roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Selasa, 4 November 2008 | 10:08 WIB
PANGKALPINANG — Tak saja Mawar (bukan nama sebenarnya) yang menjadi korban aksi cabul NZ, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Pangkalpinang. Ternyata ada enam murid perempuan teman sekolah Mawar yang menjadi korban NZ.
Perbuatan cabul oknum guru itu terungkap setelah tujuh korban itu berani mengatakannya kepada polisi. NZ ditangkap anggota Polsek Bukit Intan, Sabtu (1/11), dengan tuduhan dugaan pencabulan terhadap muridnya.
Berdasarkan keterangan kepada penyidik, perbuatan NZ terhadap tujuh siswinya di sebuah SDN Desa Sanfur sejak Agustus hingga Oktober 2008. Modusnya dengan cara berpura-pura menasihati, sambil mencium, dan memeluk para siswinya.
Murid yang pernah dicabuli NZ, seperti Mawar yang masih duduk di kelas III hingga murid kelas VI. Empat dari tujuh korban sudah dimintai keterangan polisi dan mengaku diperlakukan sama oleh pelaku.
Para korban mengatakan, tempat yang kerap digunakan untuk mencabuli mereka di ruangan alat peraga, misalnya yang terjadi pada Mawar. Dia pertama kali diperlakukan tidak senonoh pada 30 Agustus pagi. Tindakan sang guru berlanjut pada 11 November di ruang peraga sekolah tersebut.
Tak saja sekadar memeluk dan mencium, NZ juga sempat menempelkan alat vitalnya. Seusai kejadian itu, korban menangis dan melaporkan kepada orangtuanya.
NZ di depan penyidik membantah telah berlaku tidak senonoh terhadap ketujuh siswinya. Dia mengaku memeluk siswinya, tetapi sebagai ungkapan kasih sayang seorang guru kepada muridnya.
"Saya anggap seperti anak sendiri. Saya menempelkan hidung saya dengan pipi siswi dan bilang kepada mereka agar belajar dengan rajin," kata NZ yang mengaku dalam kondisi stres saat diperiksa penyidik.
Dia merasa terpukul dengan laporan keluarga korban. Apalagi, sebelumnya masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan orangtua korban.
Mengenai menggesekkan alat kelamin, menurut NZ saat dipeluk siswi tersebut bergerak-gerak. Dia juga membantah bila sengaja memegang alat kelamin siswinya. "Itu tidak benar. Murid saya benda hidup, tentunya dia bergerak-gerak saat dipeluk. Saat saya memeluk satu siswi, murid lain ada yang lihat," kata NZ yang sudah 13 tahun mengabdi sebagai guru.
NZ juga bingung memikirkan nasib istri dan dua orang anaknya yang masih kecil. Guru SD mata pelajaran IPA itu bahkan mengaku tidak memiliki rumah untuk keluarganya berteduh.
Kini, hari-harinya berada di balik jeruji besi. Tersangka dikenai Pasal 289, 294 Ayat 2 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 "Tersangka kita jemput di rumahnya. Dia awalnya menolak kita bawa untuk menjalani pemeriksaan. Saksi dan korban sudah mengarah NZ melakukan tindakan tersebut," ujar Kapolresta Pangkalpinang AKBP AA Oka Putra melalui Kapolsek Bukitintan AKP Herni Siswati.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, NZ diamankan di Mapolsek Bukitintan. Penyidik masih memintai keterangan tiga siswi lainnya yang diduga juga diperlukan tidak senonoh. (h2)