Alex
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 4130
- Sejak
- 3 Agt 2006
- Pesan
- 1.175
- Nilai reaksi
- 12
- Poin
- 38
Slamet masuk ke toko obat dan membeli sebiji
kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik
toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di
rumah pacarnya. "Bapak kan tahu sendiri,
biasanya
setelah itu kan ada kelanjutannya", katanya sambil
menyeringai. Kondom pun berpindah tangan.
Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali
masuk. "Saya minta satu lagi", katanya. "Adik
pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa
dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya
mujur...". Kondom kedua berpindah tangan.
Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu
kondom lagi. "Begini, ibunya juga tak kalah seksi.
Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan
kalau duduk di depan saya, dia selalu
menyilangkan
kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya
dekati...".
Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke
rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian
sudah siap. Pacar Slamet, adik dan ibunya sudah
menunggu. Slamet pun langsung bergabung.
Mereka
menunggu sang ayah.
Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet
langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-
dalam.
Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.
Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa.
Dua menit. Slamet terus komat-kamit -- cukup
panjang untuk sebuah doa sebelum makan.
Pada menit keempat, pacarnya menyenggol
kakinya
dan berbisik, "Saya baru tahu kamu ternyata
sangat
religius".
Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan
suara hampir menangis, "Saya juga baru tahu ayah
kamu ternyata pemilik toko obat...."
kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik
toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di
rumah pacarnya. "Bapak kan tahu sendiri,
biasanya
setelah itu kan ada kelanjutannya", katanya sambil
menyeringai. Kondom pun berpindah tangan.
Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali
masuk. "Saya minta satu lagi", katanya. "Adik
pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa
dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya
mujur...". Kondom kedua berpindah tangan.
Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu
kondom lagi. "Begini, ibunya juga tak kalah seksi.
Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan
kalau duduk di depan saya, dia selalu
menyilangkan
kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya
dekati...".
Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke
rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian
sudah siap. Pacar Slamet, adik dan ibunya sudah
menunggu. Slamet pun langsung bergabung.
Mereka
menunggu sang ayah.
Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet
langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-
dalam.
Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.
Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa.
Dua menit. Slamet terus komat-kamit -- cukup
panjang untuk sebuah doa sebelum makan.
Pada menit keempat, pacarnya menyenggol
kakinya
dan berbisik, "Saya baru tahu kamu ternyata
sangat
religius".
Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan
suara hampir menangis, "Saya juga baru tahu ayah
kamu ternyata pemilik toko obat...."


