• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Opini Kehidupan (2)

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Opini Kehidupan (2)

03.SESUATU YANG BERNAMA CINTA

Ketika kita jatuh sayang dengan seseorang, semua yg dia lakukan tampak menakjubkan & layak untuk disayangi. Kita merasa puas cuma dengan makan batagor di pinggir jalan bersamanya, melihatnya menyelesaikan tugas kantornya, & lain-lain. Aktivitas-aktivitas ini menciptakan kita merasa lebih terhubung dengan pasangan kita. Pada saat seperti ini, kita seperti tak sanggup berkompromi dengan emosi kita. Semua lirik lagu sayang sepertinya ada hubungannya dengan hubungan kita. Tidak mudah untuk melepaskan perasaan ini. Mensayangi seseorang menciptakan tubuh kita mengalami banyak perubahan. Memproduksi senyawa seperti dopamin, oksitosin, & serotonin. Senyawa-senyawa tersebut adalah bahan kimia yg bertanggung jawab untuk mendorong perasaan bahagia, senang, dihargai, & lain-lain. Perasaan-perasaan yg tak harap pergi.

Jadi, ketika keadaan berubah, hubungan tak dapat diselamatkan, & kita tidak dapat lagi menahan diri untuk terpuruk, hal ini dapat jadi masalah untuk kita. Kita mungkin merasa takut & mulai berpikir, "Apakah saya akan menemukan orang lain? Bagaimana saya hidup sebagai seorang lajang? Apa yg akan orang lain pikirkan tentang hubungan saya?".

Jenis pertanyaan ini memengaruhi evaluasi kita pada diri kita, "Mampukah saya menghentikan sayang ini?"

Logika perlu dihadirkan kembali di sini. Komponen diri kita yg kita usir pergi semenjak hadirnya emosi yg bernama 'sayang'. Tak mudah menghadirkannya kembali. Akan tetapi, bila kita harap kembali waras, back to the real life again, kehadiran logika adalah kemutlakkan.

Kita perlu berpikir bahwa perginya sayang cuma salah satu fase dalam tahapan hidup manusia. Berpikir bahwa apapun & siapapun yg hadir dalam hidup kita, sejatinya adalah 'easy come easy go'. Hanya Allah yg takkan pernah pergi dari hidup kita.

Kita perlu berpikir bahwa diri kita sangat berharga. Berpikir bahwa diri kita akan menemukan sayang yg baru. Cinta sejati. Cinta yg diridhoi oleh Allah. Cinta sehidup sesurga.

04. POSISI MENENTUKAN PRESTASI

Sebagai mantan siswa sekolah formal, TK hingga kuliah, saya yakin kita semua pernah mendengar istilah beken ini, 'posisi menentukan prestasi'. Kita yakin bahwa posisi duduk kita akan menentukan prestasi kita di kelas. Duduk di dekat yg paling pinter di kelas, bakal ketularan pinternya. Minimal dapat ngeliat jawaban lembar ujiannya. Duduk di dekat yg paling hits di sekolah, dapat ketularan ikutan hits di sekolah. Intinya, kita akan tertular energi, kebiasaan, & kedapatan dari sosok yg kita dekati tempat duduknya.

Istilah ini saya bawa terus hingga saat saya berkarir. Salah satu rahasia dalam ilmu komunikasi di dunia kerja adalah duduk dekat dengan sosok yg paling berpengaruh dalam ruangan itu. Bisa big boss. Bisa klien. Intinya, siapa pun yg paling dekat dengan sosok yg paling berpengaruh dalam ruangan itu akan dianggap memiliki pengaruh yg sama. Just try!

Next, dalam ibadah. Posisi pun sebenarnya menentukan prestasi. Sudah tahukan kalau cowok dalam ibadah sholat berjamaah, siapapun yg berada di shaf paling depan akan dapat pahala lebih banyak? Tentu saja pahala ini tetap mempertimbangkan syarat & ketentuan yg berlaku dari Allah. Namun, berada dalam shaf paling depan adalah bentuk ikhtiar kita dalam mendapatkan pahala lebih banyak dari Allah. Bukankah Allah meminta kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan atau dalam bahasa Arab disebut Fastabiqul khairat?

Akan tetapi, lucunya, jarang banget istilah 'posisi menentukan prestasi' dipakai dalam sholat berjamaah. Banyak cowok justru mempersilahkan orang disebelahnya atau dibelakangnya untuk menempati shaf didepannya. Minim cowok yg berebut untuk berada di shaf terdepan. Antara sungkan, terlampau baik, sudah cukup pahalanya, atau memang malas berada di shaf di depan, Wallahu a'lam.

Last but not least, posisi masih relevan dalam menentukan prestasi. So, siap untuk memilih posisi terbaik untuk menentukan prestasi dunia & akhirat?

Hari ini 05:20
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.