• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Ongkos Pakan & Obat Satwa Mencapai Rp1 Miliar

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
NW03Z.png

koleksi TSTJ Solo.
Biaya perawatan hewan di Kebun Binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Jawa Tengah, mengalami kenaikan sebesar Rp1 miliar.

Direktur Utama TSTJ, Lilik Kristianto, mengaku, biaya yang dialokasikan untuk membeli pakan hewan hingga obat-obatan merupakan pengeluaran yang terbesar.

Semula pihaknya hanya menganggarkan pembelian pakan hewan hingga obat-obatan, sebesar Rp830 juta, seiring dengan harga komoditas bahan pokok pakan hewan mengalami kenaikan, berimbas terhadap pengeluaran TSTJ.

Ongkos pakan satwa per bulan mencapai Rp75 juta atau total Rp900 juta per tahun. Sedangkan biaya obat dan konservasi fauna dianggarkan Rp112 juta.

“Kami anggarkan untuk tahun ini, pakan dan obat serta konservasi fauna Rp1 miliar. Naik kalau dibandingkan tahun lalu,” jelasnya kepada wartawan di Solo, Jumat (11/1/2013).

Menurutnya, pengeluaran terbesar untuk membeli pakan hewan karnivora. Minimal, tambah Lilik, pengelola harus menyediakan 25-30 ekor ayam untuk pakan hewan tersebut.

Lilik mengatakan keseluruhan koleksi satwa di TSTJ mencapai sekira 300 ekor. Belum lama ini, TSTJ juga menerima titipan satwa hasil razia dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Di antaranya satu orang utan bernama Kirno, dua pasang burung Bayan, Kakaktua Jambul Kuning dan Jambul Putih, Nuri Merah dan Merak.

“Kirno yang semula kami terima dalam kondisi sakit, sekarang sudah baik. Tapi masih direhabilitasi dan menunggu koordinasi lagi dengan BKSDA,”jelasnya.

Lilik juga menyampaikan banyak kandang hewan di TSTJ harus diperbaiki. Jika tidak segera diperbaiki, risikonya sangat besar sebab banyak kandang satwa yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.