• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

Order dari Kubur | Ojek Online dan Order Gaib

Angela

IndoForum Junior D
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
1.838
Nilai reaksi
0
Poin
0
Cerita Horor Order Dari Kubur | Ojek Online Dan Order Gaib.


Order fiktif? Bukan! Ini order mistis!

Kisah ini adalah sebuah kisah seram, tentang seorang pengendara ojek online yg mengalami kejadian tak terduga di suatu malam saat mengantar pesanan makanan. Langsung aja kita mulai~

Ah, malam yg terasa sejuk, syukurlah tak terlalu dharap malam ini. Walau genangan-genangan air terlihat masih ada di jalan raya. Di balik balutan jaket sekaligus seragamku, saya melajukan sepeda motor melintasi jalan raya yg sepi. Terlihat dipinggir jalan orang-orang berjaket hijau sama sepertiku sedang asik ngobrol sambil menunggu datang nya orderan. Suasana malam kota ini memang jadi agak berbeda setelah munculnya profesi ojek online ini, kini banyak pengendara berjaket hijau yg mondar-mandir di sekitar kota yg sudah terlelap ini.

Mas, sesuai aplikasi ya. Jangan terlalu banyak sambal," Kata seorang customer yg berujar melalui chat di layar smartphone-ku. Segera saya menjawabnya Ok!

Aku hingga disebuah rumah makan malam, beruntung saya datang saat suasananya masih sepi. Sehingga tak akan terlalu lama. Aku memesan Mie Ayam sesuai dengan yg tertera dalam aplikasi. Setelah itu saya biarkan saja sang pemilik rumah makan menyiapkan pesanannya. Aku duduk di salah satu kursi kosong, ya memang kosong semua sih. Sambil menunggu, saya membuka beberapa aplikasi sosial media & mengupdate informasi disana. Sesekali angin bertiup begitu dharap, tetapi saya masih terlindungi oleh jaket & sarung tanganku.

Silahkan pak," Kata seorang pelayan saat mengantarkan pesananku yg sudah siap. Aku lekas membayar sesuai harga kepada pelayan itu. Makasih bang! Kataku kemudian kembali ke motor, memakai helm kemudian melaju pergi.

Sesuai letak ya mbak. Kataku kepada customer melalui chat. Aku melajukan motor dengan sesegera mungkin, menembus dharapnya malam ini.

Melewati jalan raya sebelum akhirnya hingga di jalan kampung yg tak terlalu besar, tetapi cukup untuk mobil dua arah. Aku terus saja mengendarai motor mengikuti petunjuk di aplikasi, memasuki gang-gang sempit & pemukiman warga yg lumayan padat. Hingga petunjuk-petunjuk itu membawaku ke sebuah rumah. Aku berhenti & berjalan ke arah pintu rumah setelah alamatnya sudah ku pastikan benar.

Assalamualaikum! Ucapku sambil mengetuk pintu perlahan. Rumah itu terlihat gelap, tampaknya beberapa dari mereka sudah terlelap. Tak lama kemudian seseorang menyalakan lampu & menjawab ucapan salamku. Pintu dibuka & terlihat seorang pria tua berusia sekitar 60 tahun menatapku dengan paras aneh. Aku pun merasa bingung juga dengan tatapan itu.

Pasti Mie Ayam? Tanya bapak itu.

Iya Pak, Atas nama-

Irma Setyaningrum! Kata bapak itu yg mendahuluiku berbicara.

Iya benar pak," Ucapku yg agak canggung.

Bapak itu mempersilahkanku duduk di beranda rumah yg sudah tersedia kursi, saya duduk sambil menunggu bapak itu kembali. Sedangkan pesanannya sudah beliau bawa masuk ke dalam. Halaman rumah ini cukup luas, ada juga tenda yg terpasang & beberapa bangku plastik yg tertumpuk rapi, nampaknya rumah ini baru saja menggelar semacam acara atau hajatan.

Dari dalam rumah saya mendengar suara bapak itu yg sedang berbicara, tetapi saya tak tahu apa yg mereka bicarakan. Tak lama kemudian, bapak itu kembali keluar. Dan memberikan uang pecahan seratus ribu kepada ku.

Kembalinya ambil aja nak," Kata Bapak itu.

Kok gitu pak? Tanyaku.

Sebagai tanda terima kasih, karena anda masih mau mengantar pesanan anak saya di malam yg sudah larut ini. Salut saya dengan anak muda seperti kamu. Maaf ya, anak saya satu-satunya itu suka iseng," Kata Bapak itu.

Ucapannya memang memujiku, tetapi ekspresinya aneh. Wajahnya begitu datar & tak ada senyum. Setelah beberapa kali ku tolak, bapak itu terus memaksa. Dengan alasan mengantuk & harap segera beristirahat, bapak itu menyuruhku segera pergi & membawa uang itu. Akhirnya kau tahu sendiri, saya pergi membawa uang itu. Lumayan, rezeki di tengah malam yg tak disangka.

Aku kembali ke motorku, & setelah pamit dengan bapak. Aku segera mengendarai motor meninggalkan rumah itu. Setelah beberapa meter dari rumah itu, & hendak memasuki gang.

Aku berhenti & melihat sebuah bendera kuning, dengan nama Irma Setyaningrum. Baru saja meninggal hari ini. Nama itu jelas adalah nama yg ada di aplikasiku, posisi rumahnya juga cuma beberapa meter dari bendera kuning ini. Aku bingung, & menoleh ke arah rumah tadi. Terlihat bapak itu masih berdiri di depan rumahnya & menatapku dari kejauhan. Dan terlihat bapak itu menggerakkan tangannya berisyarat supaya saya segera pergi. Mulutnya juga seperti mengatakan sesuatu namun saya tak dapat mendengarnya karena kejauhan. Hanya satu yg saya pahami, bapak itu hendak menyuruhku supaya segera pergi dari sini secepatnya! Aku pun merinding ketakutan. Bapak itu memakai sandal & hendak berjalan menghampiriku, tetapi orang tua itu jalannya terlalu lambat.

Tiba-tiba layar smartphone ku bergerak sendiri. Sebuah video-call masuk dari nomor Irma Setyaningrum. Aku tak mau mengangkat video-call itu, akan tetapi smartphone ku menerima video-call itu dengan sendirinya. Seperti dikendalikan seseorang.

Dan di layar smartphone itu, terlihat paras Irma Setyaningrum. Dengan paras pucat, lubang hidung ditutup kapas serta berbalut kain kafan menatapku & berkata, Aku kasih bintang lima ya mas.

Begitulah keseluruhan cerita yg dapat saya bagikan. Semoga menghibur para pembaca, jangan lupa beri dukungan karena masih ada banyak kisah seram lainnya yg akan saya bagikan.

Sampai jumpa!
 
 URL Pendek:

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG

Atas.