*LuCiFer*
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 43036
- Sejak
- 9 Mei 2008
- Pesan
- 2.677
- Nilai reaksi
- 92
- Poin
- 48
YERUSALEM – Pemimpin oposisi dari partai sayap kanan, Avigdor Lieberman, kemarin menyarankan pemerintah Perdana Menteri Ehud Olmert agar menggunakan bom nuklir untuk melenyapkan Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza.
Menurut Lieberman, selama Hamas masih ada, Israel tidak akan pernah aman. “Kita harus terus memerangi Hamas, seperti Amerika Serikat melakukannya terhadap Jepang pada Perang Dunia II,” katanya seperti dikutip surat kabar Jerusalem Post dalam kuliah umum di Universitas Bar Ilan, Tel Aviv.
Jepang menyerah kepada Sekutu setelah Amerika menjatuhkan dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Pernyataan Lieberman ini keluar sehari setelah tokoh oposisi dari Partai Likud, Benjamin Netanyahu, mendesak rezim Olmert segera melenyapkan organisasi yang mereka cap sebagai teroris itu.
Seperti dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Tzipi Livni dan Menteri Pertahanan Ehud Barak, agresi yang dilancarkan sejak 27 Desember tahun lalu itu untuk menciptakan realitas baru di wilayah selatan Israel, yakni tidak ada lagi roket yang ditembakkan oleh pejuang Hamas dan Jihad Islam dari Gaza.
Lieberman, Ketua Partai Yisrael Beitenu, keluar dari pemerintah koalisi pada Januari tahun lalu karena tidak setuju berunding dengan Palestina. Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan partai ini bisa menjadi penguasa Knesset (parlemen Israel) terbesar keempat setelah Likud, Kadima, dan Buruh.
Komentar Lieberman ini disiarkan secara luas di berbagai stasiun radio di seantero Gaza. Saran itu juga disebarluaskan melalui pesan pendek.
Para tokoh senior Palestina menanggapi seruan itu dengan geram. “Ini menunjukkan Israel kembali tidak belajar dari sejarah. Mereka tidak menghormati kehidupan manusia,” ujar Mustafa Barghuti, mantan Menteri Informasi yang juga anggota parlemen Palestina dari kubu independen.
Kemarin pertempuran sengit masih terus berlangsung di pinggiran Kota Gaza. Serangan darat ini juga disokong oleh gempuran jet-jet tempur serta tembakan artileri. Hingga hari ke-19 kemarin, agresi Israel ini menimbulkan korban hampir 1.000 orang tewas, termasuk 300 anak-anak dan 100 kaum ibu.
Pemimpin Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, kemarin menyerukan perang suci melawan semua kepentingan Israel dan Amerika di seluruh dunia. Pesan audio berjudul “Seruan Jihad untuk Menghentikan Agresi terhadap Gaza” itu berdurasi 22 menit. Buron nomor satu Amerika selama tujuh tahun ini juga mengkritik negara-negara Arab, yang tidak mampu menyelesaikan krisis di Gaza itu.
Dalam safarinya ke Timur Tengah, Sekretaris Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon kembali menyerukan gencatan senjata segera. “Saya meminta lagi kedua pihak berhenti sekarang. Hentikan pertempuran sekarang, jangan buang waktu lagi,” kata Ban Ki-moon dalam lawatan pertamanya di Ibu Kota Kairo, Mesir.
Menurut Lieberman, selama Hamas masih ada, Israel tidak akan pernah aman. “Kita harus terus memerangi Hamas, seperti Amerika Serikat melakukannya terhadap Jepang pada Perang Dunia II,” katanya seperti dikutip surat kabar Jerusalem Post dalam kuliah umum di Universitas Bar Ilan, Tel Aviv.
Jepang menyerah kepada Sekutu setelah Amerika menjatuhkan dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Pernyataan Lieberman ini keluar sehari setelah tokoh oposisi dari Partai Likud, Benjamin Netanyahu, mendesak rezim Olmert segera melenyapkan organisasi yang mereka cap sebagai teroris itu.
Seperti dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Tzipi Livni dan Menteri Pertahanan Ehud Barak, agresi yang dilancarkan sejak 27 Desember tahun lalu itu untuk menciptakan realitas baru di wilayah selatan Israel, yakni tidak ada lagi roket yang ditembakkan oleh pejuang Hamas dan Jihad Islam dari Gaza.
Lieberman, Ketua Partai Yisrael Beitenu, keluar dari pemerintah koalisi pada Januari tahun lalu karena tidak setuju berunding dengan Palestina. Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan partai ini bisa menjadi penguasa Knesset (parlemen Israel) terbesar keempat setelah Likud, Kadima, dan Buruh.
Komentar Lieberman ini disiarkan secara luas di berbagai stasiun radio di seantero Gaza. Saran itu juga disebarluaskan melalui pesan pendek.
Para tokoh senior Palestina menanggapi seruan itu dengan geram. “Ini menunjukkan Israel kembali tidak belajar dari sejarah. Mereka tidak menghormati kehidupan manusia,” ujar Mustafa Barghuti, mantan Menteri Informasi yang juga anggota parlemen Palestina dari kubu independen.
Kemarin pertempuran sengit masih terus berlangsung di pinggiran Kota Gaza. Serangan darat ini juga disokong oleh gempuran jet-jet tempur serta tembakan artileri. Hingga hari ke-19 kemarin, agresi Israel ini menimbulkan korban hampir 1.000 orang tewas, termasuk 300 anak-anak dan 100 kaum ibu.
Pemimpin Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, kemarin menyerukan perang suci melawan semua kepentingan Israel dan Amerika di seluruh dunia. Pesan audio berjudul “Seruan Jihad untuk Menghentikan Agresi terhadap Gaza” itu berdurasi 22 menit. Buron nomor satu Amerika selama tujuh tahun ini juga mengkritik negara-negara Arab, yang tidak mampu menyelesaikan krisis di Gaza itu.
Dalam safarinya ke Timur Tengah, Sekretaris Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon kembali menyerukan gencatan senjata segera. “Saya meminta lagi kedua pihak berhenti sekarang. Hentikan pertempuran sekarang, jangan buang waktu lagi,” kata Ban Ki-moon dalam lawatan pertamanya di Ibu Kota Kairo, Mesir.