• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[P] Target PAPUA MERDEKA Setelah Timor Timur

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. xuXux
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

xuXux

IndoForum Newbie E
No. Urut
45114
Sejak
2 Jun 2008
Pesan
30
Nilai reaksi
1
Poin
8
Dalam Acara METRO REALITAS yang dipandu oleh Eva Julianti, Kamis 21 Agustus 2008 sekitar Jam 13:00, Bapak Amin Rais menyatakan bahwa dia diberitahu oleh salah seorang mantan PM Ausie, yang dalam bahasa Indonesianya adalah (Mr.Rais, Saya prihatin bahwa negara tetangga anda dan ditambah beberapa negara tetangga yang jauh [EUROPA & USA], yang dulu menggalang kekuatan menarik Timur Timur lepas dari Indonesia, sekarang mereka sedang bekerja untuk menarik lepas PAPUA barat dari pangkuan Indonesia), info inipun sudah disampaikan ke SBY, 6 bulan yang lalu (dalam hal ini Pak Amin Rais bisa Jernih berpikir), dan infonya menjadi kenyataan sekarang, dengan adanya surat dari konggres Amerika yang disampaikan ke pemerintah RI yang isinya memerintahkan pemerintah RI untuk melepaskan tahanan separatis OPM (kasarnya).

Freeport masuk ke Papua Barat sejak jaman orde baru, dan diperpanjang sebelum Pak Harto lengser, sampai sekitar tahun 2040 an, dimana sudah beberapa puncak gunung hilang, dan sekarang di bor ke dalam perut buminya makin dalam terus dan teruuusss.

Tembagapura itu namanya kurang pas sebab ternyata produksi sampingan emasnya terbesar didunia, seharusnya namanya Emaspura dengan sampingan tembaga terbesar didunia, dari segi nama emas itu PPN nya lebih besar kalau freeport disebut tambang emas, lah kalau emas sebagai sampingan PPN nya yah minim gitu loh, yang lebih mengherankan perusahaan sekaya freeport kenapa tak mau membuat pabrik pengolahan tambang di Papua (yang dapat menampung tenaga kerja yang banyak dan sekaligus alih teknologi), malah semua tanah tambang diangkut ke Ausie, untuk diproses disana, sejak awal memang mereka mau myenyembunyikan, hasil apa saja yang boleh kita tahu. dan yang mana harus dirahasiakan.

Semua Presiden kita tak mampu merubah atau negosiasi ulang dengan freeport, dan isu upeti bawah tanganpun katanya sudah lama terjadi, bahkan katanya kalau berani mengutak atik freeport, maka siap-siap aja Papua akan merdeka, rumor seperti ini sudah lama ada dan soal kebenarannya Wallahualam Bissawab.

Kemunafikan barat ini sudah banyak contohnya, kalau kita masih tak percaya rasanya kebangetan, apa musti nunggu kita hancur lebur baru percaya, dalam hal diplomasi kita juga harus taktis, mencari dukungan banyak negara untuk melawan rencana busuk barat ini, mulai dari negara tetangga sampai negara yang sejak lama tak dekat dengan amerika, China dan Russia plus India, oleh sebab itu kita harus abstain mengenai masalah Tibet atau georgia, kalau kita pro Tibet merdeka maka kita tak punya teman untuk mempertahankan Papua?????

Untuk kasus Kosovo opsinya bukan merdeka tapi pihak barat bisa merubahnya jadi negara merdeka lihat video dibawah ini :

http://www.youtube.com/watch?v=kt0XuIS4Nc4


Dibawah ini Ane lampirkan tulisan yang sejenis.

[POLITIK] TANYA KENAPA ?, Konspirasi Barat terhadap Indonesia

Untuk Tanya kenapa ?, bahan diambil dari surat kabar lama dan TV serta buku sejarah.

