roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Jose Mekkel - Medan
Seorang lelaki dengan nama aneh benar-benar menjadi Presiden. Untuk dapat memahaminya bisa melihat contoh berikut.
Presiden Iran adalah Christian Gonzales. Perdana Menteri Israel adalah Hidetoshi Mori. Kanselir Jerman adalah Aliyudin Widjoyo. Tetapi nama telah tinggal menjadi nama di negeri itu. Si empunya nama muncul kedepan podium menembus sekedar logika nama. Menunjukkan harapannya. Menyatakan mimpinya. Membuka horison berpikir baru. Membawa gagasan-gagasan hebat. Membuat orang lupa nama. Membuat orang mengingat kharismanya.
Seorang lelaki kurus benar-benar menjadi Presiden. Penampilan yang kurang meyakinkan untuk seorang pesohor dan petinggi. Tetapi lengan otaknya yang gemuk mengabaikan fakta itu sedari awal. Orang-orang melihatnya sebagai sumber inspirasi yang “gemuk” ide-ide. Postur yang membanting tulang membela hak-hak masyarakat umum dan komunitas. Dia tak perlu korupsi untuk menggemukkan badannya yang ceking. Dia tak perlu menjual ijazah magna cumlaude nya untuk sebuah posisi hebat di jabatan basah. Dia hanya tergiur untuk kembali ke komunitas orang-orang “kurus” sebagai panggilan jiwanya. Dia tidak kembali ke kumpulan mayoritas orang amerika yang “obesitas” dan senang melahap barbeque materialisme..
Seorang lelaki hitam benar-benar menjadi Presiden. Merupakan pemandangan asing seorang yang legam diantara orang-orang kulit putih kini sirna menjadi hal yang lumrah. Karena prestasinya yang lebih putih dari kulitnya. Pria tulus dan jujur diri menjadikan itu harapan baru bagi suram dan gelapnya masa depan negeri. Dia tak perlu mendatangi klinik bedah untuk operasi ganti kulit seperti konon Jacko melakukannya dengan pengingkaran diri. Sebaliknya dia bersendau gurau dengan ayahnya orang Afrika yang sedikit durhaka lewat sebuah buku. Tanpa perlu membalas perbuatan seniornya itu. Dia mengingat darimana dia datang dan lahir. Sebuah bekal kekuatan yang hebat untuk mengetahui kemana dia akan pergi selanjutnya. Warna orientasi Amerika sudah terlalu silau sehingga sedikit legamnya perlu untuk cahaya yang teduh bagi jalan masyarakatnya mungkin bagi dunia.
Kapan seorang Papua bernama Ayboi Salossa benar-benar menjadi Presiden Republik Indonesia. Untuk memastikan kita bahwa barak sempit pilihan pemimpin telah dibongkar. Foto senyum dengan rambut keriting terpampang di luas dinding kantor-kantor pemerintah. Bisakah besok? Kapan lagi? Karena hari ini telah lahir dari barak negeri Amerika seorang bernama Barack Obama. Operasi sukses dari ibu demokrasi yang melahirkan sejarah menakjubkan. Obama adalah Jusuf modern di negeri Firaun yang sedang oleng.
Seorang lelaki dengan nama aneh benar-benar menjadi Presiden. Untuk dapat memahaminya bisa melihat contoh berikut.
Presiden Iran adalah Christian Gonzales. Perdana Menteri Israel adalah Hidetoshi Mori. Kanselir Jerman adalah Aliyudin Widjoyo. Tetapi nama telah tinggal menjadi nama di negeri itu. Si empunya nama muncul kedepan podium menembus sekedar logika nama. Menunjukkan harapannya. Menyatakan mimpinya. Membuka horison berpikir baru. Membawa gagasan-gagasan hebat. Membuat orang lupa nama. Membuat orang mengingat kharismanya.
Seorang lelaki kurus benar-benar menjadi Presiden. Penampilan yang kurang meyakinkan untuk seorang pesohor dan petinggi. Tetapi lengan otaknya yang gemuk mengabaikan fakta itu sedari awal. Orang-orang melihatnya sebagai sumber inspirasi yang “gemuk” ide-ide. Postur yang membanting tulang membela hak-hak masyarakat umum dan komunitas. Dia tak perlu korupsi untuk menggemukkan badannya yang ceking. Dia tak perlu menjual ijazah magna cumlaude nya untuk sebuah posisi hebat di jabatan basah. Dia hanya tergiur untuk kembali ke komunitas orang-orang “kurus” sebagai panggilan jiwanya. Dia tidak kembali ke kumpulan mayoritas orang amerika yang “obesitas” dan senang melahap barbeque materialisme..
Seorang lelaki hitam benar-benar menjadi Presiden. Merupakan pemandangan asing seorang yang legam diantara orang-orang kulit putih kini sirna menjadi hal yang lumrah. Karena prestasinya yang lebih putih dari kulitnya. Pria tulus dan jujur diri menjadikan itu harapan baru bagi suram dan gelapnya masa depan negeri. Dia tak perlu mendatangi klinik bedah untuk operasi ganti kulit seperti konon Jacko melakukannya dengan pengingkaran diri. Sebaliknya dia bersendau gurau dengan ayahnya orang Afrika yang sedikit durhaka lewat sebuah buku. Tanpa perlu membalas perbuatan seniornya itu. Dia mengingat darimana dia datang dan lahir. Sebuah bekal kekuatan yang hebat untuk mengetahui kemana dia akan pergi selanjutnya. Warna orientasi Amerika sudah terlalu silau sehingga sedikit legamnya perlu untuk cahaya yang teduh bagi jalan masyarakatnya mungkin bagi dunia.
Kapan seorang Papua bernama Ayboi Salossa benar-benar menjadi Presiden Republik Indonesia. Untuk memastikan kita bahwa barak sempit pilihan pemimpin telah dibongkar. Foto senyum dengan rambut keriting terpampang di luas dinding kantor-kantor pemerintah. Bisakah besok? Kapan lagi? Karena hari ini telah lahir dari barak negeri Amerika seorang bernama Barack Obama. Operasi sukses dari ibu demokrasi yang melahirkan sejarah menakjubkan. Obama adalah Jusuf modern di negeri Firaun yang sedang oleng.