yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
[img]https://u.site.pictures/gex7k.jpg[/img]
bunk Indonesia (BI) tengah mematangkan panduan pelaksanaan kantor bunk tanpa cabang atau branchless banking. Ini merupakan payung hukum lanjutan program finansial inklusif. Nantinya, bunk boleh memiliki agen, seperti lembaga mikro atau warung kelontong, sebagai kepanjangan tangan bunk. Bahkan, nomor telepon genggam pun bisa sebagai rekening.
Regulator berencana menerbitkan beleid tersebut Maret 2013. Setelah aturan keluar, BI akan mengundang bunk melakukan pilot project. Evaluasi atas percobaan ini dilaksanakan Desember 2013, guna menyempurnakan aturan.
BI berharap, kebijakan ini mampu meningkatkan penetrasi perbankan di Indonesia dan menekan biaya operasional. "Syaratnya branchless banking harus menjangkau masyarakat di daerah pelosok," ujar Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Pungky Purnomo Wibowo, Kamis (17/1/2013).
Dalam pelaksanaan branchless banking, BI akan melonggarkan prasyarat know your costumer (KYC), dari 10 persyaratan menjadi 5 syarat. Contohnya, bunk hanya perlu meminta nama lengkap dan alias, alamat rumah dan tempat tinggal lain bila tidak memiliki kartu identitas.
Selain itu, yang paling terpenting, BI juga akan menjadikan nomor telepon genggam sebagai rekening. Pungky belum bersedia mengungkap rencana ini lebih detail, hingga konsep penggunaan nomor identitas tunggal (single identification number) berjalan.
"Pokoknya, transaksi simpel, seperti remitansi diperbolehkan tanpa account tetapi transaksi yang bersifat kompleks wajib menggunakan bunk account," katanya.
Branchless banking merupakan salah satu terobosan dalam menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang tidak tersentuh layanin perbankan. Bagi bunk, penetrasi ke daerah pelosok menaikkan beban operasional. BI mencatat dari 240 juta jumlah penduduk, hanya 60 juta yang menggunakan layanin perbankan.
Saat ini, baru bunk Sinar Harapan Bali yang sudah terapkan konsep branchless banking. Anak usaha bunk Mandiri ini menggandeng perusahaan telekomunikasi, AXIS. Namun, program ini hanya menjangkau nasabah eksisting, sementara BI mengharapkan bunk menjangkau masyarakat pelosok.
Selain mendorong dari sisi penawaran, BI juga akan mendorong sisi permintaan. Caranya, menggodok skema start-up kredit bagi wirausaha pemula. Skema ini akan melibatkan instansi teknis dan pihak lain untuk pembinaan, penjaminan dan proses eligibiitas agunan kredit. Contohnya, program sertifikasi tanah. "Skim ini akan kami terbitkan tahun ini juga. Intinya, dalam memberikan kredit bunk hanya perlu meneliti finansial behavior calon nasabah melalui tabungan yang dimilikinya," ujar Pungky.
Suprajarto, Direktur Jaringan dan layanin bunk Rakyat Indonesia mengatakan BRIÂ siap melakukan branchless banking dan telah mempersiapkan infrastruktur pendukung agen bunk. "Yang perlu dipastikan, bagaimana aturan ini bisa memperkecil risiko yang mungkin muncul dan jalan tengah bila terjadi masalah di kemudian hari," ujarnya.
bunk Indonesia (BI) tengah mematangkan panduan pelaksanaan kantor bunk tanpa cabang atau branchless banking. Ini merupakan payung hukum lanjutan program finansial inklusif. Nantinya, bunk boleh memiliki agen, seperti lembaga mikro atau warung kelontong, sebagai kepanjangan tangan bunk. Bahkan, nomor telepon genggam pun bisa sebagai rekening.
Regulator berencana menerbitkan beleid tersebut Maret 2013. Setelah aturan keluar, BI akan mengundang bunk melakukan pilot project. Evaluasi atas percobaan ini dilaksanakan Desember 2013, guna menyempurnakan aturan.
BI berharap, kebijakan ini mampu meningkatkan penetrasi perbankan di Indonesia dan menekan biaya operasional. "Syaratnya branchless banking harus menjangkau masyarakat di daerah pelosok," ujar Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Pungky Purnomo Wibowo, Kamis (17/1/2013).
Dalam pelaksanaan branchless banking, BI akan melonggarkan prasyarat know your costumer (KYC), dari 10 persyaratan menjadi 5 syarat. Contohnya, bunk hanya perlu meminta nama lengkap dan alias, alamat rumah dan tempat tinggal lain bila tidak memiliki kartu identitas.
Selain itu, yang paling terpenting, BI juga akan menjadikan nomor telepon genggam sebagai rekening. Pungky belum bersedia mengungkap rencana ini lebih detail, hingga konsep penggunaan nomor identitas tunggal (single identification number) berjalan.
"Pokoknya, transaksi simpel, seperti remitansi diperbolehkan tanpa account tetapi transaksi yang bersifat kompleks wajib menggunakan bunk account," katanya.
Branchless banking merupakan salah satu terobosan dalam menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang tidak tersentuh layanin perbankan. Bagi bunk, penetrasi ke daerah pelosok menaikkan beban operasional. BI mencatat dari 240 juta jumlah penduduk, hanya 60 juta yang menggunakan layanin perbankan.
Saat ini, baru bunk Sinar Harapan Bali yang sudah terapkan konsep branchless banking. Anak usaha bunk Mandiri ini menggandeng perusahaan telekomunikasi, AXIS. Namun, program ini hanya menjangkau nasabah eksisting, sementara BI mengharapkan bunk menjangkau masyarakat pelosok.
Selain mendorong dari sisi penawaran, BI juga akan mendorong sisi permintaan. Caranya, menggodok skema start-up kredit bagi wirausaha pemula. Skema ini akan melibatkan instansi teknis dan pihak lain untuk pembinaan, penjaminan dan proses eligibiitas agunan kredit. Contohnya, program sertifikasi tanah. "Skim ini akan kami terbitkan tahun ini juga. Intinya, dalam memberikan kredit bunk hanya perlu meneliti finansial behavior calon nasabah melalui tabungan yang dimilikinya," ujar Pungky.
Suprajarto, Direktur Jaringan dan layanin bunk Rakyat Indonesia mengatakan BRIÂ siap melakukan branchless banking dan telah mempersiapkan infrastruktur pendukung agen bunk. "Yang perlu dipastikan, bagaimana aturan ini bisa memperkecil risiko yang mungkin muncul dan jalan tengah bila terjadi masalah di kemudian hari," ujarnya.