kesakesa
IndoForum Beginner B
- No. Urut
- 14027
- Sejak
- 12 Apr 2007
- Pesan
- 1.025
- Nilai reaksi
- 127
- Poin
- 63
Ada seorang pemuda yang mendadak kena sakit saraf. Sebutlah namanya Panjul. Setiap ditanya pasti jawabannya "Maen ketapel!". Ditanya sama tetangganya, "Jul, darimana lo?" dijawabnya " dari maen ketapel."
Ditanya sama ibunya "Panjul, bebek2 udah dikasih makan belom?", eh dijawab juga "Maen ketapel, bebeknya lagi maen ketapel."
Pendek kata semua orang yang mau komunikasi dengan si Panjul ini terpaksa gigit jari karena responnya cuma "Maen ketapel", "Maen ketapel", dan "Maen ketapel".
Akhirnya kedua orang tuanya memutuskan untuk segera melarikan Panjul ke seorang psikiater dari RSJ setempat sebelum keadaannya lebih parah.
Menurut psikiater kasus Panjul ini termasuk unik dan butuh teknik khusus untuk mengobatinya. Namun rupanya teknik khusus itu susah benar ditemukan. Buktinya sudah hampir sebulan Panjul diterapi di RSJ, tidak kunjung ada hasil yang memuaskan. Ditanya atau disuruh apapun, masih selalu dijawab "Maen ketapel"
Sampai suatu hari si psikiater yang juga hampir stress ngurusin Panjul iseng aja menanyainya.
"Panjul, kalo ada cewek cantik n bahenol suka sama kamu gimana?"
Sepi sesaat........., lalu jawaban Panjul
"Cewek cantik n bahenol itu Panjul nikahin, dok."
Si psikiater pun terperangah tidak percaya. Dengan tergagap-gagap karena excited dia melanjutkan pertanyaannya.
"Di....di..dinikahi??"
"Iya, dok."
"A...Abis dinikahi?????"
"Ya, kita malam pertama, deh...."
Sekarang si psikiater benar-benar percaya. Dia langsung lonjak-lonjak kegirangan kayak baru dapat lotere semilyar. Dia lantas menelepon keluarga si Panjul dengan nggak kalah hebohnya.
"Panjul udah waras, pak!!!! Panjul udah waras!!!!!"
And the story goes..... kebayang kan bagaimana reaksi dan ekspresi gembira keluarga Panjul.
Tidak berapa lama kemudian, ibu dan ayah si Panjul pun muncul di RSJ. Wajah keduanya nampak sumringah.
"Benarkah anak kami sudah sembuh?"
"Benar pak, benar bu. Coba saja tanyai si Panjul. Tapi coba awali pefrtanyaannya dengan pertanyaan bagaiman reaksinya kalo ada cewek cantik & bahenol suka kepadanya."
Dan begitulah. Setelah ditanya, jawaban Panjul sama dengan yang diberikannya kepada si psikiater. Mata kedua orang tuanya pun berbinar-binar tanda gembira.
"Lalu setelah menikah, Panjul ngapain lagi?" tanya Ayah Panjul.
"Ya.... Panjul sama isteri Panjul malam pertama deh....," jawab Panjul.
"Ng... malam pertama tuh Panjul ngapain aja?" Ibunya mengejar dengan pertanyaan lain.
"Pertama-tama Panjul buka baju isteri Panjul."
"Terus....!?" kedua orang tuanya semakin bersemangat.
"Terus Panjul buka roknya."
"Terus...terus...??!"
"Panjul buka BH-nya."
"Terus...?! Terus...?!" (Nggak sabaran amat neh...^_^)
"Panjul buka celana dalamnya..."
"Terus....?! Terus....?!"
"Nah celana dalamnya kan ada karetnya. Karetnya Panjul pake buat....... maen ketapel!"
Yah...maen ketapel lagi...
"Gedubraaak!!!"
Yang lain jatuh pingsan dengan sukses...




Ditanya sama ibunya "Panjul, bebek2 udah dikasih makan belom?", eh dijawab juga "Maen ketapel, bebeknya lagi maen ketapel."
Pendek kata semua orang yang mau komunikasi dengan si Panjul ini terpaksa gigit jari karena responnya cuma "Maen ketapel", "Maen ketapel", dan "Maen ketapel".
Akhirnya kedua orang tuanya memutuskan untuk segera melarikan Panjul ke seorang psikiater dari RSJ setempat sebelum keadaannya lebih parah.
Menurut psikiater kasus Panjul ini termasuk unik dan butuh teknik khusus untuk mengobatinya. Namun rupanya teknik khusus itu susah benar ditemukan. Buktinya sudah hampir sebulan Panjul diterapi di RSJ, tidak kunjung ada hasil yang memuaskan. Ditanya atau disuruh apapun, masih selalu dijawab "Maen ketapel"
Sampai suatu hari si psikiater yang juga hampir stress ngurusin Panjul iseng aja menanyainya.
"Panjul, kalo ada cewek cantik n bahenol suka sama kamu gimana?"
Sepi sesaat........., lalu jawaban Panjul
"Cewek cantik n bahenol itu Panjul nikahin, dok."
Si psikiater pun terperangah tidak percaya. Dengan tergagap-gagap karena excited dia melanjutkan pertanyaannya.
"Di....di..dinikahi??"
"Iya, dok."
"A...Abis dinikahi?????"
"Ya, kita malam pertama, deh...."
Sekarang si psikiater benar-benar percaya. Dia langsung lonjak-lonjak kegirangan kayak baru dapat lotere semilyar. Dia lantas menelepon keluarga si Panjul dengan nggak kalah hebohnya.
"Panjul udah waras, pak!!!! Panjul udah waras!!!!!"
And the story goes..... kebayang kan bagaimana reaksi dan ekspresi gembira keluarga Panjul.
Tidak berapa lama kemudian, ibu dan ayah si Panjul pun muncul di RSJ. Wajah keduanya nampak sumringah.
"Benarkah anak kami sudah sembuh?"
"Benar pak, benar bu. Coba saja tanyai si Panjul. Tapi coba awali pefrtanyaannya dengan pertanyaan bagaiman reaksinya kalo ada cewek cantik & bahenol suka kepadanya."
Dan begitulah. Setelah ditanya, jawaban Panjul sama dengan yang diberikannya kepada si psikiater. Mata kedua orang tuanya pun berbinar-binar tanda gembira.
"Lalu setelah menikah, Panjul ngapain lagi?" tanya Ayah Panjul.
"Ya.... Panjul sama isteri Panjul malam pertama deh....," jawab Panjul.
"Ng... malam pertama tuh Panjul ngapain aja?" Ibunya mengejar dengan pertanyaan lain.
"Pertama-tama Panjul buka baju isteri Panjul."
"Terus....!?" kedua orang tuanya semakin bersemangat.
"Terus Panjul buka roknya."
"Terus...terus...??!"
"Panjul buka BH-nya."
"Terus...?! Terus...?!" (Nggak sabaran amat neh...^_^)
"Panjul buka celana dalamnya..."
"Terus....?! Terus....?!"
"Nah celana dalamnya kan ada karetnya. Karetnya Panjul pake buat....... maen ketapel!"
Yah...maen ketapel lagi...
"Gedubraaak!!!"
Yang lain jatuh pingsan dengan sukses...





