T!T!~ch@/\/
IndoForum Banned
- No. Urut
- 1035
- Sejak
- 11 Mei 2006
- Pesan
- 21.523
- Nilai reaksi
- 1.324
- Poin
- 113
suarasurabaya.net| Kebiasannya mengorok saat tidur benar-benar membuat ROBI (45) jengah. Bukan sekadar karena istrinya ngomel setiap pagi gara-gara tidak bisa tidur, tapi juga karena rasa malu yang harus ditanggung karena ditertawakan para penumpang di sekitarnya saat ia tertidur di pesawat.
ROBI bukanlah satu-satunya orang yang mengalami masalah dengan ngorok atau mendengkur. Hasil penelitian menunjukkan tak kurang dari 15% orang di dunia mengalami ngorok, dan setengahnya mengalami Obstruktif Sleep Apnoe Syndrome (OSAS) yaitu henti napas waktu tidur
"Mengorok bukanlah semata perkara sosial namun juga persoalan kesehatan. Selain bunyi dengkuran mengganggu teman tidur, orang yang mendengkur berat umumnya mengalami gangguan sumbatan pernapasan saat tidur hingga terjadi henti napas atau yang disebut dengan OSAS," kata dr WIYONO HADI, Sp.THT, ahli telinga hidung dan tenggorokan RS PHC yang praktek di klinik spesialis Rumah Sakit PHC Surabaya, setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 08.00.
Sebagai dokter spesialis tetap RS PHC Surabaya, dr WIYONO menjelaskan bahwa bila dibiarkan OSAS dapat mengakibatkan risiko penyakit jantung, stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, meningkatnya risiko diabetes bahkan sampai kematian.
"Bagi orang yang suka mendengkur, ada cara untuk mengatasinya, tanpa operasi atau dengan operasi. Bila ingin tidak mendengkur tanpa operasi, diantaranya bila berat badan berlebih harus mengurangi berat badannya hingga ideal, posisi tidur miring, menggunakan bantal khusus, dan menggunakan masker CPAP (Continuous Positive Air Pressure) setiap malam seumur hidupnya," papar dr WIYONO.
Sedangkan, bila dengan operasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti Radio Frekwensi, yang merupakan alat paling populer saat ini,
merupakan salah satu sarana yang dapat dipakai untuk mengatasi ngorok dengan pembedahan minimal (minimally invasive) yang saat ini sudah tersedia di RS PHC, yang beralamat di jl. Prapat Kurung Selatan 1 Tanjung Perak, Surabaya.
Beliau menambahkan, pasca pemulihan singkat, si pasien diharapkan minum atau mengulum es batu di mulut selama 15 menit dan tiap 3 jam sekali. Hal itu dilakukan selama satu hari untuk menghindari pembengkakan. Selain itu tidak ada pantangan makanan.
Informasi lebih lanjut untuk operasi ngorok dapat menghubungi:
Customer Service RS PHC Surabaya, Jl. Prapat Kurung Selatan 1
Tanjung Perak Surabaya
Telepon: 031 3294801.
ROBI bukanlah satu-satunya orang yang mengalami masalah dengan ngorok atau mendengkur. Hasil penelitian menunjukkan tak kurang dari 15% orang di dunia mengalami ngorok, dan setengahnya mengalami Obstruktif Sleep Apnoe Syndrome (OSAS) yaitu henti napas waktu tidur
"Mengorok bukanlah semata perkara sosial namun juga persoalan kesehatan. Selain bunyi dengkuran mengganggu teman tidur, orang yang mendengkur berat umumnya mengalami gangguan sumbatan pernapasan saat tidur hingga terjadi henti napas atau yang disebut dengan OSAS," kata dr WIYONO HADI, Sp.THT, ahli telinga hidung dan tenggorokan RS PHC yang praktek di klinik spesialis Rumah Sakit PHC Surabaya, setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 08.00.
Sebagai dokter spesialis tetap RS PHC Surabaya, dr WIYONO menjelaskan bahwa bila dibiarkan OSAS dapat mengakibatkan risiko penyakit jantung, stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, meningkatnya risiko diabetes bahkan sampai kematian.
"Bagi orang yang suka mendengkur, ada cara untuk mengatasinya, tanpa operasi atau dengan operasi. Bila ingin tidak mendengkur tanpa operasi, diantaranya bila berat badan berlebih harus mengurangi berat badannya hingga ideal, posisi tidur miring, menggunakan bantal khusus, dan menggunakan masker CPAP (Continuous Positive Air Pressure) setiap malam seumur hidupnya," papar dr WIYONO.
Sedangkan, bila dengan operasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti Radio Frekwensi, yang merupakan alat paling populer saat ini,
merupakan salah satu sarana yang dapat dipakai untuk mengatasi ngorok dengan pembedahan minimal (minimally invasive) yang saat ini sudah tersedia di RS PHC, yang beralamat di jl. Prapat Kurung Selatan 1 Tanjung Perak, Surabaya.
Beliau menambahkan, pasca pemulihan singkat, si pasien diharapkan minum atau mengulum es batu di mulut selama 15 menit dan tiap 3 jam sekali. Hal itu dilakukan selama satu hari untuk menghindari pembengkakan. Selain itu tidak ada pantangan makanan.
Informasi lebih lanjut untuk operasi ngorok dapat menghubungi:
Customer Service RS PHC Surabaya, Jl. Prapat Kurung Selatan 1
Tanjung Perak Surabaya
Telepon: 031 3294801.
