Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ah, berawal dari bully
Kilas balik saat m'reka anggap saya kuli
Aku diam tak melawan bukan karena saya tuli
Percaya 'kan karma karena Tuhan itu juri
Ku diduri, darah berceceran m'reka menang
Jatuhkanku itu yg menciptakan m'reka senang
Ini kisah di mana ku jauh dari zona tenang
Saat m'reka sudah menepi & ku masih berenang
'Kan kukenang, saat ku diperang
Masa-masa gelap saat saya cari terang
Ku cuma memeluk lutut saat ku kian diserang
Saat m'reka teduh saya hidup dalam gersang
Kekuranganku dijadikan jenaka
Melangkah sedikit pun ku dapat celaka
Bila ku dendam cuma malapetaka
Bait satir ini bukan cuma fiktif belaka
Biar ini mengangkasa
Karena mungkin m'reka lupa
Kala ku dibalut m'reka dengan luka
Cerita ini abadi meski sudah purba
Dengan bait ini saya menunjukkan murka
Buat saya menderita
Perih ini tumbuh akbar mereplika
Marah ini beretika
Bila ini pahit s'moga m'reka menerima
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala saya tak berdaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Ah, kala ku dalam bahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala kucari cahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
Ah, tak ada tempat sembunyi
Celotehan m'reka tajam semacam jeruji
Kala itu ku berpikir mungkin Tuhan kian menguji
Maka saya balas mereka dengan berbudi
M'reka hina saya dengan mengatakan tabu
M'reka terus cambuk saya macam babu
Aku adalah target yg mereka candu
Tak ada yg dengar saat saya butuh tandu
Ah, ku cuma dapat menangis
Kar'na tidak sanggup bila kucoba menangkis
Air mata mengalir jadi pemanis
Tidak gundah lagi bila raga menghabis
Kala itu saya hidup bagai kunyah kaca
Namun saya yakin bahwa akhir punya masa
Tetap kujalani meski dengan gundah rasa
Biar kala itu saya umbar pasrah
Ah, ku disakiti jeritan
Ragaku memudar kian jadi serpihan
Darahku mengerak sudah lama tak saya bersihkan
Luka s'makin parah semacam kena percikan
Ah, ini empat baris akhir
Kini saya sudah melewati tabir
Ah, mungkin ini sudah takdir
Kini saya sudah tidak lagi jadi martir
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala saya tak berdaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Ah, kala ku dalam bahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala kucari cahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala saya tak berdaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Ah, kala ku dalam bahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala kucari cahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
Hari ini 03:12
Kilas balik saat m'reka anggap saya kuli
Aku diam tak melawan bukan karena saya tuli
Percaya 'kan karma karena Tuhan itu juri
Ku diduri, darah berceceran m'reka menang
Jatuhkanku itu yg menciptakan m'reka senang
Ini kisah di mana ku jauh dari zona tenang
Saat m'reka sudah menepi & ku masih berenang
'Kan kukenang, saat ku diperang
Masa-masa gelap saat saya cari terang
Ku cuma memeluk lutut saat ku kian diserang
Saat m'reka teduh saya hidup dalam gersang
Kekuranganku dijadikan jenaka
Melangkah sedikit pun ku dapat celaka
Bila ku dendam cuma malapetaka
Bait satir ini bukan cuma fiktif belaka
Biar ini mengangkasa
Karena mungkin m'reka lupa
Kala ku dibalut m'reka dengan luka
Cerita ini abadi meski sudah purba
Dengan bait ini saya menunjukkan murka
Buat saya menderita
Perih ini tumbuh akbar mereplika
Marah ini beretika
Bila ini pahit s'moga m'reka menerima
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala saya tak berdaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Ah, kala ku dalam bahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala kucari cahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
Ah, tak ada tempat sembunyi
Celotehan m'reka tajam semacam jeruji
Kala itu ku berpikir mungkin Tuhan kian menguji
Maka saya balas mereka dengan berbudi
M'reka hina saya dengan mengatakan tabu
M'reka terus cambuk saya macam babu
Aku adalah target yg mereka candu
Tak ada yg dengar saat saya butuh tandu
Ah, ku cuma dapat menangis
Kar'na tidak sanggup bila kucoba menangkis
Air mata mengalir jadi pemanis
Tidak gundah lagi bila raga menghabis
Kala itu saya hidup bagai kunyah kaca
Namun saya yakin bahwa akhir punya masa
Tetap kujalani meski dengan gundah rasa
Biar kala itu saya umbar pasrah
Ah, ku disakiti jeritan
Ragaku memudar kian jadi serpihan
Darahku mengerak sudah lama tak saya bersihkan
Luka s'makin parah semacam kena percikan
Ah, ini empat baris akhir
Kini saya sudah melewati tabir
Ah, mungkin ini sudah takdir
Kini saya sudah tidak lagi jadi martir
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala saya tak berdaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Ah, kala ku dalam bahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala kucari cahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala saya tak berdaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Ah, kala ku dalam bahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
(Yah, kala kucari cahaya)
Ku nostalgia, ku nostalgia
Translate to English
Hari ini 03:12