• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Nyeseknya Jagain Jodohnya Orang, Anda Jugakah?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Spoiler for Instagram:
Nyeseknya Jagain Jodohnya Orang, Anda Jugakah?




"Akhirnya kita cuma dapat saling merindukan di lain hati, bahkan tanpa berkomunikasi, cuma berjumpa dalam ujung doa, dengan permintaan masing-masing di dalam kesunyian yg teramat sunyi."​


Spoiler for Instagram:
{thread_title}



Quote:

Pernah gak sih anda ketemuan sama pasangan yg sudah begitu cocoknya, dalam segala hal, bahkan setiap momen momen istimewa, mereka mengabadikannya dalam sebuah status sosial media? Bak Romi & Juli, yg tak terpisahkan, saking klopnya dengan segala romantisme yg mereka tunjukkan, menciptakan para jomblo pun pada iri. Akan tetapi tiba-tiba tanpa adanya angin, badai, hujan & lain sebagainya hubungan mereka kandas begitu saja. Bahkan jadi musuh pasa akhirnya.

Quote:
"Karena rasa sakit itu datang, ketika semua janji janji manis tersebut, cuma jadi sampah saja pada akhirnya"​


Apalagi ketika penyatuan mereka sudah pada tahap keseriusan & bahkan ke jenjang pernikahan, lalu menjelang detik-detik hari intinya nya, mereka berpisah begitu saja, karena ternyata pasangan tersebut menikahi orang lain, tanpa sepengetahuan kita bahkan.

Udeh nyesek belom tuh!?

Dan kalian tau tidak? Sudah banyak sekali kejadian, yg mana pasangan yg di jaga selama bertahun-tahun itu, pada akhirnya memilih orang lain? Yang bahkan belom tentu sayangnya lebih baik dari kita.​


Spoiler for Instagram:

{thread_title}




Quote:

But semua hal tersebut kemungkinan akbar di karenakan beberapa faktor, seperti;

1. Kelamaan menabung.

Terkadang karena harap mencapai bajet target menikah, para pria jadi sangat fokus untuk mencari uang, siang & malam. Bahkan melupakan bahwasanya kebahagiaan itu tidak di ukur dengan banyaknya keuangan yg kita miliki, untuk menciptakan penyatuan hati antaranya.

Namun pada dasarnya, kebanyakan orang tua itu menekan para anaknya, untuk memenuhi permintaan bajet keluarga, dikarenakan kolotnya cara berpikir, bahkan ada beberapa yg cuma menonjolkan letak pamornya di mata masyarakat.

Kejadian tersebut bukan cuma berasal dari pihak wanita saja, terkadang dari pihak pria pun, dapat menciptakan keharapan dari sang anak buyar begitu saja. Karena status dalam lingkungan nya menjadikan cambuk, yg menciptakan sebuah perkawinan tidak akan terjadi.

2. Mengejar mimpi.

Ada beberapa orang yg berpikir jikalau perkawinan ialah penghambat dari sebuah peningkatan karier, sehingga membatalkan keharapan untuk menikah, cuma di sebabkan karirnya tersebut.

3. Memiliki banyak sayang.

Terkadang beberapa orang itu tidak cuma menyimpan satu sayang saja, bahkan gombal ke sana ke mari, yg ujung-ujungnya mencari kenyamanan antaranya. Hingga menciptakan sayang yg sudah terbilang lama di pertahankan, harus hancur seketika, dikarenakan sayang yg lain yg menciptakan segala rencana rencana tidak berjalan dengan mulusnya.

4. Terlampau "TOXIS"

Terkadang ketika merasa tidak nyaman dengan pasangan, merasa ketakutan, terancam, merasa direndahkan, over protective, apalagi tidak pernah mensuport akibat terlampau toxis, maka pada akhirnya pasangan tersebut akan pergi begitu saja, bahkan tanpa kata-kata perpisahan, karena baginya hal tersebut lebih baik daripada melanjutkan hubungan ke arah yg lebih seriusan lagi.

5. Terlampau kekanak-kanakan.

Kadang karena kurangnya rasa tanggungjawab, suka bermalas-malasan, menikmati gaya hidup santai & bahkan tidak dapat menciptakan dirinya tidak perduli, maka pada akhirnya pasangan akan pergi dengan sendirinya.

Karena berpikir bahwasanya kalau hidup bersama dengan para pemalas, tidak akan ada kemajuannya sama sekali, bahkan mendekati kesengsaraan saja. Maka darj itulah pada akhirnya meninggalkan pasangannya begitu saja.​


0.jpg





Karena perkawinan itu bukanlah sesuatu yg biaa dipermainkan, dengan banyaknya skandal keributan yg terkadang di alami oleh beberapa pasangan. Hingga menimbulkan perceraian & luka yg teramat dalam.​


Opini pribadi

sumber tulisan

linknya dimarih

Hari ini 20:15
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.