informasiobat
IndoForum Senior D
- No. Urut
- 106730
- Sejak
- 13 Okt 2010
- Pesan
- 4.669
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 36
Salah satu penyakit akibat virus yang ditakuti banyak orang karena belum temukan obatnya adalah HIV.Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.Mangostin xanthones yang terkandung dalam kulit manggis telah dibuktikan mampu menghambat sirkulasi replikasi virus HIV (Vlietinck,1998).
Hasil penelitian Vlietinck (1998) memperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan di Cina yang juga menyimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis menunjukan potensi dalam menghambat HIV-1 protease yang mempengaruhi replikasi HIV (Chen et al., 1996).Tampak mekanisme kerja xanthones berbeda dengan obat antiretroviral (ARV).
Selain penyakit HIV,hasil penelitian lgnatushchenko et al.(1999) menyimpulkan bahwa xanthones mempunyai potensi tinggi dalam aktivitas antimalaria yang dilakukan pada hewan percobaan.Meski belum diuji klinis,xanthones secara empiris terbukti mampu menyembuhkan beberapa penderita malaria kronik.
MANGOSTIN PADA KULIT MANGGIS MAMPU MENGHAMBAT SIKLUS REPLIKASI VIRUS HIV.XANTHONES JUGA BERPOTENSI TINGGI SEBAGAI ANTI MALARIA.
dikutif dari buku Dahyatnya manggis untuk menumpas penyakit, Karangan DR.Ir. Raffi Paramawati, Msi
Manfaat Vitamin dan Zat Mineral
Mengapa Vitamin dan Zat Mineral Penting?
Vitamin dan zat mineral kadang-kadang disebut bahan gizi mikro. Tubuh kita hanya memerlukan bahan gizi mikro dalam jumlah sedikit, untuk mendukung reaksi kimia yang diperlukan oleh sel kita agar dapat hidup. Berbagai macam bahan gizi berdampak pada pencernaan, susunan saraf, pikiran, dan proses tubuh yang lain.
Bahan gizi mikro terkandung pada banyak bahan makanan. Orang yang sehat mungkin mendapatkan cukup vitamin dan zat mineral dari makanannya saja. Odha atau orang dengan penyakit lain membutuhkan lebih banyak bahan gizi mikro untuk membantu memperbaiki dan memulihkan sel yang rusak. Selain itu, beberapa obat dapat menimbulkan kekurangan berbagai bahan gizi.
Apa Antioksidan Itu?
Beberapa molekul dalam tubuh adalah dalam bentuk yang disebut beroksidasi. Molekul ini dikenal sebagai radikal bebas (free radical). Molekul ini bereaksi secara mudah dengan molekul lain, dan dapat merusak sel tubuh. Kadar radikal bebas yang tinggi tampaknya menyebabkan banyak kerusakan yang berkaitan dengan proses penuaan.
Radikal bebas dibuat sebagai bagian dari reaksi kimia normal dalam tubuh. Antioksidan adalah molekul yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dengan molekul yang lain. Ini membatasi kerusakan yang dilakukan oleh radikal bebas. Ada beberapa macam bahan gizi yang bersifat antioksidan.
Antioksidan penting bagi Odha, karena infeksi HIV meningkatkan kadar radikal bebas. Lagi pula radikal bebas dapat memacu kegiatan HIV. Pada tingkat yang lebih tinggi antioksidan dapat memperlambat penggandaan HIV dan membantu memperbaiki sebagian kerusakan yang disebabkan oleh virus tersebut.
Berapa Banyak yang Kita Butuhkan?
Mungkin kita berpikir bahwa kita dapat memperoleh cukup vitamin dan zat mineral dengan memakai pil multivitamin satu kali sehari. Sayangnya, tidak semudah itu. Jumlah bahan gizi mikro pada banyak pil tersebut berdasarkan pada angka kecukupan gizi/AKG. Masalah dengan AKG adalah bahwa jumlah bahan gizi yang ditetapkannya tidak cocok bagi Odha. Sebaliknya, anjurannya merupakan jumlah minimal untuk mencegah kekurangan gizi bagi orang yang sehat. Penyakit HIV dan beberapa obat untuk infeksi terkait AIDS dapat menghilangkan beberapa bahan gizi. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa Odha membutuhkan bahan gizi dengan jumlah enam sampai 25 kali AKG. Namun, sebuah pil multivitamin yang sangat manjur adalah cara yang baik untuk memperoleh bahan gizi mikro yang dasar.
Bahan Gizi Mana yang Penting?
Belum ada banyak penelitian yang dilaksanakan mengenai bahan gizi tertentu terkait dengan penyakit HIV. Namun satu penelitian menunjukkan bahwa perempuan hamil di Tanzania mendapatkan manfaat besar dari suplemen multivitamin. Lagi pula, banyak bahan gizi saling berinteraksi. Kebanyakan ahli gizi menganjurkan merencanakan program tambahan bahan gizi secara keseluruhan.
Odha dapat memperoleh manfaat dengan memakai tambahan vitamin dan zat mineral yang berikut:
* Vitamin B: Vitamin B1 (tiamin). vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6 (piridoksin), vitamin B12 (kobalamin), dan folat (asam folat).