1) Pada akhir Maret 2008 di Balai sidang ada pameran DEEP Indonesia ke 2, di boot Malaysia ada dive centre Borneo Diver, yang sedang promosikan P.Sipadan, dan dengan bangganya mereka bilang, Borneo diver lah yang pertama merintis usaha di Sipadan, hal ini menimbulkan reaksi spontan, OOOOHHHH kalau gitu, kalian ini biang keladinya (because of youuuu), Indonesia kehilangan 2 pulaunya (Sipadan & Ligitan), mereka juga tahu itu pulau kita, cuma dari iseng coba-coba diving, terus camping, bikin pondok darurat sampai yang permanen, tak ada yang usir atau protes dari kita, akhirnya mereka undang tentara diraja Malaysia untuk menjaga aset yang mereka bangun disana, sudah sekian tahun baru pemerintah Indonesia protes, maunya sih dengan cara baik-baik diselesaikan, maka kita sepakat ke mahkamah international (MI), baik malaysia dan Indonesia sepakat akan menerima apapun keputusan Mahkamah international (MI) dan akhirnya kedua pulau tersebut diserahkan ke malaysia (kejadian ini pada era Presiden Megawati, walaupun prosesnya sendiri sudah jauh sebelum beliau menjabat), dengan alasan malaysia lebih mampu menjaga KELESTARIAN ALAM kedua pulau tersebut TANYA KENAPA?????

(KOMENTAR : Kunci sengketa ini sebenarnya ada sama Belanda dan Inggris, kedua negara inilah yang bisa membuktikan kedua pulau tersebut bekas jajahan Belanda atau bekas jajahan Inggris, kalau bekas Belanda berarti Indonesia punya, kalau bekas Inggris berarti malaysia punya, dalam hal ini kita terlalu Percaya Diri, sebab ada bukti mercu suar yang dibangun belanda di pulau tersebut, plakatnyapun bertulisan belanda, sehingga kita terpancing, waktu malaysia bilang siap terima putusan MI, kita ikutan juga bilang Indonesia juga terima apapun keputusan MI, Kita sedikitpun tak akan pernah menduga kalau mereka berkomplot/konspirasi dengan malaysia untuk mengerjai Indonesia, bukannya bersidang membuktikan kedua pulau itu bekas jajahan siapa, mereka berkomplot bersidang cari alasan lain, supaya bisa dikasih ke malaysia, dan keluarlah alasan pelestarian alam yang amat sangat dipaksakan itu dan sangat lucu kedengarannya, seharusnya kita hanya akan terima putusan MI khusus status pulau itu saja, bekas jajahan siapa, diluar itu kita tak terima dan kalau perlu dengan kekerasan kita rebut kembali, mungkin Belanda kesel karena kita sudah tolak bantuan IGGI, bahkan Perdana mentri Pronk jadi bulan-bulanan kita dan sweeping orang bule sedang marak pula, disini diplomasi kita memang kedodoran, ditambah lagi malaysia main sabun, terbukti soal ambalat yang akan diberikan ke perusahaan minyak belanda dan inggris, itu kan buat bayar uang jasa/ongkos kedua pulau tersebut, padahal salah satu anggota MI asal jepang, sudah membuat catatan bahwa walaupun kedua pulau dimenangkan malaysia, tapi malaysia tak bisa mengclaim 12 mil, 200 mil bahkan 400 mil wilayah, dari batas kedua pulau tersebut, toh malaysia tetap coba-coba juga, itulah nasib kalau negara lagi lemah, siapapun pada MENGHINA, pada akhir pembicaraan dengan orang borneo diver, masih coba-coba menghibur, mereka bilang Indonesia kan punya ribuan pulau, apa artinya cuma dua pulau, reaksi spontan ANE sih, jangan kan dua pulau satu centi meterpun kita tak rela/tidak iklas, mereka pun diam sambil mesem-mesem dengan muka memerah?????).

2) Pada waktu kita masuk ke timor timur, suara protes dari barat dan sekutunya nyaris tak terdengar, mungkin pada waktu itu mereka setuju malah menganjurkan Indonesia masuk, sudah bersusah payah, habis biaya dan nyawa, maka jadilah timor timor propinsi ke 27 pada waktu itu, dan pro kontra pun merebak, pada saat suasana mulai tenang dimana uskup Belo pun sudah sering sowan ke jakarta, mulai barat dan sekutunya bersuara nyaring dan mendesak kita untuk jajak pendapat, dan bodohnya kita mengikuti permainan Barat dan akhirnya setuju juga atas tekanan itu, sekali lagi kita terlalu percaya diri atas hasil kerja intel kita, yang ujung-ujungnya kita kalah secara memalukan dan lepaslah timor timur dari wilayah kita (kejadian ini pada era Presiden Habiebie) TANYA KENAPA?????

