Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
01.TENTANG KESEDIHAN
Kesedihan sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Emosi ini sudah jadi bagian dari penciptaan manusia. Kesedihan adalah cara tubuh kita untuk memberi tahu kita bahwa suatu peristiwa (misalnya kematian orang yg disayangi, perceraian, perselingkuhan) atau pengalaman internal (misalnya pikiran, keyakinan, ingatan, imajinasi kita) sudah menyakiti atau menciptakan kita kesal. Ini emosi yg super-duper normal.
Selama masa kanak-kanak, kesedihan hadir untuk mengomunikasikan kesulitan kita & orang tua kita merespons dengan memberikan bantuan atau kenyamanan saat kita menangis. Saat kita tumbuh dewasa, kita belajar tentang kesedihan dari pengkhianatan & kehancuran. Dan tanpa kita sadari, dengan sangat cepat kesedihan dapat berubah jadi rasa sakit yg tak tertahankan.
Cara tiap orang mengatasi & memandang kesedihan akan mempengaruhi kesediaan kita untuk membiarkan kesedihan kita masuk. Misalnya, menangis akan jadi sulit kalau kita percaya orang lain melihat kita sebagai sosok yg 'lemah'.
Mungkin tidak mengherankan bahwa 'healing begitu sering dicari. Istilah yg saat ini sedang nge-hits. Di sisi lain, obat anti depresan tidak dirancang untuk menghilangkan emosi dengan cara yg sehat & menyeluruh. Ada kekhawatirang masyarakat kita jadi tidak toleran kepada kesedihan, yg cuma diperkuat melalui label-label seperti 'lemah', 'konyol', & 'depresi'.
Persepsi sosial ini perlu diubah. Tidak peduli berapa lama kita mencoba untuk menghindari, mengkritik, atau menghapus kesedihan kita, kesedihan akan sering menemukan cara untuk memaksa kita untuk mendengarkannya. Pada akhirnya, kita perlu merasa sedih.
Pada akhirnya, jangan lawan kesedihan itu. Namun, jangan terlalu lama menikmati kesedihan. Segera move on & move forward. Karena hidup takkan dapat dijalankan oleh orang-orang yg terus bersedih.
02.BAHAYA MEMBACA
Membaca adalah aktivitas normal bagi manusia yg masih diberikan sedap melihat. Aktivitas normal bagi siapapun yg mengharapkan sebuah informasi. Tak dapat membaca, berarti minim informasi.
Namun, akhir-akhir ini, aktivitas membaca jadi aktivitas yg berbahaya. Yang tak jarang membahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Manusia saat ini lebih suka membaca yg terlihat benar padahal salah, daripada yg memang benar. Lebih suka membaca yg terlihat salah padahal benar, daripada yg memang salah. Akhirnya, demen bikin fitnah & share hoax.
Dan berlanjut pada tindakan berbahaya yg selanjutnya. Tak cuma membaca yg salah, tetapi juga memaknai bacaan dengan salah. Lebih suka mengpakai anggapan daripada mempercayai fakta. Lebih suka memakai 'penghakiman' daripada praduga bersalah. It's totally dangerous.
Bahaya membaca ini ditengarai karena pengabaian salah satu sedap Allah. Entah mengabaikan logika, atau nurani. Pemujaan berlebihan kepada salah satunya menciptakan rancu hasil bacaan. Apalagi nekat membaca dari sumber yg jelas-jelas berbahaya. Kalau sudah begini, gerakan gemar membaca sepertinya sudah tak relevan lagi untuk saat ini.
Hari ini 05:15