Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Teng neng neng..neng... teng..neng..neng neng..
(sebentar lagi di Jalur 3 kereta api taksaka langsung, supaya berhati-hati)
(sebentar lagi di Jalur 3 kereta api taksaka langsung, supaya berhati-hati)
Halo Baraya
Dari 2008 hingga 2012, kereta api udah jadi sahabat gw, yg kuliah di jogja, & punya orang tua tinggal dijakarta. mungkin 2 bulan sekali, 3 bulan sekali atau bahkan 1 tahun sekali, gw pasti pakai kereta api untuk bolak-balik jakarta jogja & jogja jakarta.
kenapa gw pilih kereta api dari pada bus?
1. kereta api murah (apalagi yg ekonomi),
2. kereta api tepat waktu.
3. ga kuat dharap AC Bus, tp kalau naik yg ga AC gw mual
dan bukannya ga seneng ya tentang perubahan-perubahan yg terjadi di dalam PT KAI sendiri, saya sangat menikmatinya, mulai dari kemudahan memperoleh tiket, fasilitas2 kereta api yg sangat modern & nyaman, & juga AC di setiap gerbong yg dulu cuma dirasakan oleh kereta eksekutif saja yg harga tiketnya sangat jauh dengan bisnis & ekonomi.
Sekarang, kereta api sudah berbenah, namun tentu saja, akan ada satu Rasa Yang Hilang, karena biasanya skrng naik pesawat & terakhir naik kereta api tahun 2013 kemarin, saya harap bernostalgia dengan Masa-masa susah
Namun, bukan main kagetnya, karena perubahan di tubuh kereta api begitu radikal, sehingga sama sekali saya ga dapat bernostalgia dengan masa-masa saya dulu.
memang apa saja yg hilang? berikut saya jabarkan.
1. Penjual Makanan Rakyat
Hal yg perdana yg saya kangenin ya ini, penjual makanan rakyat, list-listnya
- Nasi Pecel
- Nasi Gudeng
- Nasi Rames Telor Asin
- Nasi Goreng Hangat
- Popmie
- Kopi, Energen, Susu Jahe
"Energen anget, kopi susujahe anget, yg anget, yg anget", kangen sekali saya dengan bunyi itu, & buat saya itu tidak mengganggu, justru sangat-sangat membantu, ga perlu kemana-mana, semua diantar, masih hangat & harganya MURAH!
kalau laper, tinggal tunggu aja nasi pecel lengkap dengan KECOMBRANG & sambel kacang, apalagi kadang nasinya masih hanget, euuwwwhh sedapp banget, & itu harganya paling 5.000 sudah dapat bakwan yg di suwir-suwir dengan tangan ibunya yg kukunya panjang & item
ada hal jenaka yg sering saya inget & jadikan jokes, yaitu penjual nasi goreng hangat, dia jual & teriak-teriak"Nasi Goreng Hangat", kedengarannya menggoda ya? apalagi kalau naiknya senja utama dari jatinegara sore-sore. menggoda sekali itu nasi goreng hangat, namun anehnya, sesaat sblm hingga cirebon, orang yg sama balik lagi ke gerbong saya & berteriak "Nasi Goreng Hangat", yg mana ITU SANGAT TIDAK MUNGKIN, SETELAH 2 JAM NASI GORENGNYA MASIH HANGAT, Pembohongan publik!!. karena penasaran saya coba tes beli, & benar saja nasi gorengnya SUDAH DINGIN, & porsinya MENIPU
Kondisi saat ini, makanan cuma dapat di beli di resto KAI, harganya? harus merogoh kocek agak dalam ya, & kalau tiba di stasiun, sudah ga ada lagi pedagang di sekitar peron, ga akan sempet kalau turun untuk sekedar beli makanan takut ketinggalan, dan, ya terlalu banyak KFC, MCDONALD, & makanan2 kapitalis lainnya yg mungkin memberikan setoran cuan lebih akbar ke perut2 direksi KAI, makanan itu GA SEHAT!
2. Tukang Oleh-Oleh Buat Yang Ga Sempet Beli
Ga sempet beli oleh-oleh? GA MASALAH, naik aja kereta ga usah dipikirin!. di kereta banyak sekali tersedia buah tangan untuk keluarga bahkan yg bukan khas dari tempat yg kita kunjungi!.
