T!T!~ch@/\/
IndoForum Banned
- No. Urut
- 1035
- Sejak
- 11 Mei 2006
- Pesan
- 21.523
- Nilai reaksi
- 1.324
- Poin
- 113
DENGAN memiliki delapan kantor cabang yang tersebar di tiga pulau, Jawa, Bali, dan Sumatera, mobilitas Sulaksono cukup tinggi. Dia menyebut, dalam sebulan, dirinya harus mengunjungi kantor cabang-kantor cabang di luar Surabaya.
Karena itu, bapak empat putri tersebut membagi waktunya dengan 20 hari di Kota Pahlawan, sisanya di luar kota. "Saya perlu mengecek kondisi kantor cabang dan bertemu dengan relasi bisnis di luar Surabaya," tuturnya.
Meski demikian, dia mengatakan tidak pernah bermasalah dengan kondisi fisiknya. Padahal, selama ini, pria berusia 59 tahun itu mengaku tidak pernah punya waktu khusus untuk olahraga. Ini disebabkan kesibukannya. "Saya olahraga di tempat kerja sambil kerja," katanya.
Sulaksono mengaku tak pernah melewatkan kegiatan jalan kaki mengitari lokasi kantor yang luasnya mencapai 1,8 hektare tiap hari. Bahkan, dia melakoninya sehari tiga kali. Pertama, sekitar pukul 06.45. Kedua, pukul 09.00. Terakhir, setelah istirahat makan siang. "Saya jalan-jalan sambil mengecek pekerjaan para pegawai. Terutama, reparasi truk," ujarnya.
Tidak lupa, ucapnya, saat berjalan-jalan itu, dia membawa bolpoin dan secarik kertas dalam kantong bajunya. Alasannya, sering muncul ide baru untuk mengembangkan perusahaan saat melakoni aktivitas tersebut. "Kalau sudah begitu, saya langsung mencatat. Kemudian, saya serahkan kepada kepala-kepala bagian untuk melaksanakan ide-ide itu," cetusnya.
Selain kerja keras, Sulaksono selalu menenangkan pikirannya yang sehari-sehari bergelut dengan tenggat waktu. Caranya, dia selalu menjadwalkan waktu liburan bersama istri, Utami Ningsih.
Kakek tiga cucu itu mengatakan, low session menjadi pilihan mereka berdua. Alasannya, saat itu sudah sepi sehingga dia bisa menikmati liburan dengan tenang. "Sebaliknya, kalau peak session seperti sekarang, giliran anak cucu yang berlibur," tuturnya.
Dia mengatakan tidak pernah menentukan berapa kali berlibur dalam setahun. Semua tergantung kondisi atau ajakan dari teman. "Kalau ada teman yang mengajak, kami biasanya ikut. Terutama jika lokasinya belum pernah kami kunjungi. Jadi, setahun ya bisa lebih dari satu kali," ucapnya.
Sumber : Jawa Pos
Karena itu, bapak empat putri tersebut membagi waktunya dengan 20 hari di Kota Pahlawan, sisanya di luar kota. "Saya perlu mengecek kondisi kantor cabang dan bertemu dengan relasi bisnis di luar Surabaya," tuturnya.
Meski demikian, dia mengatakan tidak pernah bermasalah dengan kondisi fisiknya. Padahal, selama ini, pria berusia 59 tahun itu mengaku tidak pernah punya waktu khusus untuk olahraga. Ini disebabkan kesibukannya. "Saya olahraga di tempat kerja sambil kerja," katanya.
Sulaksono mengaku tak pernah melewatkan kegiatan jalan kaki mengitari lokasi kantor yang luasnya mencapai 1,8 hektare tiap hari. Bahkan, dia melakoninya sehari tiga kali. Pertama, sekitar pukul 06.45. Kedua, pukul 09.00. Terakhir, setelah istirahat makan siang. "Saya jalan-jalan sambil mengecek pekerjaan para pegawai. Terutama, reparasi truk," ujarnya.
Tidak lupa, ucapnya, saat berjalan-jalan itu, dia membawa bolpoin dan secarik kertas dalam kantong bajunya. Alasannya, sering muncul ide baru untuk mengembangkan perusahaan saat melakoni aktivitas tersebut. "Kalau sudah begitu, saya langsung mencatat. Kemudian, saya serahkan kepada kepala-kepala bagian untuk melaksanakan ide-ide itu," cetusnya.
Selain kerja keras, Sulaksono selalu menenangkan pikirannya yang sehari-sehari bergelut dengan tenggat waktu. Caranya, dia selalu menjadwalkan waktu liburan bersama istri, Utami Ningsih.
Kakek tiga cucu itu mengatakan, low session menjadi pilihan mereka berdua. Alasannya, saat itu sudah sepi sehingga dia bisa menikmati liburan dengan tenang. "Sebaliknya, kalau peak session seperti sekarang, giliran anak cucu yang berlibur," tuturnya.
Dia mengatakan tidak pernah menentukan berapa kali berlibur dalam setahun. Semua tergantung kondisi atau ajakan dari teman. "Kalau ada teman yang mengajak, kami biasanya ikut. Terutama jika lokasinya belum pernah kami kunjungi. Jadi, setahun ya bisa lebih dari satu kali," ucapnya.
Sumber : Jawa Pos

