• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Operasi Terlama: 103 Jam

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Tercatat di laman Popular Mechanics, operasi dengan durasi waktu terlama terjadi di tahun 2001 dimana berlangsung selama 103 jam.

Sebuah regu beranggotakan 20 dokter di Singapore General Hospital berhasil memisahkan bayi kembar siam berumur 11 bulan yg menyatu di bagian kepala.

Operasi Terlama: 103 Jam

foto: The Straits Times

Prosedur standar biasanya memakan waktu 30 jam, akan tetapi karena tingkat kesulitan operasi yg tinggi dimana kedua bayi bukan cuma membagi organ tengkorak, tetapi juga beberapa otak mereka menyatu, sehingga proses operasi berlangsung lebih dari 4 hari lamanya, & dilakukan oleh para dokter yg bekerja secara bergantian.

Operasi Terlama: 103 Jam

foto: Mount Elizabeth

Dokter Keith Goh selaku pimpinan regu menyatakan bahwa kedua otak saling melekat erat sehingga masing-masing dari ratusan pembuluh darah yg ukurannya sangat kecil perlu ditelusuri & diidentifikasi satu per satu. Ditambah lagi diperlukannya modifikasi bentuk tengkorak kedua bayi yg menambah tingkat kesulitan operasi.

Para dokter didukung oleh teknologi komputer super canggih dimana mereka dapat menciptakan hasil scan 3D kedua otak bayi & dapat berlatih sebelum prosedur operasi dilakukan.

Operasi Terlama: 103 Jam

foto: Reuters

Operasi pemisahan bayi dinyatakan berhasil, walaupun 7 tahun setelahnya, Ganga Shrestha meninggal karena meningitis.

Sementara di 2005, saudara kembarnya, Jamuna Shrestha hidup sehat & sanggup berbicara, menyanyi, & mengikuti sekolah. Akan tetapi ia masih membutuhkan operasi rekonstruksi tengkorak & fisioterapi untuk membantunya berjalan normal.

Kisah perjuangan hidup saudari kembar Ganga & Jamuna Shrestha dituangkan dalam sebuah novel yg dituliskan oleh Sunita Lad Bhamray, & beberapa penghasilannya akan didonasikan untuk kebutuhan operasi lanjutan yg dibutuhkan oleh Jamuna.


Sumber:
https://www.reuters.com/article/idIN...34731520080729 Kemarin 20:56
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.