Oleh-olehnya terdiri dari
- Bakpia Jogja
- Lumpia Semarang
- Telor Asin Brebes
- Mangga Indramayu
- Getuk Goreng
- Lanting
- Nopia
- Mendoan Siap Goreng
dan masih banyak lagi,
Ini baru rute jogja jakarta ya, kalau kereta gaya baru malam selatan, yg dari surabaya, mungkin oleh-olehnya lebih banyak lagi, jadi dapat aja kita dari jogja tetapi ga bawa bakpia, melainkan telor asin brebes yg ada cap birunya & mangga indramayu
sekedar tips, ya walaupun mungkin tidak dapat dipakai lagi, kalau mau beli oleh-oleh, belilah saat kira2 si tukang akan turun di stasiun, misal kalau mau beli mangga indramayu, tukang mangga biasanya sudah jualan dari purwokerto, dengan harga 10rb/kg, silahkan di tunggu saja, nanti makin mendekati cirebon, harganya akan berubah jadi 10rb/2kg, & terus menerus berubah secara exponensial, & pernah karena mungkin tidak ada yg beli, akhirnya sblm hingga cirebon saya dapet harga 10rb/SEKERANJANG! & itu hampir 7KG, wkwkwkwk
3. Cengkrama & Kehangatan Penumpang
Posisi duduk apalagi kereta ekonomi mau tidak mau memaksa kita untuk berhadap-hadapan dengan orang asing. & tentu saja, mau tidak mau, ya ngobrol. kadang ngobrolin gosip artis, politik, agama & petuah-petuah bijak yg biasanya di hinggakan oleh orang yg sudah berumur.
ingat mengatakan temennya kurapika "Perjalanan akan menciptakan Teman", itu benar sekali, apalagi jaman dulu handphone masih fiturnya terbatas, & belum banyak yg punya, jadi mau tidak mau, tidak ada yg sibuk mantengin layar HP, & lebih banyak ngobrol, ngerokok, & tidur.
walaupun saya ga ngerokok & ga suka asap rokok, di kereta saya sangat memaklumi & menikmatinya, bau peluh keringat, asem, suara anak menangis, kalau diingat-ingat benar-benar biikin bulu kuduk merinding!
Banyak sekali kenalan dulu di kereta, yg sering ketemu & bahkan sudah ada yg sukses, salah satunya YODA INDONESIAN IDOL, dia dulu sering naik di kebumen membawa gitar & mengamen, kemudian turun di purwokerto, suara emasnya menciptakan siapa saja memberi lebih, karena benar-benar "Menghibur"
Bahkan, kalau kita kebetulan tidak punya uang & tidak bawa makanan, akan sering ada ibu-ibu baik hati yg menawarkan makan karena mereka sering membawa bekal makan "lebih" dari yg semestinya
kereta sekarang, duduknya tidak hadap-hadapan, & individualistik, nyaman memang buat orang-orang jaman sekarang yg jarang bercengkrama & sibuk scroll WA yg ga ada pesan baru apapun sebenarnya
Satu hal, dengan seringnya bercengkrama saya jadi mendapatkan TIPS yg sebenarnya ga boleh ditiru hehehe.. tipsnya ada di nomor 4
4. Bayar Tiket Diatas & Meneruskan Perjalanan Penumpang
Sebagai orang yg masih pas-pasan, tips bayar tiket diatas yg didapat dari penumpang fajar utama sangat berguna, tiket fajar utama yg waktu itu 80rb lumayan sekali, & ternyata, dengan 30 ribu, kita dapat menikmati fasilitas kereta bisnis. caranya?
ketika kondektur datang, anda ke WC, berikan 15 ribu ke kondektur yg mengecek tiket, kemudian anda kembali duduk di kursi kosong yg tidak ada penumpangnya! sesederhana itu!
dan untuk kereta eksekutif, jaman dulu tiket kereta ditulis sering stasiun awal, & stasiun akhir, karena kebetulan kalau dari jogja, kereta ekonomi jalan duluan dibanding kereta eksekutif, kita dapat naik ekonomi hingga purwokerto, turun sebentar, & kalau anda beruntung, akan ada penumpang kereta TAKSAKA, atau eksekutif apapun yg turun di purwokerto, SERGAP LANGSUNG & MINTA TIKETNYA! karena dia kan sudah tidak pakai (Bisa juga dilakukan di stasiun cirebon), kemudian dengan tampang sedikit sombong, naiklah kereta eksekutif & tidurlah dengan nyenyak hingga jakarta!, kelemahannya kalau ga ada yg turun, ya silahkan nginep di stasiun wkwkwkwk..
oh trik ini jg ga sering berhasil, di 2012 akhir, sudah banyak kondektur, apalagi yg berjas, tidak menerima uang, tetapi meminta kita turun di stasiun terdekat. hehehe, kalau sekarang sudah ga dapat lagi sepertinya
===================================================================
Mungkin itu saja, yg saya kangenin dari naik kereta, yg kayanya sudah ga dapat lagi dirasakan di kereta api sekarang, manusia makin indiviualistik, kapitalistik, & perlahan semangat gotong royong sudah mulai pudar. lihat saja, orang sangat asik dengan gadgetnya, & rumah-rumah yg temboknya sudah seperti penjara.
ya walaupun yg dikangenin diatas ada juga hal-hal yg ga bener, tetapi semoga dapat dilihat yg bener-benernya & diambil hikmahnya ya.
Kalau temen-temen ada yg di kangenin selain hal-hal diatas, di share dong, ga usah malu ya, umur ga akan dapat di hubungi... hehehe
Terimakasih sudah menyimak
saya bukan guru gembul
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hari ini 19:26