Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Seminggu yg lalu, ada kabar penggerebekan pabrik oli motor palsu di daerah Bekasi Timur. Mungkin karena ramai soal kasus Ferdy Sambo, jadi berita pabrik oli palsu itu tenggelam & kurang mendapat perhatian masyarakat.
Sejak dulu, kasus pemalsuan oli memang sering ada. Nah, yg terakhir ini pelakunya meminjam modal kepada orang tua sejumlah 150 juta rupiah. Ia mengpakai uang itu untuk modal membeli kemasan botol oli beserta label & karton yg mirip dengan produk asli. Ia juga membeli perlengkapan lain seperti mesin press untuk segel kemasan, pompa, hingga oli tanpa merek sejumlah 40 drum (semacam oli curah kali ya?). Oli itu kemudian ia kemas ulang dengan botol seperti produk asli. Untuk pemasarannya, pelaku menjual produk secara online. Untungnya Polres Metro Bekasi Kota sigap meringkus para pelaku.
Sebelumnya, pada Maret 2022 lalu, Bareskrim Polri juga berhasil membongkar penjualan oli palsu. Lokasi gudangnya sendiri ada di 2 daerah, yakni di Penjaringan & Batu Ceper, Kota Tangerang.
Di tahun 2021, 2020, & sebelum-sebelumnya juga sering ditemukan kasus oli palsu (silakan search sendiri untuk lebih lengkapnya, banyak banget, gan). Gak kapok-kapok, ya. Mungkin karena jumlah pengguna oli di Indonesia sangat banyak, para penipu jadi tergiur menghasilkan uang dengan mengerjakan kejahatan ini.
Memang, apa akibatnya kalau mengpakai oli palsu?
Banyak banget akibat negatifnya kalo mesin motor kita hingga kena oli KW. Mulai dari mesin yg mudah panas, menimbulkan endapan pada mesin, hingga merusak komponen mesin yg pada akhirnya menyebabkan motor harus turun mesin. Di TikTok pun banyak video buatan abang-abang mekanik yg memperlihatkan kondisi mesin motor kliennya yg rusak akibat oli palsu. Bahkan ada yg hingga timbul endapan jeli (gue sih ngeliatnya kayak dodol ya
) di mesin motornya. Serem gak tuh?
Foto: akun tiktok PEBYJANGEBY
Di tengah harga kebutuhan yg semakin naik, orang-orang emang semakin kreatif mencari uang. Salah satunya lewat jalan tipu-tipu itu. Biar gak ketipu oli palsu, kita perlu lebih teliti saat membeli oli. Oli palsu jelas memiliki disparitas dengan yg asli meski sepintas tampak sama. Kemasan oli palsu biasanya lebih kusam, kadang disertai bekas goresan, ditambah stiker kemasannya mengpakai material murah & pemasangan segel yg kurang rapi. Kode produksinya seringkali dicetak asal-asalan. Ada yg kode produksinya tumpang-tindih untuk menutupi tanggal kadaluarsa, ada yg kode di botol & tutupnya berbeda. Teksturnya pun berbeda, oli palsu memiliki tekstur yg lebih kental, atau dapat juga sangat cair. Soal warna & aroma juga berbeda.
Perbedaan oli palsu & oli original sepertinya akan susah diamati oleh orang awam yg jarang memegang & melihat langsung olinya. Tapi kita tetap dapat berupaya menghindari oli palsu. Ini beberapa tipsnya:
Quote:
1. Hindari membeli oli dengan harga murah. Jangan bahagia kalo dapat oli harga di bawah pasaran. Lo justru harus waspada & curiga, jangan-jangan itu oli palsu.
2. Bingung di mana beli oli yg asli? Coba diskusi dengan teman yg ngerti otomotif, atau simak dialog di grup-grup otomotif.
3. Hindari membeli oli di tempat yg gak jelas. Belilah oli di tempat yg terpercaya, di toko yg memang bekerja sama dengan produsen/distributor olinya, di bengkel yg udah punya nama, atau bengkel terkenal yg punya banyak cabang di mana-mana. Biasanya mereka cuma mau menjual & mengpakai oli asli.
Mudah-mudahan kita semua dihindarkan sering dari oli palsu, deh. Udah harga BBM naik, harga kebutuhan naik, jangan hingga motor juga harus di-service pake banyak biaya gara-gara jadi korban oli palsu.
Apakah ada di antara IFers di sini yg pernah menemukan oli palsu? Kayak gimana tuh bedanya sama yg asli? Share dong, gan!
