JAKARTA - Salah satu orangtua siswa yang menjadi korban pelecehan seksual di SMA 26 Jakarta mengaku pasrah atas kasus yang dialami anaknya. Dia berharap pihak kepolisian bertindak tegas agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
Kendati demikian, dia meminta pihak sekolah agar lebih selektif dalam memilih karyawan yang terlibat langsung dalam proses belajar-mengajar.
"Pihak sekolah harus cek dan ricek latar belakangnya jangan hanya melihat prestasi semata. Tapi juga akhlak dan moralnya," katanya kepada wartawan usai mendampingi anaknya bersaksi di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (5/10/2008).
Sayangnya dia enggan memberitahu identitasnya dan juga nama anaknya dengan alasan tak ingin diganggu oleh sorotan media. Sebab, kata dia, anaknya masih trauma pasca insiden pelecehan itu.
Selama ayahnya memeberi keterangan, siswa yang menjadi korban pelecehan tampak menutupi wajahnya dengan jaket dan buru-buru menuju mobil untuk menghindari pertanyaan wartawan.
Kendati demikian, dia meminta pihak sekolah agar lebih selektif dalam memilih karyawan yang terlibat langsung dalam proses belajar-mengajar.
"Pihak sekolah harus cek dan ricek latar belakangnya jangan hanya melihat prestasi semata. Tapi juga akhlak dan moralnya," katanya kepada wartawan usai mendampingi anaknya bersaksi di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (5/10/2008).
Sayangnya dia enggan memberitahu identitasnya dan juga nama anaknya dengan alasan tak ingin diganggu oleh sorotan media. Sebab, kata dia, anaknya masih trauma pasca insiden pelecehan itu.
Selama ayahnya memeberi keterangan, siswa yang menjadi korban pelecehan tampak menutupi wajahnya dengan jaket dan buru-buru menuju mobil untuk menghindari pertanyaan wartawan.
