Creationz
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 6396
- Sejak
- 10 Sep 2006
- Pesan
- 1.516
- Nilai reaksi
- 261
- Poin
- 83
Seekor orangutan bernama Madu sedang bermain video game di depan layar sentuhnya di KB Atlanta.
ATLANTA, JUMAT - Dua ekor orangutan di Kebun Binatang Atlanta, AS kini tidak hanya memanjat dan berayun di pohon untuk mengisi hari-harinya. Tapi, mereka juga dapat menjajal video game dari sebuah layar sentuh yang dipasang di dinding menyerupai pohon di sekitarnya.
Sementara orangutan Sumatera bernama Bernas dan Madu tersebut mencoba-coba layar sentuh, para peneliti mempelajari kemampuan kognitifnya. Di lain pihak, para pengunjung KB dapat melihatnya setiap gerak-gerik orangutan sebagai pertunjukan tersendiri yang sangat menarik. Sebuah kamera dipasang yang rekamannya ditampilkan di layar besar di depan kandang.
"Sungguh menarik," ujar salah satu pengunjung Jeri McCarthy kepada tiga anak-anaknya saat Bernas membuat gambar berwarna merah, biru, dan kuning di layar. "Ia belum bisa melakukannya dengan baik," imbuhnya. Bernas, yang masih berusia 4 tahun, adalah anak Madu.
Dengan menggeser tangan atau bagian tubuh lainnya di atas layar, ia bisa membuat gambar berwarna. Lukisan liar tersebut akan dicetak dan dipamerkan di KB.
Pada salah satu sesi game yang dimainkan, orangutan tersebut menghubungkan foto-foto yang serupa atau menghubungkan antara suara dengan foto hewan-hewan yang berkaitan. Jika jawabannya benar, ia akan diberi makanan.
Petugas KB memang sengaja melakukan terobosan ini untuk menarik perhatian pengunjung agar peduli terhadap kelestarian orangutan yang populasi di habitatanya tengah terancam. Dengan mempelajari kemampuan kognitifnya, para peneliti berharap menemukan kunci agar orangutan dapat bertahan hidup.
"Semakin banyak pemahaman kita mengenai proses kognitif prangutan, semakin jelas apa kebutuhannya agar bertahan di alam," ungkap Tara Stoinski, manajer kerja sama konservasi di KB tersebut. Dengan cara ini, lanjutnya, kita dapat menunjukkan kepada publik seberapa pintar makhluk ini.
Peralatan video game sumbangan IBM ini akan menguji ingatan dan cara belajar orangutan kemudian menampilkan hasilnya dalam data yang dikirim ke para peneliti di Pusat Neurosains Perilaku Atlanta. Data tersebut akan digunakan untuk mempelajari pola sosial, seperti apakah mereka meniru perilaku sesamanya atau belajar dengan metode trial and error. Hasil penelitian ini diharapkan membantu menyiapkan cara penyelamatan sekitar 37 ribu orangutan yang hidup di hutan-hutan Kalimantan dan Sumatera.
"Harapannya kami dapat melakukan sesuatu agar orangutan dapat menemukan sumber makanannya dengan mudah," kata salah satu peneliti Elliot Albers. Selain di Atlanta, proyek serupa juga dilakukan di KB Nasional Washington dan KB Taman Lincoln di Chicago.

