yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sebuah pabrik tahu di jalan Gardu Rt 11 Rw 03 Kampung Bambon, Serengseng Sawah, Jakarta Selatan meledak, Selasa 27 November 2012. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
Akibat ledakan ini, tiga orang kritis. Satu orang luka parah dengan kondisi tangan terputus. Korban diketahui bernama Waryo 26 tahun dan Arifin 40 tahun. Sedangkan satu korban lainnya belum diketahui identitasnya.
"Korban masih dalam penanganan," ujar Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Arsalam, Jakarta, Selasa 27 November 2012.
Waryo dan Arifin langsung di bawa ke Rumah Sakit Bunda Margonda untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara satu korban lainnya di Rumah Sakit Andika, Lenteng Agung.
Belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Diduga ledakan terjadi akibat tabung gas. Saat ini petugas dari Polsek Jagakarsa masih berada di lokasi kejadian.
Satu korban ledakan pabrik tahu di Jagakarsa, Jakarta Selatan, meninggal di Rumah Sakit Bunda Margonda, sekitar pukul 11.45, siang ini. Korban tewas akibat luka bakar serius, dan tangan kiri putus serta luka berat di paha bagian kiri.
"Pihak keluarga nggak mau diautopsi. Katanya mau langsung dibawa ke Pemalang, Jawa Tengah, biar langsung dikuburkan," kata Kapolsek Jagakarsa Komisaris M Arsallam di lokasi pabrik, Selasa 27 November 2012.
Menurut Arsallam, mengusut ledakan yang terjadi di pabrik tahu berlokasi di Kampung Banbon Rt 11 Rw 02, Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu polisi memeriksa pemilik, Iwan Sukerlan. Polisi menduga pabrik itu tidak memenuhi standar keselamatan pekerja.
"Yang bersangkutan masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Mabes terkait ledakan yang terjadi."
Ledakan hebat yang terjadi di pabrik tahu itu melukai tiga orang karyawan. Mereka masing-masing, Anwar, Waryo dan Arifin. Luka paling terparah dialami Arifin. Pria berusia 40 tahun itu mengalami luka bakar hampir 70 persen.
Akibat ledakan ini, tiga orang kritis. Satu orang luka parah dengan kondisi tangan terputus. Korban diketahui bernama Waryo 26 tahun dan Arifin 40 tahun. Sedangkan satu korban lainnya belum diketahui identitasnya.
"Korban masih dalam penanganan," ujar Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Arsalam, Jakarta, Selasa 27 November 2012.
Waryo dan Arifin langsung di bawa ke Rumah Sakit Bunda Margonda untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara satu korban lainnya di Rumah Sakit Andika, Lenteng Agung.
Belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Diduga ledakan terjadi akibat tabung gas. Saat ini petugas dari Polsek Jagakarsa masih berada di lokasi kejadian.
Satu korban ledakan pabrik tahu di Jagakarsa, Jakarta Selatan, meninggal di Rumah Sakit Bunda Margonda, sekitar pukul 11.45, siang ini. Korban tewas akibat luka bakar serius, dan tangan kiri putus serta luka berat di paha bagian kiri.
"Pihak keluarga nggak mau diautopsi. Katanya mau langsung dibawa ke Pemalang, Jawa Tengah, biar langsung dikuburkan," kata Kapolsek Jagakarsa Komisaris M Arsallam di lokasi pabrik, Selasa 27 November 2012.
Menurut Arsallam, mengusut ledakan yang terjadi di pabrik tahu berlokasi di Kampung Banbon Rt 11 Rw 02, Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu polisi memeriksa pemilik, Iwan Sukerlan. Polisi menduga pabrik itu tidak memenuhi standar keselamatan pekerja.
"Yang bersangkutan masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Mabes terkait ledakan yang terjadi."
Ledakan hebat yang terjadi di pabrik tahu itu melukai tiga orang karyawan. Mereka masing-masing, Anwar, Waryo dan Arifin. Luka paling terparah dialami Arifin. Pria berusia 40 tahun itu mengalami luka bakar hampir 70 persen.