• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Orang Kaya Nyaleg Tapi Kok Gagal

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Quote:
10413387_202402250830000887.jpg
Tribunnews


Hai GanSis!! Pemilu 2024 yg sudah berlangsung 14 Februari kemarin merupakan pemilu ketiga ku. Ya uda ketahuan lah usiaku berapa

Disini saya cuma rakyat biasa & pemilih biasa. Bukan regu sukses, simpatisan maupun buzzer. Pengetahuan perpolitikan saya juga gitu-gitu aja. Tapi jangan dianggap terlalu polos juga hehe...

Fokus saya disini mau bahas pileg. Pileg 2024 ini berdasarkan hasil Quick Count hampir dapat dipastikan tidak ada satupun parpol nonparlemen yg berhasil promosi ke Senayan.

Kok dapat? Bukannya syarat menang nyaleg itu perdana uang & popularitas? Bukankah dari parpol-parpol nonparlemen tersebut ada didalamnya orang kaya, terkenal & anak presiden??



Perindo. Dua kali ikut pemilu, gagal terus. Padahal ketumnya seorang Hary Tanoesoedibjo. Selain kaya raya, terkenal punya media, bahkan dia sekeluarga ikut nyaleg, tetapi gak berhasil juga?

PSI. Partai anaknya pak Jokowi. Kurang populer apa coba? Isu-isu beredar menyebutkan bahwa ada Jokowi effect yg bakal membawa PSI ke Senayan, nyatanya tidak ada.

Ada juga Gelora, didalamnya ada Fahri Hamzah. Partai Ummat ada Amien Rais. PBB ada Yusril Ihza Mahendra. Dan lainnya saya kurang paham.

Saya cuma rakyat biasa dengan ilmu seadanya. Namun saya pikir tidak perlu ilmu tinggi untuk memahaminya. Sekali lagi, walaupun saya rakyat biasa, tetapi ya gak polos-polos banget.

Saya pikir ini rahasia umum. Ya kita gak usah naif. Kalau parpol suaranya sedikit, ya artinya uangnya sedikit atau caleg-calegnya pelit atau gak royal.

Sederhananya, kalau caleg mau dapat suara, emangnya bakal dapat kasih apa ke rakyat sebagai pemilih?

Dari parpol nonparlemen yg saya sebutkan diatas, emangnya ada caleg mereka yg ngasih "serangan fajar" di daerah GanSis semua? Kalau saya sih gak.

Memang sih "serangan fajar" ini termasuk money politics, alias dilarang. Tapi saya pikir ini bukan karena mereka "suci", tetapi memang mereka pelit aja atau gak paham kondisi rill di masyarakat.

Sekalipun orang kaya nyaleg, tetapi kalau orangnya aja pelit & hubungan ke masyarakatnya gak dekat. Logikanya gimana orang-orang mau milih dia?



Di tempat saya ada caleg yg seperti itu. Memang dia termasuk orang paling kaya dikampung, yg terpandang lah disini karena (dulu) satu-satunya rumah gedong yg berlantai dua. Dia pikir dengan modal begitu dapat menang nyaleg. Sementara hubungan ke masyarakat tidak begitu baik.

Masyarakat juga dapat mikir. Sebelum jadi anggota dewan aja sombong ke masyarakat, apalagi saat uda duduk di parlemen.

Masyarakat gak sepolos itu. Gak mungkin cuma modal silahturahmi 5 tahun sekali, cuma bagi kalender & kartu-kartu stiker, salaman, lantas orang-orang sukarela memilih.

Tidak semudah itu ferguso!!



Setidaknya kalau caleg gak mau bagi-bagi duit, minimal tuh dapat dekat sama masyarakat & menjelaskan keuntungannya kalau pilih dirinya itu apa aja. Entah dibagi nomor WA untuk keluhan warga, menawarkan bantuan hukum & sejenisnya.

Nah kalo caleg yg begitu, masih dapat dipertimbangkan.

Saya menduga, para caleg ini sebenarnya memang gak paham atau gak mau memahami masyarakatnya.

Kadang kalo ada caleg yg datang silaturahmi cuma ngasih kalender apk & mohon doa restu (uda gitu aja), saya juga lihatnya bingung.

Ya minimal elu ngomong apa gitu kek keuntungan apa yg bakal didapat masyarakat kalau elu terpilih. Sekalipun itu janji manis, setidaknya elu niat nyaleg.

Saya berkesimpulan, modal nyaleg itu perdana uang, popularitas, ilmu politiknya bagus & hoki. Silahkan simpulkan sendiri diantara partai non parlemen tadi mana aja kurangnya atau ada yg full logistik tetapi kurang hoki aja


Rianda Prayoga
@riandaprayoga
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.