Ajido-Marujido
IndoForum VIP: The Special One
- No. Urut
- 10016
- Sejak
- 31 Des 2006
- Pesan
- 4.815
- Nilai reaksi
- 147
- Poin
- 63
Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti sabu-sabu hasil penggerebegan di Jalan Cemara Permai No.3 blok ST/C3-15 Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (19/3). Saat ini polisi terus mengembangkan kasus ini.
SELASA, 25 MARET 2008 | 05:42 WIB
JAKARTA, SELASA - Sabu-sabu yang berhasil diselundupkan ke Indonesia ditenggarai dibuat di tengah laut lepas. Pabriknya dibangun di atas kapal. Sehingga sindikat pembuatan sabu itu bisa leluasa memproduksi dan tidak tersentuh oleh hukum negara manapun.
Dugaan pembuatan sabu di tengah laut lepas ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalakhar BNN) Komjen Made Mangku Pastika, seusai penandatanganan nota kesepahaman antara BNN dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta, kemarin.
Menurut keterangan, sindikat narkoba internasional itu diduga dari darat hanya membawa bahan- bahan dasar pembuatan shabu-shabu. Kapal sudah dilengkapi dengan laboratorium dan alat produksi. Setelah sampai di laut lepas, bahan-bahan dasar tersebut diracik menjadi sabu. "Kemajuan teknologi memungkinkan mereka memproduksi di tengah laut lepas. Dari darat hanya membawa bahan-bahan prekursor sabu dan kemudian memproduksinya di tengah laut yang tidak bisa di tindak oleh negara manapun," ungkap Mangku Pastika.
Dugaan pembuatan sabu di tengah laut itu diungkapkan Made Mangku Pastika setelah beberapa kali polisi berhasil mengungkap penyelundupan sabu jadi ke Indonesia dalam jumlah besar. Kasus terakhir adalah pengungkapan kasus penyelundupan sabu seberat 6 kuital lebih di perumahan elit Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, 19 Maret.
Sabu senilai Rp 600 miliar itu diamankan Polda Metro Jaya sesaat setelah dinaikan dari kapal speedboad dan dibawa oleh mobil boks. Kapal speedboad ini masuk lewat sungai yang berada di belakang perumahan PIK. Diduga sebelumnya barang itu dibawa oleh kapal besar yang kemudian sandar sementara di tengah laut. Agar mudah menyusup ke pelabuhan rakyat yang tidak diawasi petugas, pengangkutan dilanjutkan dengan speedboad.
Modus serupa sebelumnya juga pernah diungkap oleh Polri di Teluk Naga, Tangerang, Bantan, pada tahun 2006 lalu. Sabu seberat hampir satu ton (956 kilogram) ini juga tengah dipindahkan dari sebuah kapal kecil dan diangkut sebuah mobil. Seorang polisi yang menghadang mobil pengangkut sabu itu, ditabrak.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Arman Depari juga mengungkapkan dugaan serupa. Menurut Arman, pihaknya telah mendapatkan informasi pembuatan sabu dilakukan laut bebas. Hanya saja belum mendapat bukti yang jelas tentang informasi tersebut. "Kita tengah menyusuri dan mendalami informasi itu. Kita belum mendapatkan bukti dan petunjuk yang jelas atas informasi itu," katanya.
sumber: http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.25.05423940&channel=1&mn=1&idx=1