(KOMENTAR : Ibarat orang bertani , sudah susah payah buka ladang, mencangkul, kasih pupuk, tanam dan rawat pohon sampai besar, begitu berbuah kita cuma dapat getahnya dan australia dapat nangkanya, kasus timor timur pasca jajak pendapat, citra kita itu rusak banget semua getah yang jelek melekat semua, sedangkan australia tanpa susah payah dapat buah yang sangat manis dan dunia juga bilang dia itu penyelamat dan pelindung timor timur, dulu kontrak minyak di Indonesia itu 20 kita, 80 perusahaan minyak asing, seiring dengan jaman, kita sekarang maunya 80 kita, 20 perusahaan minyak asing, itupun mereka setuju juga, demikian juga waktu perjanjian timor gap dengan australia, mungkin konsepnya seperti itu, tapi begitu timor timur lepas, australia bikin perjanjian yang terbalik 80 ausie dan 20 timor timur, itupun masih dipotong lagi dengan biaya security, apa yang dilakukan ausie disana, rupanya tak ada yang gratis, melihat perubahan sikap barat dulu dan sekarang patut disinyalir adanya konspirasi grand design dari barat untuk kasus timor ini, seharusnya kita meniru India waktu menyatukan kembali Gowa ke wilayahnya (tanpa kompromi tanpa syarat), selain itu kita juga wajib interospeksi, mungkin isu islamisasi timor timur, menjadi alasan, kenapa timor timur lebih suka ikut ausie walaupun separuh terjajah (kolonialisme model baru) ketimbang jadi propinsi RI ke 27 yang bebas?????).

3) Sejak jaman dulu kala konspirasi barat terhadap indonesia sudah dilakukan untuk memecah belah (devide et impera) sebagai contoh kerajaan di jawa dipecah dua, Solo dan Jogya, kemudian solo dipecah dua lagi, tambah Mangkunegaran, jogyapun dipecah dua lagi, ditambah Pakualaman, jaman revolusi kemerdekaan juga tak kurang buktinya, ada negara pasundan, RMS, Permesta bahkan pilot CIA yang tertembak jatuh di Ambon itu bukti nyata, kejatuhan Soekarno oleh tangan kotor CIA dan terakhir kejatuhan Soeharto atas restu Bill Clinton (ada saksinya Prof Henke beritanya sudah ada di ******), bagaimana mungkin negara asing bisa mengatur negara kita, seenak udelnya, dan memaksakan kehendak mereka dibalik dalih demokrasi ala barat, dan kita cenderung pasrah aja kelihatannya TANYA KENAPA?????

(KOMENTAR : Devide et impera itu konsep yang sangat menguntungkan bagi negara yang berjiwa kolonial, sebab dengan memecah belah suatu negara, sudah dapat dipastikan, salah satunya akan pro atau akan sangat tergantung padanya, semakin tergantung samakin baik, sebab ujung-ujungnya negara pecahan itu, akan membayar semua ongkos yang teramat mahal nantinya, kalau tak bisa dipecah belah maka akan dijatuhkan (ganti rezim) contoh jatuhnya Soekarno, sampai kapan ????? sampai barat merasa sudah tak ada manfaatnya lagi, maka ganti rezim lagi, contoh jatuhnya Soeharto, yang penting seluruh dunia kalau bisa tunduk dan taat (baik politik maupun ekonomi) dibawah kendalinya negara kolonial jenis baru ini, apa kita akan pasrah juga?????).

4) Konspirasi jenis ini bukan hanya di Indonesia saja, dibelahan dunia lain juga sudah banyak terjadi, contoh kalau china komunis mengclaim Tibet, karena mewarisi wilayah China nasionalis, maka kalau negara israel mewarisi wilayahnya siapa? yang ada dengan bantuan konspirasi barat mereka merampas tanah yang dijanjikan itu dari bangsa Palestina, sedangkan orang yahudi sendiri sudah beberapa generasi tak tinggal lagi ditanah yang dijanjikan tersebut, kalau sekarang barat mati-matian bela Tibet dengan isu HAM, lalu Hak dan HAM nya Palestina diabaikan TANYA KENAPA?????

