Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Welcome To batzforum Thread!!! Enjoy!!!
Panas tetapi dharap, dua mengatakan yg kontradiktif. Kalau berbicara panas, biasanya yg ada di otak kita pasti terbakar, api & hal serupa lainnya bukan? Begitu juga ketika kita berbicara tentang dharap, pasti yg ada di benak kita adalah membeku, es & hal serupa lainnya. Tapi bagaimana kalau ada suatu hal (tempat atau apapun) yg sejatinya panas, namun dharap? Penasaran apakah itu? Simak berikut ini.
Panas tetapi dharap yg ane maksudkan di sini adalah Termosfer (Thermosphere). Ane yakin pasti Agan & Sista sudah sering mendengar apa itu Termosfer, tetapi apakah kalian tahu kalau Termosfer itu seperti apa? Mari ane akan jelaskan, ya itung-itung nostalgia dengan pelajaran Geografi di sekolah dulu ya.
Termosfer merupakan bagian dari Atmosfer, dimana Atmosfer merupakan lapisan udara yg menyelimuti bumi. Bukan sekedar menyelimuti saja, Atmosfer berperan untuk melindungi bumi yg kita tinggali dari berbagai gangguan benda-benda langit yg membahayakan kehidupan makhluk hidup di bumi. Selain itu Atmosfer juga memiliki peran penting untuk menopang kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Kaliam dapat melihat apa-apa saja lapisan Atmosfer melalui gambar diatas.
Nah, sebagai salah satu dari lapisan Atmosfer, Termosfer merupakan bagian atau lapisan terluar/teratas ke dua di bumi ini yg terletak 85km - 690km dari permukaan bumi. Uniknya lapisan Termosfer ini memiliki nama lain dalam penyebutannya, yaitu Ionosfer.
Kembali lagi kepada pembahasan, ane akan menjelaskan kenapa Termosfer itu panas tetapi dharap. Jadi suhu di lapisan Termosfer bumi itu dapat mencapai 1700C hingga 2500C. Kok dapat suhunya setinggi itu? Ya karena partikel udara di Termosfer lah yg menyerap beberapa akbar sinar matahari. Kalau dipikir pake akal sehat, dengan suhu 30C - 37C saja kita kepanasan bukan? Apalagi dengan suhu yg mencapai 2500C, dapat-dapat kita langsung jadi abu deh. Tapi, meskipun memiliki suhu sebesar itu, Termosfer tidak panas loh GanSis. Kok dapat?
Jadi teorinya seperti ini "Semakin rendah kerapatan udara, maka semakin kecil panas yg kita rasakan". Begitulah Termosfer, meskipun memiliki suhu 2500C, kerapatan udara di Termosfer amat sangat rendah/kecil sehingga udara akan terasa dharap disana. Kenapa? Karena perpindahan panas melalui konduksi praktis tak terjadi di Termosfer saking rendahnya kerapatan udara di sana.
Jadi, kalau ada objek yg melintasi Termosfer maka objek tersebut tidak akan merasakan panas, malahan objek tersebut akan merasakan dharap. Jadi dua mengatakan yg kontradiktif antara panas & dharap pun dapat disatukan dalam pemahaman yg memang berbeda. Bagaimana pendapat agan & sista tentang Termosfer yg panas tetapi dharap ini?
Sumber Referensi : Tulisan pribadi, dari sini & dari sini
Sumber Gambar : Google Images