• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Nyanyian Kera Pertanda Tsunami ??

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Nemesis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Nemesis

IndoForum Activist E
No. Urut
55724
Sejak
26 Okt 2008
Pesan
9.732
Nilai reaksi
503
Poin
113
92293.jpg


Suara "nyanyian" Bilou (Hylobates klossii), sejenis kera endemik di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat secara turun temurun dipercayai warga lokal sebagai tanda akan datangnya bencana termasuk gelombang tsunami.

Manajer Program Penanggulangan Bencana LSM Internasional Surfaid Australia di kepulauan Mentawai Wawan Budianto kepada ANTARA di Padang, Jumat, menyebutkan dari pantauan Surfaid di sejumlah daerah di Kepulauan Mentawai diketahui masyarakat lokal telah memiliki kearifan lokal sistem deteksi dini bencana, yang dilihat dari gejala alam sekitar yang didominasi hutan tropis.

Menurut dia, suara "nyanyian" bilou diketahui secara turun temurun telah menjadi bagian dari deteksi dini bencana, di mana masyarakat mempercayai jika mendengar suara binatang itu dengan alunan bunyi tertentu maka bahaya akan muncul.

Bilou adalah jenis kera unik menyerupai siamang endemik yang hanya dijumpai di Kepulauan Mentawai. Sekujur tubuh bilou dipenuhi rambut hitam dan pada bagian mata berbulu putih.

Sebagai primata endemik, bilou kemudian ditetapkan sebagai bintang dilindungi oleh pemerintah Indonesia maupun dunia termasuk oleh masyarakat lokal Mentawai. "Sejak turun temurun, masyarakat lokal Mentawai dilarang berburu bilou," kata Wawan.

Ia menyebutkan, selain untuk deteksi bencana, suara bilou juga menjadi tanda dihentikannya kegiatan perburuan binatang di hutan Mentawai.

"Jika ada warga berburu lalu mendengar suara bilou, mereka harus menghentikan perburuan karena jika dilanjutkan akan ada bahaya," katanya.

Surfaid melaksanakan program penanggulangan bencana di Mentawai 2007 menyusul bencana tsunami Aceh, 26 Desember 2004 dan Mentawai kemudian termasuk daerah rawan bencana tersebut.

Data Surfaid menunjukkan sekitar 16.000 warga Kepulauan Mentawai bermukim di kawasan pesisir yang rawan bencana tsunami.
 
terbukti tidak ya ?? kurang tahu sih " :D :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.