roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Selasa, 4 November 2008 | 19:59 WIB
JAKARTA, SELASA - Selaku negara berkembang, Indonesia menghormati pesta demokrasi di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Indonesia bahkan memastikan tetap akan menjalin kemesraan hubungan kedua negara yang selama ini berjalan baik kepada petinggi pemerintahan baru di AS.
Hal ini ditegaskan Juru Bicara Kepresidenan hubungan Luar Negeri, Dino Patti Djalal saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/11). "Yang bisa saya tekankan di sini adalah bahwa hubungan Indonesia dan AS tidak berdasarkan personality, tapi berdasarkan kepentingan nasional," ujar Dino.
Menurut Dino, Indonesia juga tidak akan mencampuri proses demokrasi AS sama seperti posisi Indonesia yang tidak menginginkan adanya intervensi dari negara lain saat pesta demokrasi berlangsung. "Jadi kita lihat saja siapa yang menang. Apakah McCain atau Barack Obama, yang pasti ada kepentingan nasional baik di kalangan AS, maupun di Indonesia," jelasnya.
Hari Selasa (4/11) ini, 168 juta rakyat Amerika Serikat memilih presiden baru di 50 negara bagian. Sebanyak 20 juta lainnya telah memilih lebih awal di 30-an negara bagian. Mereka akan memilih John McCain (72) atau Barack Obama (47) untuk mengisi gedung putih yang akan ditinggalkan Presiden AS George W Bush.
Pencoblosan berlangsung sejak pagi hari dan penutupan TPS dilakukan antara jam 19.00 hari Selasa sampai 01.00 hari Rabu waktu setempat. Semuanya tergantung dari aturan dan perbedaan waktu masing-masing negara bagian.