Quote:
Sumber berita: 1. https://otomotifnet.gridoto.com/read...-merek-ternama
2. https://poskota.co.id/2022/03/15/bar...-di-dua-lokasi
3. https://megapolitan.kompas.com/read/...nya-hingga-ntb
Sumber foto: 1. https://media.noria.com/sites/Upload...tra_large.jpeg
2. https://encrypted-tbn0.gstatic.com/i...mHbxA&usqp=CAU
3. Akun tiktok PEBYJANGEBY
Kemarin 23:59
Sejak dulu, kasus pemalsuan oli memang sering ada. Nah, yg terakhir ini pelakunya meminjam modal kepada orang tua sejumlah 150 juta rupiah. Ia mengpakai uang itu untuk modal membeli kemasan botol oli beserta label & karton yg mirip dengan produk asli. Ia juga membeli perlengkapan lain seperti mesin press untuk segel kemasan, pompa, hingga oli tanpa merek sejumlah 40 drum (semacam oli curah kali ya?). Oli itu kemudian ia kemas ulang dengan botol seperti produk asli. Untuk pemasarannya, pelaku menjual produk secara online. Untungnya Polres Metro Bekasi Kota sigap meringkus para pelaku.
Sebelumnya, pada Maret 2022 lalu, Bareskrim Polri juga berhasil membongkar penjualan oli palsu. Lokasi gudangnya sendiri ada di 2 daerah, yakni di Penjaringan & Batu Ceper, Kota Tangerang.
Di tahun 2021, 2020, & sebelum-sebelumnya juga sering ditemukan kasus oli palsu (silakan search sendiri untuk lebih lengkapnya, banyak banget, gan). Gak kapok-kapok, ya. Mungkin karena jumlah pengguna oli di Indonesia sangat banyak, para penipu jadi tergiur menghasilkan uang dengan mengerjakan kejahatan ini.
Memang, apa akibatnya kalau mengpakai oli palsu?
Banyak banget akibat negatifnya kalo mesin motor kita hingga kena oli KW. Mulai dari mesin yg mudah panas, menimbulkan endapan pada mesin, hingga merusak komponen mesin yg pada akhirnya menyebabkan motor harus turun mesin. Di TikTok pun banyak video buatan abang-abang mekanik yg memperlihatkan kondisi mesin motor kliennya yg rusak akibat oli palsu. Bahkan ada yg hingga timbul endapan jeli (gue sih ngeliatnya kayak dodol ya
Di tengah harga kebutuhan yg semakin naik, orang-orang emang semakin kreatif mencari uang. Salah satunya lewat jalan tipu-tipu itu. Biar gak ketipu oli palsu, kita perlu lebih teliti saat membeli oli. Oli palsu jelas memiliki disparitas dengan yg asli meski sepintas tampak sama. Kemasan oli palsu biasanya lebih kusam, kadang disertai bekas goresan, ditambah stiker kemasannya mengpakai material murah & pemasangan segel yg kurang rapi. Kode produksinya seringkali dicetak asal-asalan. Ada yg kode produksinya tumpang-tindih untuk menutupi tanggal kadaluarsa, ada yg kode di botol & tutupnya berbeda. Teksturnya pun berbeda, oli palsu memiliki tekstur yg lebih kental, atau dapat juga sangat cair. Soal warna & aroma juga berbeda.
Perbedaan oli palsu & oli original sepertinya akan susah diamati oleh orang awam yg jarang memegang & melihat langsung olinya. Tapi kita tetap dapat berupaya menghindari oli palsu. Ini beberapa tipsnya:
Quote:
1. Hindari membeli oli dengan harga murah. Jangan bahagia kalo dapat oli harga di bawah pasaran. Lo justru harus waspada & curiga, jangan-jangan itu oli palsu.
2. Bingung di mana beli oli yg asli? Coba diskusi dengan teman yg ngerti otomotif, atau simak dialog di grup-grup otomotif.
3. Hindari membeli oli di tempat yg gak jelas. Belilah oli di tempat yg terpercaya, di toko yg memang bekerja sama dengan produsen/distributor olinya, di bengkel yg udah punya nama, atau bengkel terkenal yg punya banyak cabang di mana-mana. Biasanya mereka cuma mau menjual & mengpakai oli asli.
Mudah-mudahan kita semua dihindarkan sering dari oli palsu, deh. Udah harga BBM naik, harga kebutuhan naik, jangan hingga motor juga harus di-service pake banyak biaya gara-gara jadi korban oli palsu.
Apakah ada di antara IFers di sini yg pernah menemukan oli palsu? Kayak gimana tuh bedanya sama yg asli? Share dong, gan!
Quote:
Sumber berita: 1. https://otomotifnet.gridoto.com/read...-merek-ternama
2. https://poskota.co.id/2022/03/15/bar...-di-dua-lokasi
3. https://megapolitan.kompas.com/read/...nya-hingga-ntb
Sumber foto: 1. https://media.noria.com/sites/Upload...tra_large.jpeg
2. https://encrypted-tbn0.gstatic.com/i...mHbxA&usqp=CAU
3. Akun tiktok PEBYJANGEBY