Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Menurut filosofi Yunani menuruti opini orang lain termasuk bukan dibawah kendali kita. Jadi sangat rentan sekali rapuh kalau lu menggantungkan sesuatu hal yg bukan pada kendali lu. Gue bahas satu satu. Dimulai dari penampilan. Semua orang lah pasti atau orang yg dalam circle pertemanan pasti mendengarkan & meng-iyakan opini dari teman temannya soal baju yg harus dipakai & cara berpenampilan. Susah untuk menonjolkan ciri khas lu sendiri dalam berpakaian. Yang selanjutnya asmara. Ini sih kalau menurut gue hal yg paling rentan & langsung minder ketika lu udah memilih pasangan & menurut temen lu, pasangan lu jelek atau miskin. Ya gak pas lah untuk dipandang sebagai good looking. Selanjutnya pekerjaan, hal yg paling sering ditunjukkan oleh lu ketika pekerjaan lu sudah merasa cukup untuk disombongkan kepada teman atau lu dalam memilih pekerjaan nih, pasti mikir dua kali karena gengsi. Melihat temen temen lu memiliki pekerjaan yg dapat dipandang bagus daripada pekerjaan lu.
Nah dari penjabaran mengenai penampilan, pasangan bahkan pekerjaan. Hidup lu rentan sekali dapat opini yg negative dari orang lain atau temen temen lu. Padahal yg jalaninya siapa, bukan orang lain yg menjalani hidup lo. Ketika filsuf Yunani mendengar hal itu dari lu yg diperbudak oleh opini orang lain. Langsung berkomentar & bertanya Yakin anda akan dapat merasa terus-menerus Bahagia dengan cara ini? Ingatlah bahwa menggantungkan kebahagiaan kepada hal yg diluar kendali sesungguhnya berisiko berujung pada kekecewaan. Jika pendapat orang lain diluar kendali kita artinya perdana tidak aka nada habisnya untuk diikuti & yg kedua dapat berubah semau si pemilik pendapat.
Kalau begitu filsuf Yunani mengajarkan kita untuk menutup telinga kepada pendapat orang lain?
Tentunya tidak sama sekali untuk menutup telinga kepada pendapat orang lain juga. Karena kalau ada pendapat atau masukan, kritik yg membangun tentu mengapa tidak untuk lu dengarkan. Jadi, umpan balik, nasihat, & opini yg membangun & memperbaiki diri kita sendiri tetap harus dihormati & dengarkan. Yang dipertanyakan oleh filsuf Yunani adalah ketika lu mnegira dapat Bahagia & damai dengan terus-menerus menyenangkan orang lain.
Sekian & terimakasih.
Baca juga thread lain dari gue:
1.Followers yg Diam Diam Membahayakan
2.Konsep Waktu atau ada Yang Ngatur
3. Dikotomi Kendali Ternyata Efektif
4. Nikah Jadi Ajang Perlombaan Di Lingkungan Pertemanan Hari ini 08:31