• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Panglima KAMI KO Digempur Letjend Corona

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Spoiler for Gatot & Doni dulu:
Panglima KAMI KO Digempur Letjend Corona




Entah karena politik atau entah itu karena memang tidak mengetahui data. Mantan Panglima sekaligus Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengkritisi penanganan Covid-19 oleh pemerintah secara membabi-buta. Pemerintah memang harus terus dikritik, tetapi kalau kritik tersebut tanpa dasar maka cuma akan menciptakan jalannya pemerintahan tidak efisien karena harus menghabiskan energinya cuma untuk menjawab kritik.

Apalagi Jenderal Bintang 4 itu memiliki pendukung yg banyak sebagai oposisi pemerintah. Tentunya apa yg ia ucapkan akan mempengaruhi pengikutnya.

Tanggal 21 Oktober 2020, Gatot menghadiri acara Indonesia Lawyer Club (ILC). Dalam acara itu, Gatot mengatakan tes Covid-19 di Indonesia sangat rendah, cuma sekitar 0,88 persen dari total penduduk sehingga menyebabkan kemampuan tes Indonesia sebagai yg terendah di dunia.

Akibatnya, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia pada Oktober 2020 sudah mencapai angka 350.000 penduduk. Jumlah kasus positif terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Sumber :Bisnis [Gatot Nurmantyo Beri Rapor Merah Penanganan Covid-19 Jokowi-Maruf]

Pernyataan Gatot dibantah mantan anak buahnya yg sedari awal berjibaku menangani Covid-19 di tanah air, yakni Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. Menurut Jenderal Bintang 3 itu apa yg dipaparkan Gatot keliru. Ia menduga data yg dipaparkan Gatot adalah data lama. Sebab angka testing Indonesia sudah berada di atas 82 persen.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu menyebut bahwa Indonesia mengerjakan pengetesan 40 ribu hingga 45 ribu spesimen per hari. Pada beberapa kasus, bahkan pernah mengerjakan pemeriksaan lebih dari 50 ribu spesimen per hari. Doni mengakui standar WHI memang belum tercapai namun kalau yg dihitung jumlah spesimen per pekan maka standar itu sudah terlampaui. Sebagai informasi testing dapat dilakukan lebih dari sekali pada orang yg sama.

"Masih banyak negara yg berada di bawah kemampuan kita dalam testing harian," katanya.

Penerima gelar Doktor HC IPB itu berargumen bahwa hal tersebut tergolong baik meskipun di bawah standar WHO. Diketahui WHO menetapkan standar pemeriksaan 1 orang tiap 1000 penduduk per pekan. Dengan anggapan Indonesia memiliki 267 juta penduduk, maka pemeriksaan semestinya mencapai 267 ribu orang per minggunya. Tapi ini sudah jauh lebih baik ketimbang awal pandemi yg cuma 13 persen.

Doni menambahkan bahwa kemampuan laboratorium pemeriksaan kini sudah jauh berkembang. Dari sebelumnya cuma satu laboratorium yg sanggup memeriksa spesimen, yakni Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbang Kemenkes). Kini sudah ada 370 laboratorium di berbagai penjuru daerah.

Sumber :CNN Indonesia [Satgas Bantah Gatot: Banyak Negara Tes Covid di Bawah Kita]

Dari argumen Doni saja kita sudah dapat melihat bahwa Gatot tidak menganalisaa data secara mendalam. Ia cuma berpatokan pada satu data serta tidak melihat faktor lainnya yg harus jadi pertimbangan. Ia pun tak melihat perkembangan penanganan Covid-19 Indonesia dari waktu ke waktu. Oleh karena itulah, argumennya yg seorang Jenderal Bintang 4 kalah dengan Jenderal Bintang 3.
Hari ini 08:07
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.