* Antioksidan, termasuk beta-karoten (tubuh mengurai beta-karoten untuk membuat vitamin A), zat selenium, vitamin E (tokoferol), dan vitamin C.
* Zat magnesium dan zink.
Insya Alloh sembuh.....klik disini
Hasil penelitian Vlietinck (1998) memperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan di Cina yang juga menyimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis menunjukan potensi dalam menghambat HIV-1 protease yang mempengaruhi replikasi HIV (Chen et al., 1996).Tampak mekanisme kerja xanthones berbeda dengan obat antiretroviral (ARV).
Selain penyakit HIV,hasil penelitian lgnatushchenko et al.(1999) menyimpulkan bahwa xanthones mempunyai potensi tinggi dalam aktivitas antimalaria yang dilakukan pada hewan percobaan.Meski belum diuji klinis,xanthones secara empiris terbukti mampu menyembuhkan beberapa penderita malaria kronik.
MANGOSTIN PADA KULIT MANGGIS MAMPU MENGHAMBAT SIKLUS REPLIKASI VIRUS HIV.XANTHONES JUGA BERPOTENSI TINGGI SEBAGAI ANTI MALARIA.
dikutif dari buku Dahyatnya manggis untuk menumpas penyakit, Karangan DR.Ir. Raffi Paramawati, Msi
Manfaat Vitamin dan Zat Mineral
Mengapa Vitamin dan Zat Mineral Penting?
Vitamin dan zat mineral kadang-kadang disebut bahan gizi mikro. Tubuh kita hanya memerlukan bahan gizi mikro dalam jumlah sedikit, untuk mendukung reaksi kimia yang diperlukan oleh sel kita agar dapat hidup. Berbagai macam bahan gizi berdampak pada pencernaan, susunan saraf, pikiran, dan proses tubuh yang lain.
Bahan gizi mikro terkandung pada banyak bahan makanan. Orang yang sehat mungkin mendapatkan cukup vitamin dan zat mineral dari makanannya saja. Odha atau orang dengan penyakit lain membutuhkan lebih banyak bahan gizi mikro untuk membantu memperbaiki dan memulihkan sel yang rusak. Selain itu, beberapa obat dapat menimbulkan kekurangan berbagai bahan gizi.
Apa Antioksidan Itu?
Beberapa molekul dalam tubuh adalah dalam bentuk yang disebut beroksidasi. Molekul ini dikenal sebagai radikal bebas (free radical). Molekul ini bereaksi secara mudah dengan molekul lain, dan dapat merusak sel tubuh. Kadar radikal bebas yang tinggi tampaknya menyebabkan banyak kerusakan yang berkaitan dengan proses penuaan.
Radikal bebas dibuat sebagai bagian dari reaksi kimia normal dalam tubuh. Antioksidan adalah molekul yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dengan molekul yang lain. Ini membatasi kerusakan yang dilakukan oleh radikal bebas. Ada beberapa macam bahan gizi yang bersifat antioksidan.
Antioksidan penting bagi Odha, karena infeksi HIV meningkatkan kadar radikal bebas. Lagi pula radikal bebas dapat memacu kegiatan HIV. Pada tingkat yang lebih tinggi antioksidan dapat memperlambat penggandaan HIV dan membantu memperbaiki sebagian kerusakan yang disebabkan oleh virus tersebut.
Berapa Banyak yang Kita Butuhkan?
Mungkin kita berpikir bahwa kita dapat memperoleh cukup vitamin dan zat mineral dengan memakai pil multivitamin satu kali sehari. Sayangnya, tidak semudah itu. Jumlah bahan gizi mikro pada banyak pil tersebut berdasarkan pada angka kecukupan gizi/AKG. Masalah dengan AKG adalah bahwa jumlah bahan gizi yang ditetapkannya tidak cocok bagi Odha. Sebaliknya, anjurannya merupakan jumlah minimal untuk mencegah kekurangan gizi bagi orang yang sehat. Penyakit HIV dan beberapa obat untuk infeksi terkait AIDS dapat menghilangkan beberapa bahan gizi. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa Odha membutuhkan bahan gizi dengan jumlah enam sampai 25 kali AKG. Namun, sebuah pil multivitamin yang sangat manjur adalah cara yang baik untuk memperoleh bahan gizi mikro yang dasar.
Bahan Gizi Mana yang Penting?
Belum ada banyak penelitian yang dilaksanakan mengenai bahan gizi tertentu terkait dengan penyakit HIV. Namun satu penelitian menunjukkan bahwa perempuan hamil di Tanzania mendapatkan manfaat besar dari suplemen multivitamin. Lagi pula, banyak bahan gizi saling berinteraksi. Kebanyakan ahli gizi menganjurkan merencanakan program tambahan bahan gizi secara keseluruhan.
Odha dapat memperoleh manfaat dengan memakai tambahan vitamin dan zat mineral yang berikut:
* Vitamin B: Vitamin B1 (tiamin). vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6 (piridoksin), vitamin B12 (kobalamin), dan folat (asam folat).
* Antioksidan, termasuk beta-karoten (tubuh mengurai beta-karoten untuk membuat vitamin A), zat selenium, vitamin E (tokoferol), dan vitamin C.
* Zat magnesium dan zink.
Insya Alloh sembuh.....klik disini