roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Sabtu, 22 November 2008 | 22:23 WIB
TOKYO, SABTU - Persaingan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2016 semakin sengit. Tokyo, satu dari empat kota yang mengajukan diri sebagai penyelenggara hajatan olahraga terbesar itu, mulai terang-terangan melancarkan serangan.
Tokyo menjadikan isu ekonomi sebagai senjata andalan. Komite yang memperjuangkan Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade 2016, Sabtu (22/11), menyatakan, perekonomian Jepang terbukti sangat tangguh di tengah krisis besar ekonomi dunia saat ini.
Pinjaman Jepang kepada danang Moneter Internasional (IMF) memperlihatkan betapa sehatnya perekonomian Negeri Matahari Terbit. Pinjaman kepada IMF dan sektor perbankan Jepang yang kuat mempe rlihatkan kemampuan Jepang untuk bertahan di tengah situasi ekonomi global sekarang, tegas komite.
Belum lama ini, Pemerintah Jepang merencanakan memberi pinjaman 100 miliar dollar AS kepada IMF. Pinjaman yang begitu besar ini dimaksudkan untuk melancarkan tugas IMF membantu negara-negara yang terkena dampak krisis hebat ekonomi dunia.
Selain Tokyo, kota yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2016 ialah Chicago (AS), Madrid (Spanyol), dan Rio de Janeiro (Brasil). Dalam evaluasi teknik menyeluruh yang digelar Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Juni 2008, Tokyo mendapat nilai tertinggi.
Sayangnya, keunggulan Tokyo terancam dengan terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS. Karier politik Obama tumbuh dan besar di Chicago sehingga memberi keunggulan tersendiri bagi kota itu. Keunggulan teknis Tokyo bisa tidak ada artinya.
Tokyo tidak kehilangan akal. Sebelum batas akhir pengajuan usulan menjadi tuan rumah pada Februari 2009, Tokyo mengembuskan isu ekonomi, yang sungguh aktual sekaligus konkret.
Tokyo memaparkan, keunggulan ekonomi tidak lantas membuat mereka akan membuat Olimpiade 2016 menjadi pesta yang menghambur-hamburkan uang. Tokyo mengumumkan rencana mereka menggelar Olimpiade 2016 secara efisien.
Ichiro Kono, ketua komite Olimpiade Tokyo, menegaskan, Tokyo bakal menggelar olimpiade dengan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan. "Kami merencanakan hanya membangun lima gelanggang olahraga baru, guna melengkapi fasilitas olahraga kelas dunia yang sudah ada sebelumnya," tegas Ichiro.
Tokyo adalah kota di Asia yang pertama kali menggelar olimpiade. Peristiwa bersejarah itu ter jadi pada 1964. Keberhasilan menjadi tuan rumah Olimpiade 1964 dilihat sebagai bukti kebangkitan Jepang setelah kalah dalam Perang Dunia II.
TOKYO, SABTU - Persaingan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2016 semakin sengit. Tokyo, satu dari empat kota yang mengajukan diri sebagai penyelenggara hajatan olahraga terbesar itu, mulai terang-terangan melancarkan serangan.
Tokyo menjadikan isu ekonomi sebagai senjata andalan. Komite yang memperjuangkan Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade 2016, Sabtu (22/11), menyatakan, perekonomian Jepang terbukti sangat tangguh di tengah krisis besar ekonomi dunia saat ini.
Pinjaman Jepang kepada danang Moneter Internasional (IMF) memperlihatkan betapa sehatnya perekonomian Negeri Matahari Terbit. Pinjaman kepada IMF dan sektor perbankan Jepang yang kuat mempe rlihatkan kemampuan Jepang untuk bertahan di tengah situasi ekonomi global sekarang, tegas komite.
Belum lama ini, Pemerintah Jepang merencanakan memberi pinjaman 100 miliar dollar AS kepada IMF. Pinjaman yang begitu besar ini dimaksudkan untuk melancarkan tugas IMF membantu negara-negara yang terkena dampak krisis hebat ekonomi dunia.
Selain Tokyo, kota yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2016 ialah Chicago (AS), Madrid (Spanyol), dan Rio de Janeiro (Brasil). Dalam evaluasi teknik menyeluruh yang digelar Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Juni 2008, Tokyo mendapat nilai tertinggi.
Sayangnya, keunggulan Tokyo terancam dengan terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS. Karier politik Obama tumbuh dan besar di Chicago sehingga memberi keunggulan tersendiri bagi kota itu. Keunggulan teknis Tokyo bisa tidak ada artinya.
Tokyo tidak kehilangan akal. Sebelum batas akhir pengajuan usulan menjadi tuan rumah pada Februari 2009, Tokyo mengembuskan isu ekonomi, yang sungguh aktual sekaligus konkret.
Tokyo memaparkan, keunggulan ekonomi tidak lantas membuat mereka akan membuat Olimpiade 2016 menjadi pesta yang menghambur-hamburkan uang. Tokyo mengumumkan rencana mereka menggelar Olimpiade 2016 secara efisien.
Ichiro Kono, ketua komite Olimpiade Tokyo, menegaskan, Tokyo bakal menggelar olimpiade dengan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan. "Kami merencanakan hanya membangun lima gelanggang olahraga baru, guna melengkapi fasilitas olahraga kelas dunia yang sudah ada sebelumnya," tegas Ichiro.
Tokyo adalah kota di Asia yang pertama kali menggelar olimpiade. Peristiwa bersejarah itu ter jadi pada 1964. Keberhasilan menjadi tuan rumah Olimpiade 1964 dilihat sebagai bukti kebangkitan Jepang setelah kalah dalam Perang Dunia II.