• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pabrik di Wonogiri Ini Garap Pesanan H&M dan Gap

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Presiden Joko Widodo telah meresmikan pabrik tekstil PT Nesia Pan Pacific Clothing di Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Pabrik yang dibangun investor asal Korea Selatan ini memproduksi pakaian jadi yang seluruhnya diekspor ke Amerika Serikat dan Korea.

CEO Pan Pacific Group Suk-won Lim menjelaskan, pihaknya sudah membuka bisnis di Indonesia sejak tahun 1990-an. Kemudian, pada tahun 2007 silam, pihaknya pun mendirikan pabrik di Salatiga, Jawa Tengah.

"Infrastruktur (di Jawa Tengah) bagus untuk bisnis kami. Oleh karena itu, kami sedang mencari tempat untuk mengekspansi bisnis. Kami bertemu Wonogiri, maka kami membuka bisnis separuh di sini dan ekspansi usaha kami," ujar Lim kepada wartawan di pabrik PT Nesia Pan Pacific Clothing di Wonogiri, Jumat (23/1/2016).

Lim mengatakan, ketika pihaknya ingin mengekspansi bisnis di Indonesia, lokasi pabrik yang dicari adalah di kawasan Salatiga, Semarang, dan Solo. Namun, pada akhirnya pilihan jatuh ke Wonogiri lantaran posisi daerah yang relatif tinggi, sehingga tembusan angin cukup bagus.

Terkait produksi, Lim memaparkan, Pan Pacific Group menargetkan produksi 30 juta potong pakaian jadi dalam 3 tahap selama 4,5 tahun di 7 pabriknya di Indonesia. Adapun target tahap pertama adalah 8 juta potong per tahun.

"Ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat, itu 70 persen ke AS dan 30 persen ke negara lain. Produksi tahap pertama buyer kami H&M dan Gap 100 persen ekspor," terang Lim.

Saat ini, pabrik tersebut masih menggunakan 20 persen bahan baku dari Indonesia. Ke depan, Lim mengaku pihaknya akan menambahkan bahan baku asal Indonesia hingga mencapai 50 persen.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.