Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sejatinya, menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan atau puasa sunnah sesuai syariat Islam, hanyalah memajukan jam makan sarapan, kemudian menghilangkan jadwal makan siang, serta, tidak makan atau minum dari waktu yg di tentukan (imsak) hingga Adzan Maghrib berkumandang, sesederhana itu, namun bagi beberapa orang menjalankan puasa tidak semudah demikian, terlebih dengan mobilitas & seringkali bekerja dengan beban berat, seperti pekerjaan yg menguras tenaga besar, hingga pekerjaan yg menguras pikiran yg menyebabkan berkurangnya energi.
Meski begitu, bagi beberapa orang yg memiliki program olahraga, meski menjalani ibadah puasa tentu tidak akan menghalangi niatnya untuk mencapai target dari program olahraganya, semisal seorang yg berprogram dengan jogging hariannya untuk menurunkan berat tubuh, atau seorang atlet yg terus berlatih untuk jadwal kompetisinya, tentu olahraga di masa puasa cuma masalah waktu yg dapat di re-schedule.
Lalu, bagaimanakah dengan olahraga beban saat puasa? tentu dapat, mulai dari pola latihan, pola istirahat, durasi olahraga hingga konsumsi nutrisi, mesti di program ulang.
Baca Juga : Pengetahuan Dasar Olahraga Beban, Untuk Pemula
Ada beberapa part olahraga yg meski di kurangi, semisal kalau program latihan kompleks harian, dapat di ubah dengan di split untuk di lanjut hari besoknya, menambah asupan nutrisi, mengurangi set atau repetisi tiap latihannya, mengerjakan setelah jam tarawih, menyudahi secepatnya & memulai jam tidur / istirahat se-awal mungkin.
Sedang untuk fase maintenance, tetap melatih dengan takaran beban yg sama, tanpa harus menambah beban lagi demi menjaga keseimbangan tubuh lantaran sepanjang hari sudah mengalami defisit kalori, di tambah berkurangnya jam tidur yg di akibatkan harus bangun saat jam sahur.
Baca Juga : Olahraga Pembentukan Otot Tanpa Suplemen, Bisakah ?
Tetap jangan lupakan pemanasan sebelum latihan, serta gerakan pendharapan untuk meredakan ketegangan otot yg di sebabkan angkat beban saat selesai olahraga, beberapa saran yg di dapat dari para pro-body lifting, saat ber-puasa jangan hingga berolahraga beban lebih dari 45 menit, untuk tetap menjaga kadar gula darah & ketersediaan kalori tubuh.
Hari ini 16:26
Meski begitu, bagi beberapa orang yg memiliki program olahraga, meski menjalani ibadah puasa tentu tidak akan menghalangi niatnya untuk mencapai target dari program olahraganya, semisal seorang yg berprogram dengan jogging hariannya untuk menurunkan berat tubuh, atau seorang atlet yg terus berlatih untuk jadwal kompetisinya, tentu olahraga di masa puasa cuma masalah waktu yg dapat di re-schedule.
Lalu, bagaimanakah dengan olahraga beban saat puasa? tentu dapat, mulai dari pola latihan, pola istirahat, durasi olahraga hingga konsumsi nutrisi, mesti di program ulang.
Baca Juga : Pengetahuan Dasar Olahraga Beban, Untuk Pemula
Ada beberapa part olahraga yg meski di kurangi, semisal kalau program latihan kompleks harian, dapat di ubah dengan di split untuk di lanjut hari besoknya, menambah asupan nutrisi, mengurangi set atau repetisi tiap latihannya, mengerjakan setelah jam tarawih, menyudahi secepatnya & memulai jam tidur / istirahat se-awal mungkin.
Sedang untuk fase maintenance, tetap melatih dengan takaran beban yg sama, tanpa harus menambah beban lagi demi menjaga keseimbangan tubuh lantaran sepanjang hari sudah mengalami defisit kalori, di tambah berkurangnya jam tidur yg di akibatkan harus bangun saat jam sahur.
Baca Juga : Olahraga Pembentukan Otot Tanpa Suplemen, Bisakah ?
Tetap jangan lupakan pemanasan sebelum latihan, serta gerakan pendharapan untuk meredakan ketegangan otot yg di sebabkan angkat beban saat selesai olahraga, beberapa saran yg di dapat dari para pro-body lifting, saat ber-puasa jangan hingga berolahraga beban lebih dari 45 menit, untuk tetap menjaga kadar gula darah & ketersediaan kalori tubuh.
Hari ini 16:26