(KOMENTAR : Pilih-pilih tebu seperti ini menunjukkan culasnya barat, kalau barat konsisten berjuang murni demi keadilan dan HAM yang netral, maka dia bisa menekan china dalam urusan HAM dan kalau perlu berjuang agar tibet merdeka, asalkan dia juga bisa berjuang untuk kemerdekaan Palestina dan menekan israel juga, urusan huru hara tibet aja, yang dimana korban terbanyak orang Han bukan Tibetan, hebohnya bukan main tuduhan china melanggar HAM, padahal belum pernah terdengar baik diluar negeri maupun dalam negeri, bahwa pemerintah china komunis ngebom orang tibet, sedangkan israel ngebom bangsa Palestina sudah sering banget, sampai sulit dihitung lagi, dan pihak barat diem adem aja, kiprah barat didunia politik global sudah demikian nyata kecurangannya, soal HAM contoh GI gebuki orang sipil irak (lihat Videonya Di Youtube), belum lagi taliban yang dipenjara diperlakukan sewenang-wenang, sejak kejadian 9,11 perlakuan ameriki terhadap umat islam di amerika juga sudah sangat rasialis, apa mereka care atau protes, serta actres dan actor hollywood apa juga ikut berjuang untuk itu, nyatanya nooool /nihiiiillll, bahkan kedua calon presiden ameriki siang-siang udah kampanye akan mendukung israel jika ada yang nyerang, dan tak bisa terima kalau jerusalem kembali ke tangan palestina seperti sebelum perang 1967, dan menolak claim palestina atas tanah mereka yang sudah direbut zionis yahudi (beritanya baca di ****** nih, heiiibattt banget deh), negara lain apa boleh menerapkan standard ganda seperti ini, mustinya boleh dong he he he?????).

5) Yang teranyar, Menteri Kesehatan kita Dr. Siti Fadilah Supari ada omong di TV kita, mengenai pejabat WHO datang ke Indonesia tanpa ba bi bu langsung memusnahkan virus smallpox yang ada di Bio farma, yang biasa dipakai untuk membuat vaksin, dengan alasan penyakit itu sudah tak ada di dunia lagi dan untuk mencegah penyakit ini timbul kembali, maka WHO melakukan pemusnahan massal di seluruh dunia secara paksa, (alasan yang masuk akal dan manusiawi sekali?????), dan kemudian Ibu Mentri omong lagi selang beberapa waktu pejabat WHO datang lagi, dan bilang ternyata USA dan Russia punya senjata Kimia yang pakai virus Smallpox, jadi ada kemungkinan virus ini timbul lagi, tapi Ibu Mentri tak usah kuatir, WHO punya vaksinnya kok, Indonesia kalau mau bisa beli juga, sampai disini ANE langsung Dek, jantung berhenti sebentar karena kesima lohhh kok WHO begitu (TANYA KENAPA?????), udah itu harga vaksinnya jutaan dollar booo, Ibu Mentri kita tak mau beli, selain mahal rupanya dia kesel juga, dan pejabat WHO ini datang berkali-kali katanya, membujuk sambil nakut-nakutin bahayanya lohh, tapi Ibu Mentri kita tetap tegar tak mau beli.

(KOMENTAR : Mustahil WHO tak tahu kalau USA dan Russia punya senjata biolagi virus smallpox, kalau mereka tak mampu memusnahkan senjata biologi tersebut, seharus tak boleh memusnahkan virus smallpox di seluruh dunia, sebab kan masing masing negara bisa bikin vaksin sendiri yang pasti murah meriah, dan ini bukti lagi konspirasi barat melalui WHO tujuannya menguasai bangsa lain dengan ketergantungan Vaksin, kalau tak mau nurut suatu hari rasain deh resikonya, tak heran mereka secara paksa memusnahkan persediaan virus dimanapun, Ibu Mentri kita yang hebat ini berkata, ini untuk yang pertama dan terakhir kali, kita nurutin kemauan WHO, selanjutnya kita tak segampang itu diatur (Hidup Ibu MenKes, mari kita dukung bersama)

Yang berikut kasus flu burung, rupanya setiap ada kasus flu burung, ini ameriki (NAMRU 2) rajin minta sample untuk ikut meneliti, dan kita percaya aja, niat baik mereka untuk membantu dan kiriman sample lancar juga, sampai suatu saat, kita nanya gimana hasilnya penelitian flu burung yang sudah dikirim itu, jawabannya ntarsok, dan kalau didesak mereka bilang ada biayanya, sebab penelitian ini biayanya besar, loooh samplenya mau gratis, hasil risetnya musti bayar (emang tak ada yang gratis buat barat), sampai disini Dek jantung berhenti sebentar untuk kedua kalinya, lohhh kok begitu NAMRU 2 (TANYA KENAPA????), sampai disini Ibu Menkes langsung ambil tidakan stop kirim sample dan stop kerjasama sampai disepakati MOU yang baru.

