• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Panduan Pijat Aman untuk Ibu Hamil

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
B0EFM.jpg

SAAT hamil, terlebih jika usia kehamilan sudah menginjak trimester 3, biasanya ibu hamil (bumil) sering mengeluhkan nyeri pada punggung belakang (backpain) sehingga aktivitas terganggu. Membayangkan tubuh dipijat untuk menghilangkan pegal, rasanya menyenangkan sekali.
Tapi, apa boleh bumil dipijat?

Trimester Dua Akhir

Dalam tabloid Mom & Kidie, dr. Fakriantini Jaya Putri, SpOG dari Rumah Sakit Zahira menjelaskan, bumil boleh-boleh saja melakukan perawatan tubuh, salah satunya adalah terapi pijat (massage therapy). Namun, kegiatan refleksi atau pijat ini tidak bisa dilakukan pada trimester awal karena saat itu masih sangat rentan untuk terjadi keguguran. Nah, terapi pijat lebih aman untuk dilakukan di atas trimester pertama, yaitu pada usia kehamilan menginjak trimester dua akhir dan tiga.​

Tak Boleh Dipijat, Jika...

Perlu diketahui, tak semua bumil boleh dipijat. Ada beberapa kondisi kesehatan yang membuat bumil tidak diperbolehkan untuk melakukan pemijatan, yakni:
- Keluarnya cairan dari vagina
- Bumil diabetes
- Bumil yang memiliki penyakit menular
- Demam
- Pre-eklampsia
- Tekanan darah tinggi
- Morning sickness
- Nyeri di daerah perut
- Timbul ruam kulit​

60 – 90 Menit

Namun, jika bumil dalam kondisi baik, merasa nyaman, tak ada keluhan gangguan kesehatan apa pun, baik bagi dirinya maupun janin dalam kandungan, silakan saja untuk melakukan terapi pijat di trimester yang disarankan di atas. Umumnya, terapi pijat berlangsung selama 60 sampai 90 menit. Tidak ada batasan dan anjuran berapa kali BuMil boleh dipijat dalam sebulan. Bagi BuMil yang tidak memiliki waktu cukup luang, pijat bisa dilakukan seminggu sekali.
Dilakukan oleh terapis berpengalaman

Pemijatan pada bumil ini tidak musti dilakukan di tempat khusus, hanya saja, pijatan harus dilakukan oleh yang ahli/terapis yang telah berpengalaman dalam memijat bumil.

“Selain bisa dilakukan di klinik-klinik kecantikan, pijat ini juga bisa dilakukan di rumah, asal dilakukan oleh ahlinya, yang memang berpengalaman serta tahu aturan yang benar,” imbuh dokter yang biasa disapa Eni.​

Area yang boleh dipijat!

Dari segi medis, pijat bumil boleh dilakukan pada anggota badan yang bergerak, seperti kepala, bahu, punggung belakang, panggul, pantat, tangan dan kaki (betis – paha). Pemijatan pada area payudara BuMil disarankan baru boleh dilakukan pada trimester tiga, untuk merangsang ASI keluar.

Teknik pemijatan pada semua area tubuh harus dilakukan dengan teknik yang lembut. Kombinasi gerakan pijat antara memutar, menekan, mengusap dan menggosok, harus dilakukan perlahan-lahan dan terkendali.​

Perut dan telapak kaki, dilarang dipijat!

Walau begitu, pemijatan tidak boleh dilakukan di sembarang area tubuh, seperti pada daerah bagian perut. Sebab, bagian ini berhubungan langsung dengan kandungan dan organ reproduksi, yang jika dipijat akan memicu kontraksi dan ditakutkan bayi bisa lahir secara prematur. Bagian lain yang tidak dianjurkan untuk dipijat adalah telapak kaki bagian bawah, karena di situ banyak terdapat pembuluh saraf dan pembuluh darah.​

Posisi saat dipijat

Kondisi badan bumil jelas berbeda dengan perempuan yang tidak hamil. Oleh sebab itu, sebelum melakukan pemijatan pada bumil, pastikan tempat pijat diatur sedemikian rupa. Tambahkanlah bantal penyangga agar bumil nyaman dan rileks.

Untuk memijat area punggung, panggul dan pantat, biasanya terapis menyarankan bumil berada dalam posisi miring (kanan dan kiri). Sementara untuk area kepala, bahu, kaki (betis – paha) serta tangan, terapis akan menyarankan bumil untuk tidur telentang atau dalam posisi duduk.​

Catatan penting sebelum melakukan pijat

- Sebaiknya bumil konsultaskan terlebih dulu dengan dokter kandungan bumil. Jangan lupa minta petunjuk area mana yang boleh dan tidak boleh dipijat, karena kondisi badan tiap bumil tidaklah sama.

- Komunikasikan dengan terapis mengenai kadar tekanan/kekuatan dalam pijatan tersebut. Ungkapkan agar dipijat dengan tekanan yang tidak terlalu keras.

- Jika bumil memiliki alergi terhadap minyak tertentu, atau bahan-bahan yang mungkin digunakan dalam sesi massage therapy, sebaiknya sampaikan hal tersebut kepada terapis.​
 
info bagus ni gan..
izin simak ya gan..
makasih..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.