• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Orang Makassar Lebih Dulu Kontak dengan Aborigin

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
001432p.jpg


Kamis, 30 Oktober 2008 | 00:12 WIB

JAKARTA, RABU - Suku Aborigin yang merupakan penduduk asli benua Australia mungkin sudah melakukan interaksi begitu lama dengan para pelayar Bugis atau Makasan dari Makassar. Hal tersebut dapat dilihat dari lukisan cadas yang baru-baru ini ditemukan di Australia utara.

Lukisan tersebut bisa jadi mengubah sejarah nasional Australia yang banyak menejadi referensi selama ini. Suku Aborigin umumnya diyakini terisolasi dengan kebudayaan luar sebelum pendatang kulit putih mendiami benua tersebut. Namun, penduduk asli di utara ternyata telah berhubungan dengan orang Makassar. Mungkin ratusan tahun lebih dulu daripada orang-orang Eropa yang datang ke sana tahun 1700-an.

Orang-orang Avorigin bahkan kemungkinan pernah berlayar ke Makassar. Ini dapat dilihat dari lukisan monyet di atas pohon yang hanya dapat dilihat di Pulau Sulawesi. Gambar rumah-rumah adat Makassar dan perahu phinisi juga tampak di antara ribuan lukisan cadas yang dinding gua dan batuan yang tersebar di kawasan adat Aborigin, Arnhem Land. Lukisan lain menggambarkan tentara-tentara perang dunia II, satwa yang kini telah punah, termasuk barang-barang modern seperti sepeda, pesawat, dan mobil. Lukisan-lukisan tersebut berusia antara 15.000 tahun hingga 50 tahun.

"Satu kawasan yang sebelumnya belum pernah didokumentasikan ini merupakan situs lukisan paling besar di Australia," ujar Paul Tacon, profesor antropologi dari Universitas Griffith, Queensland, Australia. Situs yang disebut Djulirri itu dilaporkan pertama kali tahun 1970-an oleh pakar batuan George Chaloupka namun belum pernah diteliti. Tacon baru melakukan ekspedisi ke sana pada Agustus 2008 bersama tetua Suku Aborigin, Ronald Lamilami.

Suku Aborigin kental dengan budaya lisan. Namun, mereka suka menggambar di batuan cadas sebagai gambaran kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan turun-temurun dan tekniknya terus berubah dari generasi ke generasi. Pada beberapa situs, lukisan sampai 17 lapisan. Saat ini, hanya orang-orang tua yang memiliki hak menggmabar di cadas.
 
Kog makasar bisa nyasar ke ausie
 
jauh kali perlayar na dia... edodo e... hehehhe... berarti penemu australia itu org indonesia.. bukan james cook...
 
Sebuah fakta sejarah baru kah?

Wah bisa ganti lagi nih buku cetak sejarah /swt
 
iya nih, bisa jadi si james cook dah gak laku lg di buku sejarah sebagai penemu benua australia....

jgn2 penemu benua amerika juga orang bugis....
/hmm
 
Salah semua baca beritanya baek2 dong, si Aborigin yg berlayar ke Makassar, jadi yg nemuin Australia James cook, cuman yg duluan tau kalo Australia itu ada yg Orang Makassar itu...

Sapa tau tetangga gw orang Aborigin nih...
 
Salah semua baca beritanya baek2 dong, si Aborigin yg berlayar ke Makassar, jadi yg nemuin Australia James cook, cuman yg duluan tau kalo Australia itu ada yg Orang Makassar itu...

Sapa tau tetangga gw orang Aborigin nih...

tawwa na' org Aborigin pergi makassar..
@tusuksate
ndak mungkin itu kan pindah mi

sori yg baca kalo kurang mengerti kan logat makassar
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.