• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Nyepi, Denyut Nadi Bali Berhenti

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
1wnX8.jpg

Tepat pukul 06.00 Wita, warga Bali mulai melakukan Catur Brata Penyepian di Hari Raya Nyepi tahun 1935 Caka, Selasa (12/3/2013). Ada 4 pantangan bagi umat Hindu di Bali saat Catur Brata Penyepian.

Sejak penyepian dimulai, umat Hindu di Bali tidak boleh menyalakan api (Amati Geni), tidak boleh bepergian (Amati Lelungan), tidak boleh bekerja (Amati Karya), dan tidak boleh bersenang-senang (Amati Lelanguan). Denyut nadi Bali yang sehari-harinya disibukkan dengan aktivitas sosial, ekonomi, hingga pariwisata berhenti sejenak selama 24 jam ke depan.

Biasanya umat Hindu di Bali mengisi Hari Raya Nyepi dengan bermeditasi dan puasa. "Kalau saya Diem di rumah aja, enggak ke mana-mana. Bapak saya bermeditasi di dalam kamar, puasa juga," ujar salah seorang warga Buleleng, Bali, Dewa Wiguna.

Pantauan Kompas.com di seputaran Jalan WR Supratman hingga Jalan Melati, seluruh sekolah, kantor hingga pertokoan tertutup rapat dan tidak beraktivitas selama Nyepi. Catur Brata Penyepian ini akan berakhir pukul 06.00 Wita besok pagi. Selanjutnya, warga Bali kembali beraktivitas seperti biasa.
 
Nyepi, Bali Bak Pulau Tak Berpenghuni

Sepi menyelimuti Bali. Pulau itu seakan tak berpenghuni. Hari ini, Selasa 12 Maret 2013, merupakan perayaan Catur Brata Penyepian bagi umat Hindu Bali. Sejak pukul 06.00 WITA pagi tadi, seluruh warga Bali berdiam diri di dalam rumah.

Selama Nyepi, ada empat pantangan yang dihindari umat Hindu Bali. Yakni, amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan kegiatan), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu dan tidak mengadakan hiburan/bersenang-senang).

"Saat Nyepi, baik warga maupun wisatawan dilarang keluar rumah. Kalau melanggar akan dikenai teguran bahkan sanksi tegas," kata tokoh adat masyarakat Kuta, Dewa Gede Mayun, Selasa 12 Maret 2013.

Menurut dia, hanya tokoh adat dan pecalang, petugas keamanan desa adat yang boleh ke luar rumah. Mereka bertugas secara bergiliran melakukan patroli di wilayah mereka.

"Kami bertugas secara sukarela dan bergiliran untuk mengawasi serta mengamankan hal-hal yang tidak diinginkan agar Nyepi berjalan dengan tenang dan damai," tutur Penglingsir Puri Satria Dalem Kaleran Kuta itu.

Kelian Adat Banjar Tegal Kuta ini melanjutkan, saat Nyepi, Bali bak pulau tak bertuan. Malam harinya Pulau Bali gelap gulita karena tak seorangpun yang menyalakan penerangan, baik lampu maupun api. Penerangan jalanpun mati. "Kesunyian Nyepi di Bali akan dirasakan warga maupun wisatawan selama kurun waktu 24 jam," jelas Mayun.

Mayun mengatakan, dari informasi yang diterimanya, banyak wisatawan asing yang datang secara khusus menikmati paket Nyepi yang banyak disediakan hotel dan vila. Mereka ingin merasakan Nyepi yang hanya ada di Bali.

"Turis asing ingin tahu dan merasakan sunyi dan gelap saat Nyepi. Di negara manapun di dunia, mereka tidak bisa menjumpainya. Intinya, suasana Nyepi yang tenang tidak bisa dirasakan di tempat lain selain di Bali," tutup Mayun.

Sementara itu, hujan yang mengguyur Pulau Bali siang ini menambah kesunyian tersendiri. Anak-anak kecil yang biasanya diperbolehkan bermain, kini juga ikut berdiam diri di rumah.
 
121 Penerbangan Bali Dihentikan Selama Nyepi
jWFK.jpg

Seluruh aktivitas pelayaran termasuk aktivitas Bandar Udara Ngurah Rai di Bali akan dihentikan pada perayaan Hari Nyepi, 12 Maret 2013. Pada hari raya umat Hindu Bali itu sebanyak 121 penerbangan rute dalam dan luar negeri dihentikan operasionalnya.
Aktivitas penerbangan itu akan dihentikan sejak pukul 06.00 WITA, pada Selasa 12 Maret 2013. Penerbangan kembali normal pada Rabu 13 Maret pukul 06.00 WITA. Humas Angkasa Pura I Ngurah Rai Efferson Siregar menjelaskan, 121 penerbangan itu terdiri dari 67 penerbangan ke berbagai rute domestik. Sisanya sebanyak 54 penerbangan rute internasional.

Berdasarkan data, penerbangan reguler pesawat terakhir yang akan mendarat sebelum ditutup total adalah maskapai Garuda Indonesia (GA420) rute Jakarta-Denpasar pada pukul 00.25 WITA. Sementara pesawat terakhir yang terbang dari Bandara Ngurah Rai adalah maskapai Garuda Indonesia (GA882) rute Denpasar-Timika berangkat pukul 00.45 WITA.

"Sementara pesawat yang pertama kali landing setelah ditutup adalah maskapai lain Air (JT34) rute Jakarta-Denpasar pukul 07.20 WITA," kata Efferson, Minggu 10 Maret 2013. Penerbangan perdana dari Bali pada pukul 08.00 WITA maskapai lain Air rute Denpasar-Yogyakarta.

Efferson melanjutkan, pihaknya sudah menyampaikan ini kepada seluruh maskapai dalam dan luar negeri sejak Desember 2012. "Sudah kami sampaikan dalam notice itu bahwa selama Nyepi seluruh aktivitas penerbangan dihentikan," ucapnya.

Meski aktivitas penerbangan dihentikan, namun operasional bandara yang sifatnya strategis tetap dijalankan. Efferson menjelaskan bahwa petugas bandara tetap siap siaga. "Kami juga menyiagakan pendaratan yang sifatnya darurat," ujar dia.
Pada hari raya Nyepi, umat Hindu Bali akan merayakan catur brata penyepian. Di hari perayaan tahun baru Saka 1934 itu seluruh umat Hindu Bali pantang melakukan empat hal yakni, amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan kegiatan), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu maupun tidak mengadakan hiburan/bersenang-senang).
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.