Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hello GanSis selamat pagi & selamat beraktivitas & tetap jaga kesehatan & protokol kesehatan dengan menerapkan 3M dimanapun berada ya GanSis.
Kali ini di hari yg mungkin menciptakan muak GanSis, kreator mau kasih tahu sebuah berita yg cukup menyedihkan dari negara tetangga kita yakni Australia.
Jika GanSis ada ynag udah tahu & udah baca berita tentang kejadian yg dilakukan di Australia ini mungkin satu sisi GanSis pesayang kucing pasti marah & namun satu sisi juga ada rasa kasihan bagi penduduk Australia khususnya Australia bagian timur. Jadi beritanya baru-baru ini Australia terkena wabah tikus saat ini belum reda kasus Covid yg terjadi di belahan dunia, kali ini Australia harus menghadapi wabah tikus yg mengganas khususnya Australia bagian Timur yakni wilayah Queensland & sekitarnya. Banyak yg mengaitkan wabah tikus ini dengan kejadian pemburuan kucing yg banyak di bunuh oleh pemerintah Australia saat itu.
Sumber Gambar
Wabah tikus ini bukan cuma merusak panen & menciptakan rugi petani di Australia namun juga tikus-tikus ini memakan kabel-kabel jaringan yg ada di Australia bagian timur. Wabah tikus yg melanda Australia ini sudah berangsur selama berbulan-bulan, yg lebih mengkhawatirkan lagi bahwa urine & kotoran si tikus ini menciptakan air & makanan warga jadi tercemar & menimbulkan banyak penyakit akibat kotoran yg disebabkan oleh wabah tikus ini. Bahkan GanSis informasi dari National Geographic bahwa tikus ini bukan cuma menyerang area penduduk saja bahkan hingga ke fasilitas publik seperti rumah sakit.
Banyak pasien yg sakit akibat makanan & air minum mereka sudah terkontaminasi oleh tikus. Bahkan dirumah sakit pasien yg sakit akibat wabah tikus ini juga tak luput dari serangan tikus banyak pasien yg di gigit sama si tikus ini, jadi dapat dibilang tak ada tempat untuk manusia semua tempat sudah dikuasai oleh tikus. Penyebab dari wabah tikus ini GanSis dari beberapa artikel menyatakan bahwa hal ini terjadi akibat pembataian kucing yg terjadi di Australia, dimana pemerintah Australia ini sudah dirilis & dilakukan sudah sejak 2019, alasannya oemerintah harap mengurangi populasi kucing di Australia karena banyak kucing Australia memakan hewan endemik di Australia, jadi pasa saat itu di lansir New York pada 2019 pemerintah harap memusnahkan hampir 2 juta populasi kucing di Australia.
Bahkan menurut menteri lingkungan hidup kucing liar adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan lingkungan hidup & habitat hewan asli di Australia. Di tahun 2019 cara pemerintah Australia membunuh & mengurangi populasi kucing adalah dengan cara memberikan sosis beracun, bahkan menurut pakar yg mengembangkan racun untuk mengurangi populasi kucing di Australia saat itu makanan untuk kucing haruslah enak, karena itu terakhir kali mereka makan & selanjutnya akan mati, bahkan pada saat itu ada 160 ribu orang menandatangani & menolak petisi pembunuhan kucing ini.
Kembali ke wabah tikus, banyak spekulasi beranggapan bahwa wabah ini terjadi akibat pembataian ribuan kucing di Australia dari tahun 2020-2021. Namun hal ini tidak dijelaskan secara gamblang apakah wabah tikus ini merupakan akibat kebijakan pemerintah mengurangi populasi kucing atau memang murni karena kondisi alam. Ternyata wabah tikus ini bukan perdana kali terjadi di Australia, ternyata kejadian wabah ini memang sudah rutin terjadi di Australia yg dapat dibilang sudah sering terjadi, namun yg terjadi di 2021 ini adalah wabah tikus terparah yg pernah Australia hadapi.
Sumber Gambar
Penyebab utama dari wabah ini adalah Mus muculus (tikus rumahan) yakni species tikus pendatang yg mempunyai tingkat adaptasi yg tinggi kepada lingkungan & wilayah di Australia, bahkan di cuaca yg sangat ekstrim di Australia tikus ini tetap hidup, bahkan pada musim kekeringan di Australia tikus ini juga sanggup hidup. Awalnya tikus rumahan ini datang melalui kapal-kapal eropa yg saat itu berlayar dari Eropa menuju daratan Australia. Bahkan sepasang tikus rumahan ini kalau dalam musim kimpoi dapat melahirkan hampir 500 ekor tikus. Banyak juga yg bertanya bagaimana wabah tikus ini dapat mengganas di Australia saat ini?.
Menurut beberapa penueliti di Australia hal ini diakibatkan Australia baru saja mengalami musim panas yg basah & terjadi panen yg cukup akbar & ini merupakan pakan alami dari tikus-tikus tersebut akhirnya berkembang biak jadilah over populasi tikus di Australia saat ini, & banyak para pakar lebih menyalahkan akibat rusaknya habitat bagi burung-burung predator pemakan tikus yg sudah rusak parah, seperti elang tikus, burung hantu boobok, & ular yg rusak akibat arus urbanisasi yg memaksa menggusur habitat predator tikus ini akibatnya rantai makanan di alam australia jadi tak seimbang.
Lebih mengagetkan lagi adalah hal ini merupakan awal, bahkan menurut telegraph tikus di Australia pada musim dharap akan masuk kedalam ruangan mencari tempat yg hangat & akan ngumpul disatu ruangan. Bahkan pemerintah sudah menghimbau supaya masyarakat menutup lubang-lubang yg mengindikasi masuknya tikus kedalam rumah warga. Kreator gak kepikiran sih kalau ini terjadi di Indonesia.
Intinya dari kejadian Australia ini kita harus benar-benar menjaga keseimbangan alam ya GanSis bagaimanapun manusia cuma diberikan tugas mengatur bumi & isinya ini. Jadi mari kita jaga keseimbangan & rantai makanan mahluk hidup dimanapun kita berada.
Sekian informasi dari kreator semoga kita dapat belajar dari kejadian di Australia ini ya GanSis sekian & Terimakasih....
Quote:
Sumber & Referensi
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
Hari ini 21:22