pinnacullata
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 24506
- Sejak
- 24 Okt 2007
- Pesan
- 13.034
- Nilai reaksi
- 224
- Poin
- 63
> Ada seorang pria yang bertahun silam
> pergi ke Papua New
> Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua
> orang temannya dan
> tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini
> dirawat oleh seorang
> lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah
> dan memasak. Semuanya
> oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu
> botol anggur yang
> mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap
> harinya sepertinya terus
> berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya.
> Anggur ini mahal dan
> mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang
> mereka temukan
> adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit
> berkurang.
>
> Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya
> dengan membuat garis
> kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang
> lagi mereka bisa
> tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis
> tersebut, mereka
> menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut
> berkurang terus
> setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka
> tidak punya tertuduh
> lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut,
> sebab ketiganya
> memang jarang di rumah.
>
> Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan
> mabuk dan mereka
> merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah.
> Mereka mengambil botol
> anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka.
> Setelah itu mereka
> letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka
> temukan, setiap hari
> jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya
> anggur.
>
> Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa
> si penunggu rumah
> yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka.
> Mereka memutuskan
> untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan
> perihal anggur. Dan
> dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka
> mengatakan bahwa mereka
> perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya
> botol di rumah itu
> selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini
> yang meminumnya!
>
> Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut
> "Not me, Boss! Selama
> ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak
> untuk para Boss!"
>
> Moral kisah :
>
> Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?
>
> Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?
>
> pergi ke Papua New
> Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua
> orang temannya dan
> tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini
> dirawat oleh seorang
> lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah
> dan memasak. Semuanya
> oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu
> botol anggur yang
> mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap
> harinya sepertinya terus
> berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya.
> Anggur ini mahal dan
> mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang
> mereka temukan
> adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit
> berkurang.
>
> Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya
> dengan membuat garis
> kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang
> lagi mereka bisa
> tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis
> tersebut, mereka
> menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut
> berkurang terus
> setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka
> tidak punya tertuduh
> lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut,
> sebab ketiganya
> memang jarang di rumah.
>
> Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan
> mabuk dan mereka
> merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah.
> Mereka mengambil botol
> anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka.
> Setelah itu mereka
> letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka
> temukan, setiap hari
> jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya
> anggur.
>
> Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa
> si penunggu rumah
> yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka.
> Mereka memutuskan
> untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan
> perihal anggur. Dan
> dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka
> mengatakan bahwa mereka
> perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya
> botol di rumah itu
> selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini
> yang meminumnya!
>
> Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut
> "Not me, Boss! Selama
> ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak
> untuk para Boss!"
>
> Moral kisah :
>
> Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?
>
> Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?

>