan lalu di Gunung Jaya Wijaya sudah mulai berkibar.
Campur tangan asing makin kentara.
Sekjen Dewan Papua Thoha Al Hamid menceritakan kepada
saya
semalam. Tentu berkibarnya bendera Belanda membuat
aparat polisi
meradang. Maka satu peleton polisi pun dikirmi ke
sana. Mereka
merayap, siaga penuh. Sambil mengendap-endap, senjata
laras
panjangpun mulai terkokang. Sang komandan sesekali
berkomunikasi melalui HT.
Dalam jarak 100 meter mereka mengepung rumah itu.
Semuanya
siaga penuh. Wajar saja. Mereka geram, karena tidak
hanya bendera OPM yang sering berkibar di sana. Kini
malah bendera Belanda.
Papua memang ibarat kubangan tambang emas. Baik
Amerika maupun
Uni Eropa semua berebut menambang kekayaan alam di
sana. Diam-diam,
perang kepentingan sudah berkecamuk keras. Meski
sebenarnya pemerintah
Indonesia masih adem ayem saja.
Lima polisi kemudian menggebrak rumah itu. Para
penghuni histeris.
Jhon Mambo, pemilik rumah, meski dikepung dua peleton
polisi tetap tenang
saja.
Ia yang berprofesi pengacara tentu tahu prosedur.
Katanya, "Ada apa ini?"
Polisi pun nyaut, "Anda mengibarkan bendera Belanda,
Anda kami
tangkap, Ayo ke markas" satu polisi menarik keras
Jhon. Tapi
tangan kekar Jhon menampiknya. Ia tidak kalah
galaknya.
Katanya, "Bapak ini kurang kerjaan, apa? Saya memang
mengibarkan
bendera Belanda. Karena saya pendukung kesebelasan
Belanda. Lihat
tuh...!!!" Jhon menunjuk kepala suku yang rumahnya
berjarak 200 meter ke
arah bawah.
"Itu bendera Brasil berkibar..."
Dari milis tetangga.