Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Untuk semua pemudik yg saat ini tengah berjuang menerobos kemacetan, mari kita berbagi keluh kesah sejenak. Tampaknya mudik sudah jadi kegiatan tahunan yg menarik perhatian seluruh penjuru negeri. Sebenarnya tidak cuma dalam negeri, beberapa negara lain juga mengalami fenomena yg sama setiap tahunnya & setiap tahunnya sering sama, ada iklan Marjan.
Mudik sudah jadi kebiasaan, namun bukan berarti mudik itu menyenangkan. Bagi beberapa orang mudik jelas merupakan kesempatan langka untuk berkumpul bersama sanak keluarga menyambut hari Idul Fitri, tetapi bagi beberapa yg lain mudik dapat saja jadi sebuah siksaan.
Begini, saya kenal beberapa orang yg merantau ke luar pulau demi mencari peruntungan yg lebih baik. Beberapa berhasil, beberapa tidak. Setiap tahunnya mereka akan mengerjakan mudik, entah karena harap atau karena terpaksa. Bagi mereka yg sukses di perantauan pastilah tak ada masalah untuk mudik, masalahnya adalah bagi mereka yg tidak.
Beberapa kenalan saya yg harus mudik sering kali meminjam sejumlah akbar uang untuk mudik. Sebagian untuk tiket pulang, beberapa untuk oleh-oleh, & beberapa lagi untuk dipamerkan di kampung halaman. Mereka pastilah malu kalau pulang dengan tangan kosong & karena itulah meminjam uang seolah jadi kewajiban setiap tahunnya.
Dan kemudian yg menunggu mereka adalah perjalanan mudik yg memabukkan. Karena harus berhemat maka bepergian mengpakai pesawat tidaklah memungkinkan jadi para pemudik harus memilih bus atau kereta api sebagai transportasi mereka. Beberapa daerah menyediakan mudik gratis mengpakai bus tetapi tetap saja di jalan pasti terkena macet.
Coba bayangkan berdiam di tengah jalan selama berjam-jam, apalagi kalau tak ada kenalan & tak ada powerbank. Panas, berisik, lapar, pantat keram, merasakan semua itu dari pagi hingga malam cukup untuk menciptakan siapa saja jadi gila. Belum lagi kalau di tengah jalan ban mobil bocor, ahsudahlah.
Dan kemudian, tiba di tempat tujuan. Melihat kembali wajah-wajah keluarga memang dapat memberikan kesenangan untuk sesaat namun setelahnya Anda akan dirundung dengan pertanyaan-pertanyaan seperti mana calonnya? kapan nikah? belum punya mobil sendiri ya? Yeah, pertanyaan-pertanyaan seperti itu.
Lalu keponakan-keponakan Anda yg jenaka & berpipi tembem akan terus menempel meminta THR. Teman-teman lama akan berkunjung & memamerkan prestasi mereka. Mantan Anda yg pernah jadi kenangan terindah pun sudah menikah dengan pria lain yg jauh lebih ganteng daripada Anda
Bagi-bagi THR, tamasya ke sana-sini, membeli tiket untuk pulang. Akhirnya Anda pun harus kembali merantau dengan setumpuk hutang menunggu Anda. Jika tahu keadaan saat pulang akan jauh lebih buruk, kenapa tetap bersikeras untuk mudik? Mengapa?
Karena alasan yg sama semua orang mengerjakannya. Beberapa dipaksa untuk mudik, beberapa yg lain cuma ikut-ikutan, sedangkan sisanya mengharapkan kebahagiaan. Bukankah itu indah? Berkumpul dengan keluarga yg sudah terpisah selama setahun, saling mengenang masa lalu, saling mendoakan yg terbaik untuk satu tahun ke depan. Layaknya sekuntum kembang di padang tandus, hal itulah yg semua orang butuhkan dalam hidup.
Jadi, untuk kalian semua yg tengah dalam perjalanan pulang, semoga mudik tahun ini jadi pengalaman yg indah. Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 05:12