• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pameran di Moscow sudah dibuka!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Wehr
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Wehr

IndoForum Newbie F
No. Urut
95721
Sejak
19 Apr 2010
Pesan
15
Nilai reaksi
0
Poin
1
Di Musium Negeri Seni Bangsa-Bangsa Ketimuran telah dibuka pameran “Kalung Khatulistiwa. Pulau Bali”. Pameran tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia.

Pameran dibuka oleh Direktur Jenderal Musium, Aleksander Sedov dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Rusia, Hamid Awaludin.

“Pameran tersebut merupakan suatu kesimpulan karya-karya seni yang unik dari Tim Ekspedisi Seni”,- kata Direktur Musium.

Duta Besar Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Musium: “Saya sangat senang bahwa Musium Ketimuran memandang penting penyelenggaraan pameran ini”. Menurutnya, pembukaan pameran tersebut merupakan saat-saat yang sangat berarti dalam pengembanan hubungan kedua negara: “Karya-karya seni dalam pameran ini merupakan jembatan antara bangsa Rusia dan Indonesia”, tandas Duta Besar. Selanjutnya, dengan memukul gong, Duta Besar menyampaikan bahwa pameran secara resmi dibuka.

Pada saat melakukan eskpedisi seni ke Indonesia di bawah pimpinan Vladimir Anisimov, tempat yang menjadi pusat pekerjaan karya seni tim ekspedisi tersebut adalah Ubud di Pulau Bali. Kota tersebut tidak besar dan berjarak sekitar 80 km ke arah Timur Laut Denpasar yang merupakan pusat Bali. Pemilihan kota tersebut sebagaimana disampaikan Direktur Musium, Aleksander Sedov, adalah bukan tidak disengaja. Tempat tersebut bukan hanya merupakan tempat seni lukis di salah satu wilayah pegunungan di pulau Bali, tapi juga sebagai pusat kehidupan seni pulau tersebut. Di jalan-jalan kecil kota tua tersebut terdapat banyak kios-kios barang kerajinan dimana bekerja para pengrajin dan seniman, galeri dan juga terdapat beberapa musium seni.

Para pengunjung pameran dapat melihat sudut-sudut jalan di Ubud dalam enam lukisan karya N. Burtova yang dibuat dengan cat air di kain kanvas.

Di kota tersebut, para seniman Rusia tidak hanya melukis, tetapi juga berhasil menguasai secara mendalam rahasia-rahasia para pengrajin Bali.

Di pameran tersebut dipamerkan hasil-hasil karya, seperti kerajinan dari kaca, keramik dan kayu jati.

Yang sangat mengesankan adalah komposisi ukiran unik roda-roda besar pedati dari kayu.

Dengan pahatan lembut seorang seniman, roda tua kayu jati yang sudah dimakan kumbang berubah menjadi suatu komposisi karya seni yang indah dengan gaya Bali.

Ukiran langit-langit dari kayu jati menghiasi pameran. Dekorasi tersebut adalah hiasan keraton Sultan Surakarta yang dibuat tahun 1600.

Sultan Keraton Surakarta pernah mengundang seniman-seniman Rusia untuk memperbaiki keraton. Pada saat rekonstruksi terdapat penggantian beberapa ornament lama dengan yang baru. Sebagai tanda terima kasih atas pekerjaan seniman Rusia tersebut, Sultan menghadiahkan ukiran langit-langit tersebut kepada mereka.

Dengan melihat karya-karya seni dalam pameran tersebut, mungkin dapat dicatat suatu kesimpulan bahwa Indonesia kurang begitu dikenal di Rusia dan juga keanekaragaman budayanya. Terdapat suatu stereotip: “Indonesia adalah Bali” yang didasarkan pada perjalanan-perjalanan wisata dan iklan-iklan hotel, serta tur wisata. Para seniman dapat mengesampingkan stereotip tersebut dalam beberapa hal dan menunjukan bahwa selain pantai, laut dan keindahan alam lainnya di Bali terdapat juga budaya yang asli dimana mereka berusaha merasakannya dan menuangkannya dalam suatu karya seni.

Tentu saja terdapat suatu keinginan bahwa karya-karya seniman dan pengrajin Indonesia didatangan ke Rusia untuk dipamerkan tidak hanya di musium-musium di Moskow, tetapi juga di seluruh Rusia dan itu merupakan rencana ke depan. Sementara itu, pembukaan pameran ini merupakan langkah awal kegiatan mendatang.

Dapat dicatat bahwa pembukaan pameran berhasil diselenggarakan. Para pengunjung dapat melihat karya-karya seni yang dipamerkan, tarian daerah dan juga mencicipi makanan Indonesia, serta dalam suasana santai bercengkrama dengan para seniman.

Pameran berlangsung sampai tanggal 24 Mei.

Sumber
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.