Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pada Mata Najwa kali ini, agaknya sedikit berbeda dari yg sebelum-sebelumnya, karena mbak Najwa terlihat tengah mewancararai & meminta klarifikasi serius dengan kursi kosong. Kursi kosong tersebut merupakan kursi yg di sediakan untuk Menkes Terawan yg saban hari di undang tetapi enggak pernah datang.
Sebenarnya saya rada geli lihat mbak Najwa dengan mimik seperti biasanya, serius penuh selidik yg semuanya ditujukan ke pak Terawan dalam representsi kursi kosongnya.
Rupanya hampir tiap pekan pak Menkes di undang tetapi tidak pernah memenuhi undangan tersebut. Ya pikiran positif aja gan, siapa tau si bapak lagi sibuk banget atau justru tidak suka tampil di khalayak? Tetapi gimanapun alasannya, Menkeslah garda terdepan yg mesti sering wara-wiri & terlihat sibuk dalam urusan Covid yg saban hari semakin meningkat jumlah yg positif maupun yg meninggalnya.
Sepertinya mbak Nana udah gemes banget nih, & jiwa jurnalisnya meronta-ronta harap ngegebuk dengan berbagai pertanyaan kritisnya. Ini dapat dibilang sebagai sebuah tamparan keras bagi yg di undang dengan mewawancarai bangku kosongnya.
Dalam wawancara sepihaknya sejumlah pertanyaan kritis mbak Nana ajukan, walaupun tidak mungkin mendapat jawaban tetapi setidaknya yang nonton dari jauh denger..
Seperti..
Najwa : Sejak awal anda menganggap virus ini bukanlah ancaman besar, apakah kini anda mengakui bahwa sekarang kita kocolongan dalam langkah penanganan di awal yg semestinya dapat lebih tanggap?
Bangku kosong: .
Najwa: Saya harap klarifikasi infomasi bahwa apakah betul dulu di awal-awal pandemi justru anda yg menolak karantina wilayah?
Bangku kosong: .
Najwa: hingga sekarang kondisi pandemi belum juga terkendali,disaat negara lain sudah dapat memperlonggar situasi, mengapa kita tertinggal?
Bangku kosong: .
Najwa: Presiden berulangkali menegur kinerja anda secara terbuka di publik, saya akan beri kesempatan kepada anda untuk menjelaskan teguran itu satu persatu,
- kenapa test kita belum juga hingga target?
- mengapa resapan anggaran kementerian masih rendah?
-mengapa berbagai peraturan & birokrasi masih bergelit di kementerian kesehatan?
-mengapa proteksi tenaga kesehatan kita belum maksimal?
-angka kematian Nakes kita tinggi, bukannya Menkes semestinya sebagai pelindung & pembela mereka?
Bangku kosong: .
Sebenarnya masih banyak pertanyaannya mbak Nana yg sekaligus juga mewakili tanya masyarakat, tetapi gak saya lanjutin nulisnya, kasian bangku kosongnya.
Pak Menkes dicariin Mata Najwa!!
saking harapnya, ngedit-edit deh
Menkeslah yg jadi sosok yg ditunggu dalam keadaan darurat Covid-19 ini, saya mau ngutip cuitannya Mata Najwa yg bilang betapa pun jumlah satgas & komite yg dibentuk, Kemenkes tetaplah pengampu utamanya, kemenkes yg yang memiliki kewenangan, anggaran, perangkat birokrasi terkait sektor kesehatan.
Pak.. dicariiin pakkk! Mr bean aja udah tergelatak tak berdaya kelamaan nunggu hehe
Quote:
by. rukminiirawan
referensi tulisan & sumber gambar1,23
Hari ini 00:01