Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Walikota Medan | Tribunnews.com
SAHABATKASKUS - Di beberapa portal berita lagi marak nih pemberitaan soal guru yg menghina siswanya.
Secara pribadi saya agak terkejut, terkejut disini bukan dikarenakan itu adalah hal yg baru, tetapi terkejutnya saya adalah dikarenakan hal yg seperti itu, terus berulang dari jaman orde baru hingga sekarang jaman reformasi.
Yang mana jaman reformasi ini semestinya jadi jaman perubahan yg bertujuan untuk perbaikan baik dibidang sosial, politik, & ekonomi di negara ini.
Ilustrasi belajar disekolah | m.merdeka.com
Ditambah lagi saya mengenal letak sekolah tersebut, buat yg jaman old pasti tau kalau sekolah itu dulunya adalah SMP 26, & sekarang jadi SMP 28.
Apakah sekolah tersebut mengalami penurunan prestasi sehingga penamaan sekolah ikut jadi berubah ?
Yang jelas sekolah & bidang terkait lah yg memahami kenapa sekolah itu berubah penamaannya.
Dan sekarang bukan prestasi yg kita dengar, justru prilaku yg tidak baik yg kita dengar dari sekolah SMP 28 Medan Johor tersebut, terlebih lagi prilaku ini dilakukan oleh dua oknum Guru yg berstatus ASN.
Dari beberapa portal berita yg saya baca, ke dua oknum guru tersebut melontarkan kalimat hinan kepada siswinya, seperti yg saya kutip dari portal news detik.com.
Dihinggakan oleh wakil ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga :
Quote:
"Kemarin terjadi lagi, begitu laporan sama kita. Waktu ambil rapor, guru itu bilang 'coba buka masker kamu'. Dibilang ke siswa itu lagi 'masih warasnya kamu, udah bodoh'. Nah ternyata ada guru yg nyahut juga dari belakang, udah miskin, gitu. Jadi laporan ini hingga ke kita lagi, jadi kita datangi," mengatakan Ihwan saat dihubungi.
Ilustrasi guru murid | Tribunnews.com
Kalimat seperti itu keluar dari seorang oknum guru ASN, sadarkah oknum guru tersebut dengan ucapannya, sadarkah mereka status mereka sebagai ASN.
Entah apa yg ada dalam pikiran kedua oknum guru tersebut, kalau dari opini pribadi, saya menilai Guru yg berstatus ASN justru punya tanggung jawab moral yg lebih akbar karena dia ditunjuk sebagai perwakilan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan itu ada dalam undang undang.
Tapi yg dilakukan kedua oknum guru tersebut justru hal yg berbeda, mereka justru seperti memberikan pelajaran "Penindasan" {Bullying} kepada anak anak bangsa ini.
Dan buat saya ada hal yg lebih tidak terpahami, yaitu mereka (kedua oknum guru -pen) sudah tau anak didiknya bodoh, & sudah tau mereka anak didiknya miskin. Sebagai guru bukankah semestinya mereka berusaha menolong kondisi anak didiknya tersebut.
Yang buat tambah geleng kepala adalah Mereka itu adalah guru, akan tetapi mereka sendiri mengumbar kegagalannya dengan mengatakan anak didiknya bodoh.
Dalam opini saya, sesuai dengan pepatah yg menyebutkan "Guru kencing berdiri Murid kencing berlari".
Semakin bodoh muridnya maka itu menunjukkan kebodohan/kegagalan sang guru dalam mendidik murid-muridnya.
Gambar Waka DPRD mengunjungi sekolah | news.detik.com
Akhir opini saya, mari kita cerdaskan kehidupan berbangsa, jangan justru mengajar kan "Penindasan" {bullying}, karena prilaku menindas cuma dilakukan oleh orang yg tak beretika, buat yg berpendidikan etika adalah hal yg absolut untuk dipelajari.
Jadilah pribadi yg lebih baik, lebih maju. Jangan hingga di negeri ini kemajuan teknologi justru memundurkan etika/prilaku bangsanya.
Terimakasih buat Wakil ketua DPRD Medan, & Juga Walikota Medan yg memberikan perhatian kepada masalah ini.
Terimakasih sudah berkunjung ke Thread ini
Tulisan berdasarkan opini pribadi
Pemberitaan oknum guru hina siswa
Portal 1
Portal 2
Portal 3
Portal 4
Hari ini 12:39
Tulisan berdasarkan opini pribadi
Pemberitaan oknum guru hina siswa
Portal 1
Portal 2
Portal 3
Portal 4