• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gossip Opss !! Demi Kurus, Para Model Rela Makan Tisu

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. jozz78
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

jozz78

IndoForum Newbie A
No. Urut
182671
Sejak
10 Sep 2012
Pesan
337
Nilai reaksi
0
Poin
16
013_04_03_29_785608_F4ss24RwpS-4171181130718068908_jpg.png


MEMILIKI tubuh yang kurus seakan menjadi kewajiban bagi para model yang ingin sukses. Kabarnya, demi mencapai tubuh yang diinginkan, para model rela melakukan hal-hal yang tak wajar.
Gemerlap dunia fashion seakan tak sejalan dengan realita para pelaku industrinya. Bagi para model, body image merupakan segalanya. Bagi Anda yang heran bagaimana para model mendapatkan tubuh yang begitu langsing, Kirstie Clements, mantan editor majalah Vogue Australia mengungkapnya, dalam buku berjudul The Vogue Factor.
Menurut Clements, dalam dunia fashion ada dua istilah tubuh, yakni "kurus" dan "kurus Paris". Istilah ini digunakan untuk menggambarkan para model yang ukuran tubuhnya menyusut hingga dua ukuran, demi berkecimpung di industri mode.
Untuk mencapai tubuh yang diinginkan, kata Clements, para model memakan tisu untuk mengganjal perutnya. Mereka juga rela menahan lapar selama berhari-hari. Bahkan terkadang, mereka terlalu lemah untuk membuka matanya.
Bahkan, Clements mengaku pernah bekerja sama dengan seorang model selama tiga hari. Namun, dia tak melihat sang model makan satu kalipun. Pada hari ketiga, si model pun kesulitan untuk menopang tubuhnya sendiri.
Seperti dilansir Dailymail, Rabu (3/4/2013), buku kontroversial ini ditulisnya setelah dipecat dari majalah Vogue Australia, tempatnya bekerja selama 25 tahun terakhir. Posisinya sebagai editor langsung digantikan oleh Edwina McCann dari Harpers Bazaar.


Kode:
[url="http://www.iyaa.com/gayahidup/fashion/umum/2542760_1338.html"] Klik TKP [/url]
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.