• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Padusan, Warga Tersengat Ubu-ubur Beracun

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Menyambut datangnya Ramadan, warga melakukan ritual padusan atau menyucikan diri dengan cara mandi di kolam, sungai, atau pantai. Salah satunya di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DIY.

Ribuan umat muslim telah berdatangan ke Parangtritis sejak pukul 11.00 WIB. Mereka yang datang makin banyak menjelang sore. Namun, di tengan antusiasme warga, bahaya mengancam. Sejumlah pengunjung pantai tersengat ubur-ubur beracun. Akibatnya, kulit para korban terasa panas, kulit memerah.

"Dari tadi pagi hingga menjelang pukul 15.00 WIB sebanyak 37 warga yang melakukan padusan di Pantai tersengat ubur-ubur beracun," kata Komandan SAR Pantai Parangtritis, Ali Joko Sutanto, Kamis 19 Juli 2012.

Padahal, Ali menambahkan, pihaknya tak henti-hentinya memberikan peringatan melalui pengeras suara, juga poster soal adanya ubur-ubur beracun. Namun himbauan itu tak dihiraukan para pengunjung.

"Kalau ada yang tersengat mereka langsung menuju ke posko SAR guna diberi pertolongan pertama," paparnya

Korban yang tersengat ubur-ubur beracun cukup diolesi dengan alkohol pada bagian kulit yang tersengat. Setelah itu diberi ramuan rempah-rempah. Kulit selanjutnya ddibasuh dengan air hangat.

"Kalau kami hitung sejak munculnya ubur-ubur beracun di Pantai Parangtritis awal bulan Juli yang lalu, setidaknya 250-an pengunjung Pantai Parangtritis menjadi korban sengatan," kata dia.

Salah satu korban sengatan ubur-ubur beracun Widodo (25) tahun warga asal Solo, Jawa Tengah mengatakan, ubur-ubur bercampur dengan ombak, sehingga tak terlihat. Korban biasanya tak sadar kena senagatan, rasa sakit baru dirasakan beberapa menit kemudian.

"Ketika tersengat tidak terasa, namun setelah beberapa waktu kulit terasa panas seperti tersengat kalajengking," ujarnya.
xkK8.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.