(KOMENTAR : untuk urusan yang satu ini, Ibu Menkes yang hebat ini menulis buku juga, yang membongkar konspirasi barat, dan pejabat ameriki sampai datang bertamu ke Menkes kita, konon kabarnya SBY juga ditekan untuk bisa menarik buku itu (Maju terus Ibu, pantang mundur) berita soal ini udah ada di ****** juga, kita patut curiga bahwa virus flu burung ini, diriset tak melulu soal medis mungkin juga buat senjata biolagi dan sekali lagi vaksin nantinya cuma mereka yang bisa bikin, dan kita harus beli mahal atau kalau tidak resiko tanggung sendiri?????).

KESIMPULAN :

Tulisan ini bukan untuk ngajak orang benci barat, sebab menurut Ane, kalau kita nyebar kebencian, maka kita akan dihantui oleh kebencian itu sendiri, seumur hidup loh, lagian banyak juga konco-konco dari barat, yang sama-sama tak setuju dengan standar ganda pemerintahnya, yang dimaksud melawan pun bukan dengan cara kekerasan tetapi cukup untuk secara serempak berkata (STOP, AND NO MORE), selain itu kita harus waspada apapun bentuk negosiasi dengan barat, harus selalu diingat diplomasi yang elegan, tapi tidak mengemis dan paling penting WASPADA apa ada udang dibalik batunya, dominasi politik sudah jelas dan ekonomipun juga, lihat kalau barat uangnya seret pasti jepang dan china disuruh naikin nilai duitnya, kalau tak nurut ekonomi diacak acak, yah jadi resesi, kalau udah resesi, IMF datang dan ekonomipun makin terpuruk dan semakin didikte mereka, kita udah mengalami semua itu.

Ada fenomena yang paling menarik yaitu Menteri Kesehatan kita Dr. Siti Fadilah Supari yang berani vokal dan satu-satunya yang berani bilang [TIDAK], dan berjuang untuk harga diri dan martabat bangsa dan negaranya, walaupun beliau seorang wanita akan tetapi KEJANTANANNYA MELEBIHI POLITISI PRIA MANAPUN YANG ADA DI INDONESIA, mustinya figur seperti ini yang layak memimpin kita, sayangnya beliau terlalu low profile dan kurang ambisius, kita harusnya mendukung beliau untuk bisa lebih berperan aktif kejenjang yang lebih tinggi lagi, walaupun untuk sebagian masyarakat kita masih kontra dipimpin oleh wanita, khusus untuk yang satu ini harus dikecualikan (We love you Dr. Siti Fadilah Supari).
 
jahat nay orang barat... bisa jadi peang dunai ke 3 neh... setelah perang pecah di Gregoria... ini sih termasuk penjajahan secara halus :P
 
cari untung disetiap konflik dengan menjual senjata
 
Rese benar.... Berapa jiwa yang sudah mati dalam merebut Irian Jaya?
 
Amerikaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! eh Barack Obama!!!!!!!!!!!!!!! kelakuan lo nanti jangan mirip si Bushukkk!!!!! ya :(
 
Bah,pdhl usir aja tuh investor2 yg sama skali ga berguna buat kt,kan kt yg pny negara,orang asing yg cuma numpang ga usah macem2,cuma bs bikin rusak alam en ngacak2 negara orang lain ja!!
Nice post bro,thanks. :D
 
iya emang sadi tuch freeport, dia yang makin kaya, oarang orang aslinya masih aja dibiarin terbelakang
 
@atas gw...

bener tuh...

trus orang aslinya di hasut kalo mereka miskin karna pemerintah Indo....
trus dihasut biar mereka bisa merdeka...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.