Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dunia maya lagi dihebohkan dengan ospek daring yg dilakukan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Layaknya ospek pada biasanya di negeri tersayang ini, dimana junior diplonco oleh kakak-kakak tingkat yg (mungkin) bertugas sebagai komdis atau komisi disiplin. Karena di situ, sang kakak kelas terlihat memarahi si mahasiswa baru karena tidak memakai ikat pinggang. Akhirnya keluar kalimat amarah seperti MANA IKAT PINGGANGNYA!
Jujur, ngeliat hal ini, ane merasa jenaka aja sama kakak kelas & pihak universitas yg mengizinkan acara ini. Karena mau marah-marah di online, muncul videonya pula, kan akbar kemungkinannya direkam atau discreencapture. Kalo ada yg nggak terima, ini dapat jadi barang bukti ke kepolisian atas tindakan pembully-an atau disebarkan rekamannya & ramai di media sosial seperti sekarang ini. Hingga akhirnya, muka-muka si senior terpampang nyata & jadi meme-meme yg lucu. Pertanyaan ane: si senior nggak mikir sampe ke situ?
Padahal setau ane, para komisi disiplin ini ada latihan & seleksinya. Kenapa nggak mikir jauh ke depan? Atau yg dipilih yg cuma dapat marah-marah & menakutkan? Biar udahannya mereka merasa bangga karena berhasil menciptakan adek tingkat ketakutan & menangis? Jujur, ane pernah jadi kakak tingkat marah-marah. Cuma kalo harus di online seperti ini, ane pasti nggak mau karena takut. Atau jangan-jangan mereka udah punya backingan dari pihak organisasi mahasiswa? Entahlah.
Kalo Gansis sendiri gimana melihat viralnya ospek online ini? Apakah Gansis punya pemikiran yg sama dengan ane atau ada pikiran yg lain? Silahkan komentar di bawah ya Gansis. Nah sambil berkomentar, Gansis wajib dengerin Podcast Jam Tujuh, podcast UGC yg lagi membahas tentang ospek yg mereka jalanin waktu masih kuliah di kampus swasta terkemuka di Jakarta. Seperti apa?
Langsung dengerin nih ya Gansis di link yg ane kasih di bawah ini!
Jujur, ngeliat hal ini, ane merasa jenaka aja sama kakak kelas & pihak universitas yg mengizinkan acara ini. Karena mau marah-marah di online, muncul videonya pula, kan akbar kemungkinannya direkam atau discreencapture. Kalo ada yg nggak terima, ini dapat jadi barang bukti ke kepolisian atas tindakan pembully-an atau disebarkan rekamannya & ramai di media sosial seperti sekarang ini. Hingga akhirnya, muka-muka si senior terpampang nyata & jadi meme-meme yg lucu. Pertanyaan ane: si senior nggak mikir sampe ke situ?
Padahal setau ane, para komisi disiplin ini ada latihan & seleksinya. Kenapa nggak mikir jauh ke depan? Atau yg dipilih yg cuma dapat marah-marah & menakutkan? Biar udahannya mereka merasa bangga karena berhasil menciptakan adek tingkat ketakutan & menangis? Jujur, ane pernah jadi kakak tingkat marah-marah. Cuma kalo harus di online seperti ini, ane pasti nggak mau karena takut. Atau jangan-jangan mereka udah punya backingan dari pihak organisasi mahasiswa? Entahlah.
Kalo Gansis sendiri gimana melihat viralnya ospek online ini? Apakah Gansis punya pemikiran yg sama dengan ane atau ada pikiran yg lain? Silahkan komentar di bawah ya Gansis. Nah sambil berkomentar, Gansis wajib dengerin Podcast Jam Tujuh, podcast UGC yg lagi membahas tentang ospek yg mereka jalanin waktu masih kuliah di kampus swasta terkemuka di Jakarta. Seperti apa?
Langsung dengerin nih ya Gansis di link yg ane kasih di bawah ini!
Hari ini 13:54