Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Tulungagung merupakan kota kecil tempat saya menempuh pendidikan. Sudah terhitung memasuki tahun ketiga semenjak saya menginjakkan kaki di kota yangadem tentrem mulyo lan tinoto. Banyak pengetahuan yg saya dapatkan, salah satu di antaranya adalah pengetahuan tentang perkopian. Wajar saja, karena Tulungagung juga kota yg terkenal dengan sebutan KotaCethe.
Cetheadalah sebutan untuk ampas kopi yg mengendap di dasar gelas. Biasanyacethedipakai untuk mengolesi rokok. Cara mengolesinya pun beragam, ada yg asal ngoles, ada juga yg menggambarnya jadi beraneka motif. Kegiatan mengoles rokok dengancetheitu disebutnyethe, yg tujuannya selain supaya rokok mempunyai sensasi kopi, juga sebagai seni kreativitas bagi penikmat kopi. Kegiatannyethebiasanya dilakukan di warung kopi. Sehingga merebaknya warung kopi di Tulungagung juga turut menguatkan julukan sebagai kotacethe.
Di sekitar kampus saya termasuk tempat yg mempunyai banyak warung kopi. Biasanya mahasiswa menghabiskan waktunya berjam-jam di warung kopi, dari yg nge-game, nugas, rapat, diskusi ataupun sekadar haha hihi, bahkan ada yg hingga berlarut malam meski cuma memesan satu kopi.
Tapi untuk memesan kopi di Tulungagung ternyata tidak sesederhana ketika saya pesan kopi di kota asal saya atau mungkin di kota-kota lain. Jika di kota asal saya, cuma cukup memesan dengan mengatakanBuk, tumbas kopi., & kemudian saya dapat mencari tempat duduk sembari menunggu kopi dibuatkan. Tapi baru saya sadari bahwa cara tersebut tidak berlaku untuk warung kopi di Tulungagung. Memesan kopi di Tulungagung tak cukup dengan mengatakanBuk, tumbas kopi.. Alih-alih mau cari tempat duduk, ibuk penjual kopi malah secara gesit memberikan beberapa pertanyaan yg harus anda jawab. Pertanyaan tersebut juga menentukan kopi seperti apa yg anda maksud.
Pertama, pertanyaan ini tidak lain untuk membedakan antara kopi biasa dengan kopi khas Tulungagung. Ibuk penjual kopi akan mengajukan pertanyaan opsionalKopi ireng opo kopi ijo?yang harus anda pilih. Kopi ireng adalah sebutan untuk kopi hitam dengan merk apapun itu, sedang kopi ijo adalah kopi khas Tulungagung yg umumnya berlabel Kopi Bubuk Waris yg merupakan produsen kopi ijo terbesar di Tulungagung. Kopi ijo adalah kopi yg pembuatannya diproses secara spesifik & menghasilkan samar warna hijau secara alami. Kopi ijo biasanya sering dipakai untuk nyethe, karena tekstur ampasnya yg halus.
Setelah anda memilih salah satu dari opsi yg ditawarkan, katakanlah kopi ijo, kemudian ada pertanyaan lanjutan. Pertanyaan kedua yaituSusu opo biasa?, yg mengkonfirmasi apakah perlu dicampur susu atau tidak. Penggunaan susu dalam kopi biasanya akan menambah kenikmatan bagi peminumnya. Apalagi kalau kopi ijo ditambah susu, rasanya akan berbeda dengan kopi ijo biasa. Umumnya kopi ijo diseduh dengan susu, meski ada juga yg memesan kopi ijo tanpa susu. Itu semua tergantung selera.
Kemudian setelah anda melewati pertanyaan kedua & menentukan kopi ijo dengan susu, ada lagi pertanyaan yg lebih intensif, yaituGelas cangkir opo gelas biasa?. Di tulungagung umumnya ada dua tipe gelas untuk ngopi: gelas biasa sebagaimana lazimnya dipakai untuk kopi & cangkir kecil yg berukuran setengahnya. Ngopi mengpakai cangkir kecil sudah biasa di Tulungagung, tidak seperti di kota-kota lain. Pembedaan dua tipe gelas tersebut juga mempengaruhi harga kopi. Jika kopi di gelas biasanya berkisar harga 2500 hingga 5000 rupiah, maka kopi di gelas cangkir dapat tidak lebih dari harga 2000 rupiah.
Setelah melewati beberapa pertanyaan tersebut, anda baru dapat memilih tempat duduk & menunggu kopi disajikan. Betapapun sebenarnya tidak memakan waktu yg lama untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, tetapi itulah yg membedakan antara ngopi di Tulungagung dengan di kota lain, yaitu kompleksitasnya dalam memesan kopi
Tulisan ini ditulis oleh Mohammad Sirojul Akbar diCangkemanpada tanggal 4 April 2022.
Hari ini 01:19