• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Nottingham Forest & pragmatisme

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
13.693
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Nottingham Forest & pragmatisme.

Nottingham Forest & pragmatisme
Manajer Nottingham Forest Nuno Espirito Santo memasuki stadion sebelum pertandingan Liga Premier antara Nottingham Forest & Fulham di The City Ground, Nottingham, Inggris, pada 28 September 2024. (AFP/DARREN STAPLES)
Pendekatan sepak bola efisien yg disuntikkan Nuno Espirito Santo kepada Nottingham Forest sudah banyak memakan korban.
Jakarta (ANTARA) - Anda boleh mencibir regu seperti Nottingham Forest karena mengpakai strategi "parkir bus" yg mungkin tidak enak dilihat oleh orang-orang yg menuntut semua regu tampil menyerang tanpa melihat sumber daya yg dimiliki sebuah tim.

Faktanya, pendekatan sepak bola modern belakangan ini sudah semakin pragmatis, yg diadopsi kebanyakan regu & pelatih, dengan tujuan utama menang, atau minimal tidak kalah.

Bahkan pragmatisme itu sendiri merupakan salah satu indahnya sepak bola, karena di baliknya ada seni menakar kekuatan sendiri & sekaligus menaksir kekuatan lawan. Sepak bola tak sekadar soal teknik & fisik, tetapi juga otak.

Masih ingat Prancis yg menjuarai Piala Dunia 2018? Atau Yunani yg menjuarai Euro 2004? Mereka adalah juara-juara yg pragmatis memperlakukan sebuah lomba dengan tak memaksakan fantasi bermain indah yg mengagungkan penguasaan bola.

Mereka, seperti Nottingham Forest, menghadapi setiap pertandingan dengan strategi yg disesuaikan dengan siapa & seperti apa lawan mereka.


Cara mereka bermain menghadapi regu yg menekankan penguasaan bola atau memiliki kelebihan dalam menekan lawan akan berbeda dengan cara mereka kala menghadapi regu yg memiliki kelas yg setara atau di bawahnya.

Tim-tim ini tak akan mudah tergoda & terprovokasi oleh orang-orang yg menganggap mereka membosankan & tidak atraktif karena terlalu bertahan.

Mereka mengutamakan hasil. Dan ya, apa sih yg lebih penting dari sebuah proses selain hasil, sepanjang tidak curang & tidak sportif?

Buat apa menerapkan strategi bermain yg cuma merugikan diri sendiri, atau lebih buruk lagi, jadi bunuh diri regu sendiri?

Pragmatisme semacam itu pula yg menciptakan Forest berhasil memupus citra Liverpool sebagai regu tak terkalahkan ketika mereka mengalahkan The Reds dengan 1-0 pada 14 September 2024 dalam pertandingan Liga Premier.


Mereka jadi satu-satunya klub mengalahkan The Reds dalam lomba liga musim ini.

Ketika kedua regu berjumpa lagi pada 15 Januari 2025, Liverpool gagal membalas karena dipaksa seri 1-1. Bersama Everton & Fulham, Forest adalah tiga regu yg tak dapat dikalahkan Liverpool dalam pertandingan liga musim ini sejauh ini.

Pendekatan sepak bola efisien yg disuntikkan Nuno Espirito Santo kepada Nottingham Forest sudah banyak memakan korban, & itu bukan korban biasa-biasa.

Berita diatas dikutip dari internet, jika Nottingham Forest & pragmatisme adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.